Gerakan Matikan TV Saat Pelantikan Presiden Menggema

Gerakan Matikan TV Saat Pelantikan Presiden Menggema

Gerakan Matikan TV saat pelantikan dinilai merugikan.

Tolak Jokowi Presiden, Muncul Gerakan Matikan TV Saat Pelantikan

Konten.co.id – Pasangan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin resmi menjadi presiden dan wakil presiden Indoneisa 2019-2024. Namun jelang pelantikannya, masih ada saja yang tidak suka bahkan tidak menerima kemenangan keduanya.

Bahkan kini menggema Gerakan Matikan TV saat pelantikan Presiden di media sosial. Salah satunya di akun @aing_soleh.

Di dalam cuitannya ia mengajak untuk semua warganet untuk mematikan TV saat pelantikan Presiden. “Gerakan matikan TV saat pelantikan presiden 2019-2024 SETUJU LIKE TIDAK SETUJU RT,” cuitnya.

Di dalam postingannya terselip sebuah foto yang juga bertuliskan “Tidak ada Legitimasi bagi rakyat Jika Menang atas Kecurangan!!! 70 juta rakyat Indonesia siap mematikan TV secara serempak pada 7-8 juli 2019. Beban listrik naik Tidak usah Hidupkan TV Tidak Usah Lihat Pelantikan Tidak usah dengar Berita Mainstream”

Gerakan tersebut disinyalir karena kekecewaanya terhadap hasil pemilu yang memenangkan Jokowi sebagai Presiden. Akibatnya kini postingan tersebut mendapat respon dari sejumlah netizen.

Akun @Yuliawati2679 misalnya. Cuitannya pun cukup lucu.

Ia mengatakan kalau matikan TV saat pelantikan tersebut ada harapan saat menyalakan TV presidennya diganti dengan presiden pilihannya. “Ada gerakan matikan TV Bersama saat pelantikan Jokowi …. Mungkin dengan harapan Pas TV nya dinyalakan lagi Presidennya jadi Prabowo Mungkin mereka berharap Ada keajaiban.. Could it be……?????” cuitnya.

@TjahjadiJudono mencuitkan “Ntar kl pas nyalain yg nongol film kunti gmna? Kunti jd pleciden?”

Sementara akun @ajisurjo2000 mengaku setuju hal tersebut lantaran mengurangi beban negara dari konsumsi listrik. “Hahahaha lumayan negara mengurangi biaya konsumsu listrik…kl bs selama 5 tahun matikan tv lebih irit listrik…biasa di dalam goa gak ada listrik”

Sedangkan akun @almaroeni3 menilai anjuran tersebut merugikan. “anjuran yg berisi permusuhan dan sangat rugi jika di terapkan” kata dia. (*)

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *