Lepaskan Pekerjaan Kantoran, Pria Ini Pilih Jadi Tukang Parkir

Lepaskan Pekerjaan Kantoran, Pria Ini Pilih Jadi Tukang Parkir

Kisah unik seorang pria yang melepaskan pekerjaan kantoran demi menjadi tukang parkir.

Pria Ini Lepaskan Pekerjaan Kantoran, dan Memilih Jadi Juru Parkir

Konten.co.id – Pekerjaan tukang parkir acap kali jadi sorotan buruk. Terutama karena kerap menghilang ketika orang datang dan ada ketika pengendara hendak pergi.

Namun imej ini dihapus oleh Agung S, salah seorang tukang parkir di wilayah perempatan Giant Yasmin Bogor. Ia menata tukang parkir. Dari keuangan hingga pembagian shift.

“Dengan pembagian shift dan kepastian penjagaan serta tarif saya pribadi sekarang sudah bisa mengantongi uang Rp 100 hingga Rp 200 ribu,” katanya, Sabtu (13/7/2019).

Kecerdasan Agung dalam mengatur parkiran bukanlah tiba-tiba. Ia adalah tukang parkir yang memiliki latar belakang berbeda dari tukang parkir lainnya.

Ia berasal dari keluarga yang cukup mampu. Orang tuanya bisa membiayai dia sampai tamat kuliah di salah satu kampus negeri di Jakarta dan Agung adalah seorang sarjana. Wow!

Lantas kenapa Agung memilih jadi tukang parkir? Dia mengaku bosan setiap hari bekerja di kantor dengan waktu yang cukup lama, tetapi bayaran yang dia dapatkan tidak cukup banyak.

Ia pun selalu nongkrong bersama teman-temannya di perempatan Giant Yasmin dan mendapatkan uang untuk rokok dengan cara mengatur lalu lintas di daerah tersebut. Lama kelamaan dia mulai tertarik menjadi tukang parkir tetap di wilayah tersebut.

“Saya lihat jadi tukang parkir lebih dari kerja di kantor makanya saya pilih jadi tukang parkir. Tapi saya kasih aturan supaya kita yang jaga parkiran bisa teratur waktu, penghasilan dan gak rebutan,” kata pria yang akrab disapa Brewok ini.

Perempatan Giant Yasmin cukup terkenal dengan wilayah kemacetan yang cukup padat, apalagi di saat akhir pekan tiba jumlah kendaraan yang membeludak mendatangkan keberkahan tersendiri bagi Agung dan kawan-kawan karena meningkatkan pendapatan yang cukup signifikan dibandingkan dengan hari-hari biasanya.

“Saya kerja dua jam saja. Pendapatannya Rp 100 ribu sampai Rp 200 ribu. Kalau weekend bisa sampai Rp 400 ribu,” kata Agung. (*)

Penulis : Ade Indra
Editor : IGR

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *