MA Bebaskan Terdakwa Kasus BLBI

MA Bebaskan Terdakwa Kasus BLBI

Vonis tidak bulat, dua hakim nilai terdakwa kasus BLBI Syafruddin Temenggung tak melakukan tindak pidana.

MA Bebaskan Terdakwa Kasus BLBI, KPK Kalah di Sidang Kasasi

Konten.co.id – Vonis yang dijatuhkan Mahkamah Agung terhadap terdakwa kasus korupsi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) Syafruddin Arsyad Temenggung ternyata tidak bulat.

Dalam persidangan yang dilakukan pada Selasa (9/7), dua majelis hakim agung menyatakan apa yang dilakukan oleh mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) itu bukan merupakan perbuatan pidana.

Meski di pengadilan tingkat pertama, Syafruddin terbukti melakukan korupsi. Hakim Pengadilan Tinggi menyatakan perbuatan terdakwa masuk ke ranah pidana khusus. Dua hakim tersebut adalah Syamsul Rakan Chaniago dan Mohammad Askin. Syamsul menilai perbuatan Syafruddin masuk kategori perdata, sedangkan Askin menilai apa yang dilakukan terdakwa adalah pelanggaran administratif. Sementara, ketua majelis Salman Luthan, sependapat dengan pertimbangan majelis hakim di Pengadilan Tinggi.

“Mengadili sendiri, menyatakan terdakwa Syafruddin Arsyad Temenggung terbukti melakukan perbuatan sebagaimana yang didakwa kepadanya tetapi perbuatan itu tidak merupakan suatu tindak pidana,” demikian yang disampaikan oleh Kabiro Humas MA, Hakim Agung Abdullah ketika memberikan keterangan pers, Selasa (9/7/2019).

Akibatnya, hakim agung memerintahkan agar semua tuntutan yang dialamatkan kepada pria berusia 58 tahun itu dilepaskan. “Memulihkan hak terdakwa dalam kemampuan, kedudukan, dan harkat serta martabatnya,” kata dia lagi.

Poin lainnya yakni hakim MA memerintahkan agar Syafruddin segera dibebaskan dari tahanan. Saat ini yang bersangkutan masih dalam penahanan di rutan K4 di belakang gedung KPK.

Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak lembaga antirasuah terkait putusan kasasi dari MA bagi Syafruddin. Ini menjadi kali pertama terdakwa kasus korupsi yang ditangani oleh KPK dibebaskan oleh MA di tingkat kasasi.

Sebelumnya, di tingkat Pengadilan Tinggi, hukuman Syafruddin justru diperberat menjadi 15 tahun dari yang semula 13 tahun penjara. Begitu pula denda yang dikenakan, dari semula Rp700 juta menjadi Rp1 miliar. (*)

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *