Metamorfosa Sabanda Sariksa: “Bakti ka Lemah Cai”

Metamorfosa Sabanda Sariksa: “Bakti ka Lemah Cai”

Metamorfosa Sabanda Sariksa, wadah komunitas anak muda di Garut.

Sabanda Sariksa, “Kungahiji Urang Babagi, Keur Bakti ka Lemah Cai”

Konten.co.id – Sabanda Sariksa, adalah konsep hidup leluhur Sunda yang memiliki muatan serta kandungan filosofis yang dalam. Konsep yang tercipta sebagai upaya kongkrit leluhur untuk hidup berdampingan dengan alam, lingkungan sekitar, dan sesama manusia. Konsepsi yang visioner, dan tentu saja aplikatif bahkan hingga sekarang. Demikian disampaikan Bayu Ningrat, Ketua Komunitas Sabanda Sariksa Garut, Minggu (28/7/2019) kepada Konten.co.id.

Dalam bahasa Sunda, Sabanda Sariksa, lanjutnya, secara harfiah mengandung arti “ Hirup sauyunan tara pahiri-hiri, silih pikanyaah teu inggis bela pati, ngajaga jeung miara lembur babarengan. Lembur urang, lemah cai urang ; jaga, wangun jeung piara babarengan, keur kahadean balarea”.

“Arti yang terkandung dalam konsepsi Sabanda Sariksa, Runtut Raut Sauyunan merupakan pesan moral leluhur pada kita bahwa tanah, air dan udara ini adalah milik bersama, dan harus dijaga bersama-sama, untuk kemaslahatan bersama. Sabanda Sariksa, sebagai sebuah konsepsi, adalah produk kontemplasi tertinggi leluhur Sunda,” katanya.

“Ini kemudian mereka aplikasikan dalam kehidupan sehari-harinya; menjaga harmoni dengan alam. Yang tentu saja mengandung makna kearifan lokal yang tinggi,” kata Bayu.

Dalam perkembangannya kemudian, Sabanda Sariksa menjadi filosofi dasar kehidupan bermasyarakat Ki Sunda. Sabanda Sariksa, Runtut raut sauyunan. Bersatu dalam kebersamaan yang hakiki.

“Dalam bahasa Indonesia, secara harfiah mengandung arti “Bersepakat untuk memiliki rasa Saling Memiliki dan Saling Menjaga; Milik Bersama, dijaga dan dikelola bersama-sama, untuk kepentingan dan kebaikan bersama”. Sabanda Sariksa adalah konsep Sosialisme versi leluhur Sunda. Sabanda Sariksa dalam konteks kekinian memiliki arti dan fungsi strategis ; sebuah konsepsi lokal bervisi universal. Jika digali lebih dalam, maka bisa menjadi solusi persoalan bangsa,” kata Bayu.

Sejarah Berdirinya

Menurut Bayu, komunitas ini tercetus tanggal 11 Januari 2011. “Beberapa founding father menyepakati untuk membentuk sebuah komunitas dengan nama Sabanda Sariksa. Kandungan makna filosofis yang terkandung dalam konsepsi Sabanda Sariksa inilah yang kemudian menjadi inspirasi dipilihnya istilah tersebut sebagai nama komunitas,” jelas Bayu.

Sebagai sebuah komunitas, sesuai dengan nama yang disandangnya tentu saja Sabanda Sariksa memiliki tugas dan tantangan yang menarik; mengaplikasikan ide-ide visioner leluhur Sunda yang terkandung dalam istilah Sabanda Sariksa.

“Sabanda Sariksa adalah organisasi yang terbuka dan inklusif. No flag, no colour ! inilah jargon yang selama ini berkembang dan dikembangkan di internal Sabanda Sariksa. Sesuai dengan landasan filosofis yang menginisiasi eksistensinya, Sabanda Sariksa menghimpun dan menyalurkan aspirasi anggota untuk turut memberikan peranan dalam pembangunan bangsa serta menjunjung tinggi kemanusiaan,” jelasnya.

Karena Sabanda Sariksa adalah organisasi berbasis komunal, maka seluruh kegiatan dan program dibaktikan pada pembangunan serta pemberdayaan basis-basis komunal. Terutama bidang ekonomi, pendidikan, sosial dan kesehatan. Program-program disesuaikan dengan kebutuhan objektif komunitas, dan tentu saja berbasis komunal.

“Sekarang, komunitas yang berkolaborasi dalam wadah Sabanda Sariksa diantaranya komunitas Reptil Divisi Piomongeun (DPO- Komunitas Pecinta Reptil), komunitas Mountain Bike (MTB), Garut Dancer, Circlecrown Dj, komunitas baca Garut Cerdas Terampil (Gartcester), komunitas penggiat advokasi HIV/AIDS Kelompok Dukungan Sebaya Garut Family Care (KDS GFC), dan banyak lainnya,” jelas Bayu, yang sekarang menjabat sebagai Ketua Umum Komunitas Sabanda Sariksa Periode 2017-2022.

Berikut beberapa kegiatan dan event Sabanda Sariksa sejak berdirinya.

Woww… Ada Iwan Fals di CFD !

Event Car Free Day (CFD) Sabanda Sariksa, Minggu (8/7), yang dibuka Goody Pope, band Pop Punk lokal Garut, dimeriahkan oleh penampilan Budi Cilok dan komunitas Orang Indonesia (OI) Garut, penggemar Iwan Fals.

Awalnya, tidak ada satupun panitia yang mengira bahwa kedatangan OI bakal diikuti penampilan Budi Cilok, sosok seniman unik dari Bandung yang memiliki suara mirip Iwan Fals. Meski komunitas ini sudah melayangkan surat konfirmasi sebelumnya bahwa kedatangan mereka adalah untuk ikut memeriahkan event Car Free Day (CFD), namun didalamnya tidak disebutkan soal kehadiran sosok Iwan Fals dari Bandung tersebut.

Pun saat tiba-tiba saja muncul dari kerumunan sesosok laki-laki gondrong, berkaca mata hitam dan menenteng gitar kopong kesayangannya, naik keatas panggung. Panitia dan pengunjung CFD baru ngeh bahwa sosok unik ini adalah Budi Cilok, saat ia mulai melantunkan hits-hits milik Iwan.

Dengan kemiripan yang boleh dikatakan hampir 100%, Budi memukau pengunjung CFD. Lantunan suara Budi memaksa pengunjung berhenti didepan panggung, kemudian ikut melantunkan hits-hits Iwan Fals yang dibawakannya.

Puncak penampilan Budi adalah ketika ia membawakan hits Iwan Fals berjudul ‘Ibu’ dan ‘3/4 malam’, hits dari album milik Budi sendiri. Lantunan suara dan lirik yang dibawakannya, sontak memaksa pengunjung untuk ikut menyanyikannya.

Aksi panggung Budi Cilok yang memukau pengunjung Car Free Day (CFD) di Garut, Minggu (8/7). (Foto : Ruben)

Ayo Bersih-bersih !

Seperti biasa, ditengah-tengah pertunjukan panitia pelaksana tak lupa mengingatkan pengunjung dan semua komunitas yang hadir, untuk ikut bersih-bersih kota lewat Operasi Semut. Dari minggu ke minggu, Operasi Semut bersih-bersih kota yang dikampanyekan Sabanda Sariksa semakin menyedot banyak komunitas yang hadir.

Menurut Tanos Yusuf Kibar, Koordinator Event Sabanda Sariksa periode 2017-2022, kegiatan ini merupakan agenda rutin Sabanda Sariksa di event CFD. “Semoga saja kampanye aksi Sabanda Sariksa yang rutin dilakukan setiap minggu ini, menarik animo banyak orang untuk peduli lingkungan, dengan selalu menjaga kebersihan,” kata Tanos.

Kegiatan Operasi Semut ini, menurut Ibrahim Rasyid Salam, Pendiri Komunitas Sabanda Sariksa, merupakan salah satu dari sekian banyak rangkaian agenda sosial Sabanda Sariksa. Kegiatan tersebut adalah wujud komitmen Sabanda Sariksa untuk berbakti kepada negeri, sesuai motto yang diusungnya.

“Kami berkomitmen untuk terus berbakti kepada tanah kelahiran kami, sesuai motto Sabanda Sariksa ‘Kungahiji Urang Babagi, Keur Bakti Ka Lemah Cai’. Lewat kegiatan Operasi Semut ini, kami mengajak khalayak untuk peduli kebersihan kota,” katanya.

Peserta kegiatan Operasi Semut yang digagas Sabanda Sariksa, Minggu (8/7). Dari minggu ke minggu, animo pengunjung Car Free Day (CFD) untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini semakin meningkat. (Foto : Rikky)

Kampanye “Buku Keur Balarea”

Kampanye “Buku keur Balarea” adalah ajakan untuk kembali mencintai buku. Buku adalah jendela dunia, begitu pepatah bilang. Tak heran karena lewat buku, kita bisa memperoleh wawasan, pengetahuan serta gagasan-gagasan baru.

Lewat kampanye ini, Gartcester (Garut Cerdas Terampil) mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk gemar membaca buku dan berpartisipasi aktif membantu program pemerintah meningkatkan kualitas hidup manusia.

“Selain kampanye baca, Gartcester mengajak masyarakat untuk ikut pula mendonasikan buku bekas layak baca, agar dapat diakses masyarakat luas lewat Kedai Baca Gartcester yang dilaksanakan setiap event Car Free Day (CFD) Sabanda Sariksa berlangsung,” demikian disampaikan Ketua Umum Garut Cerdas Terampil (Gartcester) Deni Gerdiana, Minggu (28/7/2019).

Organisasi yang mewadahi komunitas pecinta buku ini, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut serta mengkampanyekan Gerakan Cinta Baca.”Membaca mengembangkan wawasan, membuka pikiran, untuk membuka kotak pandora cakrawala luas. Cinta Garut, Cinta Baca dan Peduli Lingkungan kita. Itu yang sekarang tengah kami coba gelorakan lagi,” tambah Deni.

Harapannya, lanjut Deni, masyarakat bisa semakin melek ilmu pengetahuan. “Bangsa yang maju adalah bangsa yang melek ilmu pengetahuan. Dan buku adalah jendelanya,” kata Deni. Selain kampanye cinta baca, Garcester juga mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi aktif mendonasikan buku layak baca agar dapat diakses masyarakat luas.

“GartChester akan mengelolanya. Buku-buku yang didonasikan akan kami distribusikan kembali kepada khalayak dengan cara meminjamkannya. Sumbangan buku anda adalah kesempatan bagi orang lain untuk juga bisa mengaksesnya,” urai Deni.

Bagi anda yang ingin mengetahui lebih lanjut agenda kegiatan Gartcester ini, silahkan kunjungi standnya di event Car Free Day (CFD) Sabanda Sariksa setiap Minggu pagi pukul 06.00 – 10.00.

“Mari Membaca, dan Sumbangkan Buku Anda ! Support & Respect,” pungkas Deni.

Stand Gartcester (Garut Cerdas Terampil) di event Car Free Day (CFD) Sabanda Sariksa, Minggu (8/7). Tampak dalam gambar buku-buku yang didonasikan para pengunjung CFD dari event ke event. (Rikky)

BMX On The Street !

Banyak yang menarik di event Car Free Day (CFD) Sabanda Sariksa. Diantaranya, saat Sabanda Sariksa menampilkan suguhan yang tak biasa; BMX on The Street !

Adalah komunitas rider BMX Street Players (SP) yang unjuk gigi di event CFD. Mereka berkesempatan tampil di ajang non-kompetisi yang berlokasi di jalan raya. Menurut Bayu, yang juga pendiri Street Players, momen tersebut memang jarang terjadi.

“Ini adalah pengalaman baru bagi rider SP; tampil on the street di even CFD dengan menggunakan obstacle layaknya kompetisi resmi BMX. Momen kemarin jarang terjadi di Garut. Bahkan mungkin didaerah lain pun demikian,” kata Bayu.

Tak pelak lagi, penampilan rider SP mendapat respon yang cukup meriah dari warga Garut yang hadir di CFD. Aksi-aksi spektakuler rider SP saat menaklukkan berbagai obstacle (rintangan) yang disediakan panitia, selalu mendapatkan aplaus dari warga yang menyaksikan.

Terlebih, rider-rider yang tampil, tidak hanya berasal dari Garut. “Rider-rider Bandung sengaja kami datangkan. Mereka berasal dari berbagai vendor ternama, diantaranya Streetlab dan Merion,” demikian Bayu.

“Kami berkomitmen untuk selalu berusaha menyuguhkan yang terbaik bagi warga Garut. Setelah vakum selama Bulan Ramadhan serta libur Idul Fitri, Sabanda Sariksa kembali menggebrak CFD dengan perform-perform yang tidak biasa. Setelah ini, minggu-minggu selanjutnya bakal kami isi terus dengan suguhan yang berbeda dan menarik,” ujar Ibrahim Rasyid Salam (Aim), salah satu Pendiri Sabanda Sariksa.

Advokasi Pasien GAKIN

Tim Advokasi Kesehatan Sabanda Sariksa, juga terlibat aktif dalam berbagai kegiatan advokasi. Diantaranya, melakukan pendampingan terhadap pasien GAKIN (Keluarga Miskin) di RSUD Dr. Slamet Garut. Tim mendampingi pasien sejak pasien bersangkutan masuk RSUD, Jumat (13/10/2012) hingga keluar, Senin (16/10/2012).

Karena tidak memiliki Kartu Peserta Jamkesmas maupun Jamkesda, dan hanya membawa Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari Desa, pasien bernama Naisila Amelia (Amel – 2th), putri dari pasangan Sulaiman – Rina Susilawati, warga Kp. Sawah Jalan RT 06 RW 04 Desa Cipangramatan Kec. Cikajang – Kab. Garut tersebut, sempat tertahan saat mengurus proses administrasi kepulangan.

Amel dimasukkan dalam kategori pasien umum, serta diwajibkan membayar biaya selama dirawat, dengan potongan 10%. “Sesuai kebijakan, pasien yang hanya membawa SKTM memang masuk kategori umum, meski semua obat yang diberikan bersubsidi dan terkategori GAKIN. Pasien diwajibkan membayar semua biaya, dan diberikan potongan 10%,” kata petugas administrasi RS yang enggan disebutkan namanya.

Setelah melalui proses dan diskusi yang alot, akhirnya tim advokasi Sabanda Sariksa berhasil meyakinkan pihak RS untuk membebaskan pasien dari segala biaya. “Berdasarkan survei lapangan yang kami lakukan, memang pasien tersebut berasal dari keluarga tidak mampu. Karenanya memiliki hak untuk dibebaskan dari segala biaya, meski tidak menjadi peserta Jamkesmas/Jamkesda,” demikian Yana Kusdiana, Program Manager/Kepala Departemen Pengembangan Komunitas Sabanda Sariksa saat itu, yang memimpin langsung proses advokasi, Selasa (17/10/2012).

Sebelumnya Sabanda Sariksa melakukan beberapa kegiatan pendampingan dan penggalangan dana untuk (Alm.) Raffa Abocate (1 th), warga Cibatu, anak yang hidup dengan Hydranchepalli (penumpukan cairan dikepala), (Alm.) Rahma (2th) warga Cigedug, anak yang mengalami kekurangan gizi dan Dendi (31 th), warga Kp. Sukadana Kec. Garut Kota, orang yang hidup dengan Tuberculosis (TBC).

“Ini merupakan bagian dari program kongkrit kami dibidang kesehatan. Edukasi, advokasi dan kampanye dibidang Kesehatan merupakan salah satu program utama Sabanda Sariksa,” kata Ibrahim Rasyid Salam, Ketua Sabanda Sariksa saat itu.

Aim, demikian pria ini dipanggil, menghimbau warga masyarakat tidak mampu untuk segera mengurus kepesertaan Jamkesda. “Tahun 2013, program tersebut akan dijalankan kembali oleh Pemkab,” ungkap Aim, didampingi Denny Gerdiana, Kepala Divisi Edukasi, Advokasi dan Kampanye Kesehatan Sabanda Sariksa.

Denny Gerdiana menambahkan, untuk tahun ini (2012), penambahan peserta program Jamkesmas dan Jamkesda sudah tidak memungkinkan karena memang programnya terhenti ditengah jalan. Namun, kata Denny, pasien bisa menyiasatinya dengan melakukan mutasi dan atau alih nama. “Silahkan pasien berkoordinasi dengan pihak desa soal itu. Karena pihak Desa pasti memiliki data pemilik kartu Jamkesda /Jamkesmas yang sudah meninggal, atau peserta yang memang tidak tepat sasaran. Proses mutasinya nanti dilakukan dibagian Adkesra Pemkab,” kata Denny saat itu.

Peringatan World Aids Day 2018

Pada hari Sabtu, (2/12/2018), Sabanda Sariksa mengadakan acara Hari Aids Sedunia, yang diperingati setiap tanggal 1 Desember. Acara yang bertajuk “Know your Status” tersebut dibuka oleh Wakil Bupati Garut dr. Helmi Budiman.
“Acara tersebut merupakan salah satu bentuk kepedulian kami terhadap persoalan HIV/AIDS. Tahun 2018 kemarin, HAS mengambil tema Know your Status (Ketahui Statusmu). Setiap tahun, peringatan hari AIDS ini memiliki tema yang berbeda-beda. Namun, semua event HAS di mana pun, pasti memiliki tema yang sama dan pelaksanaannya serentak di seluruh dunia,” jelas Bayu.

Apresiasi Wagub Jabar

Bayu Ningrat, Ketua Umum Sabanda Sariksa, mendampingi Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum, dalam sebuah acara di Garut, Sabtu (27/7/2019).

Sementara itu, Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum, secara khusus menyampaikan apresiasinya terhadap berbagai kegiatan komunitas anak muda di Garut, yang banyak diinisiasi Sabanda Sariksa. “Bagus sekali. Saya tentu mengapresiasi, ya. Komunitas Sabanda Sariksa, ya? Oke. Silahkan, nanti Pemprov Jabar pasti akan mendukung. Apalagi program pak Gubernur Jabar salah satunya adalah pengembangan ekonomi kreatif. Tentu saja, potensi dan kreativitas anak muda seperti ini yang akan banyak dieksplorasi,” kata Wagub Jabar, Sabtu (27/7/2019) kepada Konten.co.id, dalam sebuah acara di Garut.

Untuk mengetahui lebih lanjut terkait komunitas Sabanda Sariksa ini, silahkan kunjungi IG mereka di

https://instagram.com/sabanda_sariksa?igshid=6j5kvsp8dimz

Penulis : IGR

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *