fbpx

Jual Beli KK Warnai PPDB

Jual Beli KK Warnai PPDB

Komisi X DPR minta ada tindakan tegas bagi orang tua dan sekolah yang melakukan jual beli KK.

Mau Masuk Sekolah, Orang Tua Jual Beli KK

Konten.co.id – PPDB Online saat ini menimbulkan banyak polemik. Komisi X DPR RI menilai terjadi jual-beli kartu keluarga (KK) palsu yang diduga melibatkan oknum sekolah dan calon murid.

“Setiap kebijakan ideal apa pun, selalu ada penyelewengan. Dulu SKTM (surat keterangan tidak mampu) diselewengkan, sekarang dengan zonasi jarak, setengah murid SMP tertentu tiba-tiba mereka punya KK baru, di dekat sekolah SMA tertentu,” kata Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaiufuddin dalam diskusi di gedung Kominfo, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (1/7/2019).

Untuk mencegah hal serupa, Komisi X DPR akan berkoordinasi dengan Ditjen Dukcapil untuk menelusuri penyelewengan ini. Tindakan curang ini, menurutnya, pasti merugikan murid lainnya.

Ia mengatakan jual-beli KK yang dipakai untuk masuk ke sekolah itu nilainya mencapai puluhan juta rupiah.

Pihaknya meminta agar ada sanksi tegas bagi pelaku kecurangan.

“Dengan dukcapil harus juga kita koordinasikan, bagaimana hal ini bisa terjadi, kalau kita evaluasi lagi, pasti orang tua kalau dilakukan dengan fair pasti mereka terima. Yang mereka tidak terima banyak penyimpangan yang terjadi yang merugikan orang tua dan murid yang jujur,” ujarnya.

“Ini bagaimana, apa sanksi yang kita berikan, harus tegas kalau terbukti ada ASN, kepala daerah, atau dinas-dinas dan sekolah yang terlibat, bahkan ada unsur keamanan yang terlibat dalam jual-beli KK yang nilainya bisa puluhan juta rupiah, bisa sehari jadi KK hanya untuk mendapatkan sekolah yang favorit,” ucapnya.

Hetifah juga menyinggung soal peran kepala dinas dan kepala daerah dalam PPDB dengan zonasi. Di beberapa daerah, menurut dia, ada kepala daerah yang hanya menampung sebagian protes masyarakat.

“Di beberapa daerah kami melihat penyimpangan yang sedikit banyak ada kepala dinas atau kepala daerah untuk mengakomodir aspirasi protes-protes yang muncul, yang bisa jadi protes ini mencerminkan sebagian aspirasi, tidak semua aspirasi,” pungkasnya. (*)

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Berita Lainnya :


Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Aplikasi Android

Aplikasi Portal Berita Konten di Google PlayStore

Satire

Berita Pilihan

Berita Video