fbpx

M Iriawan Bantah Ketahui Otak Penyerangan Novel Baswedan

M Iriawan Bantah Ketahui Otak Penyerangan Novel Baswedan

Perkembangan kasus penyerangan Novel Baswedan.

Komjen Iriawan Bantah Ketahui Otak Penyerangan Novel Baswedan

Konten.co.id – Mantan Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Mochamad Iriawan menyayangkan tuduhan yang dilayangkan kepada dirinya atas kasus penyiraman air keras ke wajah Novel Baswedan.

Ia pun membantah telah diperiksa oleh Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus Novel Baswedan.

“Bukan diperiksa, tetapi klarifikasi atau ngobrol. Kalau diperiksa itu kan di-BAP , tetapi pertemuan saya dengan TGPF tidak ada pemeriksaan,” ujar Sekretaris Utama Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) ini dikutip dari siaran pers di Jakarta, Minggu (14/7/2019).

Dalam pertemuan dengan TGPF, pria yang akrab disapa Iwan Bule ini mengaku tenang tidak mengetahui apa-apa soal pelaku penyiraman air keras ke wajah Novel Baswedan.

“Saya nggak tahu apa-apa tentang pelaku penyiraman Novel apalagi tahu pelakunya. Saya nggak ada sangkut-paut dengan kasus ini. Mungkin TGPF, merasa saya tahu kasusnya Novel, saya bilang nggak tahu,” kata Iwan Bule.

Terkait pertemuan dengan Novel Baswedan oleh TGPF di Polda Metro Jaya. Iwan Bule menampik pertemuannya tersebut terkait dengan kasus penyiraman air keras.

Melainkan terkait dengan penanganan kasus korupsi besar dan dapat masuk ke sektor-sektor yang belum bisa diungkap KPK. Misalnya mafia pangan.

“Saya diskusi masalah sinergitas Polri dan KPK dalam penanganan korupsi. Kala itu, Novel datang bersama Brigadir Arif, itu sahabatnya dia. Dia anak buah saya di Brimob Polda Metro Jaya, lewat dia akhirnya ketemu saya,” kata Iwan Bule.

“Itu pertemuan kami di ruang kerja Kapolda Metro. Kemudian saya sempat ditanya (TGPF) kapan lagi pernah ketemu, saya jawab pernah ke rumahnya (Novel) diajak Arif juga karena anaknya Novel lahir, nama anaknya Umar. Saya silaturahmi,” tegas Iwan Bule.

Iwan Bule mengaku dirinya memang sempat mengingatkan Novel terkait dengan adanya ancaman kepada penyidik KPK, tetapi hanya dalam konteks wajar.

“TGPF mempunyai asumsi bahwa saya ke rumah Novel itu memberi tahu bahwa nanti akan ada yang menganiayai, makanya diingatkan harus hati-hati. Mereka juga berasumsi bahwa saya tahu pelaku dari penyiraman ke Novel. Ini kan aneh,” tutur Iwan Bule.

Daripada berasumsi kepada dirinya, Iwan Bule menyarankan agar TGPF mencari pelaku penyiraman Novel Baswedan dengan serius.

“TGFP harusnya menjelaskan apa yang sudah dilakukan mulai dari TKP , temuan-temuan lain yang memberikan petunjuk kepada peristiwa itu , kendala-kendalanya sehingga TPGF belum bisa mengungkap atau menemukan fakta. Jelaskan dong ke publik,” ujar Iwan Bule. (*)

Penulis : Ade Indra
Editor : IGR

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *