fbpx

Kisah Anjing yang Masuk Surga

Kisah Anjing yang Masuk Surga

Anjing yang masuk surga ada di surat Al Kahfi ayat 9 sampai 26

Ada Anjing Masuk Surga? Ini Kisahnya

Konten.co.id – Anjing kini menjadi viral. Pertama saat SM (52) mengamuk di masjid Al Munawaroh Sentul City, Bogor, Minggu (30/7/2019) membawa anjing hitam lucunya.

Lalu di twitter heboh soal anjing yang berkeliaran di sekitar masjidil haram.Sebagian netizen banyak yang mengamuk lantaran binatang yang dikenal galak namun imut menggemaskan ini dibiarkan masuk ke tempat ibadah.

Tapi kalian tahu gak sih ada anjing yang justru masuk surga? Semuanya terangkum dalam kisah Ashabul Kahfi dalam surat Al Kahfi ayat 9 sampai 26.

Dikisahkan seekor anjing bernama Qithmir menemani tujuh pemuda Ashabul Kahfi yaitu Maxalmena, Martinus, Kastunus, Bairunus, Danimus, Yathbunus, dan Tamlikha.bersembunyi di dalam gua.

Mereka melarikan diri dari seorang raja bernama Diqyanius, yang dikenal sangat zalim.

“Nanti (ada orang yang akan) mengatakan (jumlah mereka) adalah tiga orang yang keempat adalah anjingnya, dan (yang lain) mengatakan: “(jumlah mereka) adalah lima orang yang keenam adalah anjing nya,” sebagai terkaan terhadap barang yang gaib; dan (yang lain lagi) mengatakan: “(jumlah mereka) tujuh orang, yang ke delapan adalah anjingnya.”

Katakanlah: “Tuhanku lebih mengetahui jumlah mereka; tidak ada orang yang mengetahui (bilangan) mereka kecuali sedikit.” Karena itu janganlah kamu (Muhammad) bertengkar tentang hal mereka, kecuali pertengkaran lahir saja dan jangan kamu menanyakan tentang mereka (pemuda-pemuda itu) kepada seorang pun di antara mereka.” (QS. Al Kahfi: 22)

Dalam Kitab Qishashul Anbiya karya Ibnu Katsir menceritakan suatu ketika datang sejumlah pendeta Yahudi menemui Khalifah Umar bin Khattab dan Ali bin Abi Thalib.

Para pendeta itu meminta Umar dan Ali menjelaskan tentang sejumlah orang yang pada zaman dahulu sudah mati selama 309 tahun, kemudian dihidupkan kembali oleh Allah. “Bagaimana hikayat tentang mereka itu?” ucap seorang pendeta.

Ali bin Abi Thalib pun mulai bercerita, Nabi Muhammad SAW mengisahkan kisah itu terjadi di negeri Romawi. Di sebuah kota bernama Aphesus atau Tharsus.

Kota Aphesus setelah Islam datang, kemudian berganti nama menjadi Tharsus atau Tarse, wilayah yang terletak di Turki.

Negeri itu dipimpin oleh raja zalim bernama Diqyanius. Ia mengaku dirinya adalah Tuhan. Ada enam pemuda yang ia percaya sebagai menteri.

Namun, karena Diqyanius meminta semua rakyat untuk tunduk dan menyembahnya, keenam pemuda itu memilih pergi melarikan diri. Dalam perjalanan melarikan diri, keenam pemuda tersebut bertemu seorang penggembala kambing.

Mendengar cerita keenam pemuda itu, si penggembala merasa trenyuh sehingga memutuskan untuk ikut. Jadilah mereka berjumlah tujuh orang.

Sebelum pergi, si penggembala beranjak kemudian kembali diikut seekor anjing. Melihat anjing, keenamnya kaget. Mereka berkata satu sama lain mengenahi kekhawatiran jika keberadaan anjing itu nantinya membongkar rahasia.

Mereka pun minta kepada si penggembala supaya anjing itu dihalau saja dengan batu. Anjing itu melihat kepada Tamlikha dan teman-temannya.

Ia lalu duduk di atas dua kaki belakang, menggeliat, dan mengucapkan kata-kata dengan lancar dan jelas sekali. “Hai orang-orang, mengapa kalian hendak mengusirku, padahal aku ini bersaksi tiada tuhan selain Allah, tak ada sekutu apa pun bagi-Nya.

Biarlah aku menjaga kalian dari musuh, dan dengan berbuat demikian aku mendekatkan diriku kepada Allah SWT.”

Anjing bernama Qithmir itu akhirnya diperbolehkan ikut bersama rombongan tersebut.

Rombongan pemuda itu kemudian menaiki sebuah bukit bernama Naglus dan memasuki gua bernama Washid atau Kheram. Kemudian atas kuasa Allah, ketujuh pemuda Ashabul Kahfi tersebut tidur selama bertahun-tahun di gua.

Qithmir diriwayatkan menjaga ketujuh pemuda selama bersembunyi di dalam gua. Berbagai riwayat dan sebagian ulama menyebutkan, Qithmir menjadi anjing yang kelak dijamin masuk surga. (*)

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *