Menteri Susi: 2030, Sampah Plastik di Laut Lebih Banyak dari Ikan

Menteri Susi: 2030, Sampah Plastik di Laut Lebih Banyak dari Ikan

Menteri Susi sebut, masuknya Indonesia dalam 2 besar penyumbang sampah plastik di laut terbanyak dunia adalah hal yang memalukan.

Indonesia Penyumbang Sampah Plastik ke 2 Terbanyak di Dunia

Konten.co.id – Indonesia memiliki rekor bagus dalam dunia ekspor perikanan. Yaitu menjadi terbesar di Eropa dan keempat di dunia.

Tapi Indonesia punya satu kelemahan yaitu jadi penyumbang plastik nomor dua terbesar di dunia. Hal ini tentunya sangat tidak baik.

“Itu bagus, tapi ada (urutan) lebih bagus lagi. Cuma ini bagusnya memalukan. Nomor dua di dunia untuk plastik. Kalau tidak hindari ini, kita tidak mencegah dari kita, kita tidak jagain, di laut Indonesia, baik Pasifik maupun Samudera Hindia pada 2030-2050, diperkirakan terus naik dan diperkirakan akan lebih banyak plastik daripada ikan,” kata Susi, di di pulau Jemanja, Anambas, Kepulauan Riau, Kamis (18/7/2019).

Ia mencontohkan, saat kerja bakti di pantai tersebut bisa mengumpulkan sampah hingga 300 kg. Sampah tersebut didominasi sedotan, botol plastik, tutup plastik, dan puntung rokok.

“Saya pikir karang, ternyata puntung rokok. Saya juga merokok, tapi tidak pernah saya tinggalkan sampah di laut di mana pun saya pergi. Selalu saya kantongin, baju renang saya celananya ada saku kecil, pulang penuh puntung rokoknya,” ujarnya.

Menurut dia, kantong keresek saja 400 tahun tidak hancur. Dia mengatakan laut tidak suka dengan sampah. Sampah yang dibuang akan kembali ke pesisir. “Sudah gitu nyangkut dijaring bapak. Akhirnya nanti lebih banyak plastik daripada ikan. Itu benar, bukan omong kosong. Di pasifik sudah ditemukan beberapa pulau, pulau plastik terapung-apung di tebgau laut, besar sekali, lebih besar dari Pulau Jawa. Itu plastik dari seluruh dunia dan mungkin kita,” kata Susi

Hal ini sangat menyedihkan. Terlebih Anambas akan dijadikan sebagai potensi ekonomi wisata laut.

Terlebih, Indonesia juga saat ini sudah punya janji pada PBB untuk mengurangi di laut hingga 75 persen pada 2025. Presiden Joko Widodo atau Jokowi, kata Susi, juga sudah menandatangani Peraturan Presiden Nomot 83 Tahun 2018 soal pengurangan sampah plastik di laut.

“Sebentar lagi bupati camat semua punya tugas, kita semua bangsa indonesia punya tugas, karena sudah diteken tahun 2018. Jadi saya mohon bapak-bapak mulai mengurangi, minum tidak boleh pakai sedotan, botol beli yang besar,” tukasnya. (*)

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *