KPK: Gubernur Kepri Tersangka Suap & Gratifikasi Reklamasi

KPK: Gubernur Kepri Tersangka Suap & Gratifikasi Reklamasi

Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun terjerat OTT KPK. Statusnya kini sudah ditingkatkan menjadi tersangka.

Ditetapkan KPK, Gubernur Kepri Tersangka Suap & Gratifikasi Reklamasi

Konten.co.id – Menyusul Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan pada Rabu (10/9/2019) kemarin, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menetapkan Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Nurdin Basirun sebagai tersangka suap dan gratifikasi. Nurdin diduga menerima suap terkait izin prinsip dan lokasi pemanfaatan laut, proyek reklamasi di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil Kepri tahun 2018/2019.

“KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan. Empat orang sudah ditetapkan menjadi tersangka, yaitu NBA (Nurdin Basirun), EDS (Edy Sofyan), BUH (Budi Hartono), dan ABK (Abu Bakar),” kata Basaria Pandjaitan, Wakil Ketua KPK, Kamis (11/7/2019) dikutip dari Kompas.com.

Empat tersangka tersebut adalah:

Diduga sebagai penerima

1.Nurdin Basirun (Gubernur Kepri);

2.Edy Sofyan sebagai Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pemprov Kepri;

3.Budi Hartono sebagai Kepala Bidang Perikanan Tangkap DKP Pemprov Kepri; dan

Diduga sebagai pemberi

4.Abu Bakar sebagai swasta

Nurdin dikenakan Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12 B Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Sedangkan Edy dan Sofyan disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sedangkan Abu Bakar sebagai pemberi suap disangka melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Untuk sangkaan suap, Nurdin diduga menerima sejumlah pemberian dari Abu Bakar melalui Edy. Setidaknya ada dua kali penerimaan yang dicatat KPK, yaitu sebesar SGD 5.000 dan Rp 45 juta pada 30 Mei 2019 serta sebesar SGD 6.000 pada 10 Juli 2019.

Sedangkan untuk sangkaan gratifikasi, KPK menyita dari rumah Nurdin sejumlah uang dalam berbagai pecahan mata uang, antara lain:

  • SGD 43.942 (Rp 456.300.319,3)
  • USD 5.303 (Rp 74.557.528,5)
  • Euro 5 (Rp 79.120,18)
  • RM 407 (Rp 1.390.235,83)
  • Riyal 500 (Rp 1.874.985,75)
  • Rp 132.610.000

Total nilai uang yang disita di rumah Nurdin ada Rp 666.812.189,56. (*)

Penulis : Ade Indra
Editor : IGR

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *