fbpx

Indonesia dan RRC Jajaki Kerjasama di Bidang Energi

Indonesia dan RRC Jajaki Kerjasama di Bidang Energi

Indonesia semakin mesra dengan China.

Jajaki Kerjasama Bilateral di Bidang Energi, Indonesia-RRC Makin Mesra

Konten.co.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan pemerintah Indonesia dan China akan membahas transfer teknologi pada pengembangan energi dalam Forum Energi Indonesia-China (ICEF) ke-6 di Beijing.

Dalam forum bilateral dua tahunan itu, delegasi Indonesia beranggotakan 50 orang yang terdiri dari Kementerian ESDM, PT Perusahaan Gas Negara (PGN), PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), dan PT Pertamina untuk bertemu dengan kompatriot mereka dari China. Partner PGN dari China berkeinginan mendukung operasional PGN di dalam negeri dan pengembangan bisnis di luar negeri.

“Beberapa hal yang akan dibahas, diantaranya teknologi batu bara untuk pembangkit listrik. “Energi terbarukan ke depan bagaimana. Mereka juga mau menjajaki kerja sama geotermal,” katanya, Rabu (10/7/2019).

Sementara itu, Direktur Utama PT PGN Gigih Prakoso mengatakan kalau sebelumnya PGN pernah bermitra dengan Beijing Gas sebagai salah satu perusahaan yang menyalurkan gas di Kota Beijing “Sekarang kita coba untuk revisi, kira-kira ke depan seperti apa karena kami ingin kerja sama terus dilakukan,” kata Direktur Utama PT PGN Gigih Prakoso.

Sementara dengan Pertamina pihak China juga membicarakan beberapa hal yang berpotensi untuk dikerjasamakan. Seperti perpipaan yang saat ini sedang tahap tender di Lawe Lawe Kalimantan Timur.

Dalam forum tersebut Indonesia juga menyampaikan pentingnya substitusi batu baru menjadi “dimethyl ether” (DME) sebagai bahan bakar alternatif.

“Dengan adanya proyek ini diharapkan bisa mensubstitusi sebesar 1,8 juta ton per tahun sehingga impor kita berkkurang. Makanya kita adopsi teknologinya yang banyak berada di Mongolia Dalam sebagai sentra batu bara terbesar di China,” ujar Direktur Perencanaan, Investasi, dan Manajemen Risiko PT Pertamina Heru Setiawan.

Masalah biofuel juga disinggung dalam pertemuan tersebut, terutama saat pertemuan antarmenteri. Meskipun tidak menyebutkan data spesifik, seperti lokasi, Indonesia bisa memanfaatkan hasil riset geotermal China.

“Kalau biayanya ternyata lebih rendah kita manfaatkan di dalam negeri karena energi itu selain tersedia juga harus bisa dijangkau masyarakat,” kata Heru. (*)

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *