‘Founders’ Sepakbola Yang Sudah Dilupakan Dunia

‘Founders’ Sepakbola Yang Sudah Dilupakan Dunia

‘Founders’ sepakbola yang sudah mulai dilupakan dunia.

Di Balik Populernya Sepakbola, Para Founders Ini Punya Peran Vital

Konten.co.id – Sepakbola adalah olahraga yang paling populer di dunia. Bahkan atletnya seperti Cristiano Ronaldo, Messi dan lainnya menjadi olahragawan paling ternama di dunia.

Namun sebelum berkembang menjadi sesuatu yang menarik seperti sekarang, ada jasa dari orang-orang hebat yang merubah sepakbola menjadi indah untuk dimainkan. Siapa saja mereka?

H.J Lindon (penemu bola karet)

Bola adalah elemen utama dalam permainan sepakbola. Di jaman dulu, bola dibuat dari kandung kemih babi yang ditiup. Bahan tersebut menghasilkan bola dengan ukuran dan bentuk yang tidak teratur, sehingga sulit dikontrol dan tidak stabil.

Di tahun 1862, H.J Lindon mencari alternatif bahan pengganti kandung kemih babi. Dipilihlah bahan karet, karena karet bisa memastikan bola tetap keras dan mempertahankan bentuknya tetap baik. Sejak saat itu kantong karet mulai umum digunakan sebagai bola.

Kemudian saat FIFA berdiri, dimensi ukuran dan berat bola mengalami standarisasi yang berlaku secara internasional.

Adolf Dassler (penemu sepatu bola)

Selain bola, sepatu adalah hal utama dalam bermain sepakbola. Jika diamati sepatu bola punya desain khas dengan pull di bagian bawah sepatu. Ide desain sepatu bola demikian digagas oleh Adolf Dassler.

Adolf Dassler adalah pemuda yang menaruh minat pada olahraga, terutama atletik dan sepakbola. Adi mengamati para atlet dari setiap disiplin olahraga tidak memiliki sepatu khusus.

Dia berpikir bahwa jika setiap atlet mengenakan sepatu yang dioptimalkan secara spesifik untuk cabang olahraga mereka maka akan menghasilkan peningkatan kinerja.

Di tahun 1920 Adi kemudian mulai mengembangkan sepatu atletik dan mengirimkan sampelnya ke klub olahraga di Jerman. Sepatu desain Adi terbukti meningkatkan kecepatan dan akselerasi atlet.

Sepatu dengan enam pull logam karyanya akhirnya populer menjadi sepatu sepakbola. Adi kemudian membuka pabrik sepatu olahraga yang terkenal Adidas.

John Alexander Brodie (penemu gawang)

Gawang adalah tujuan akhir permainan sepakbola, dengan adanya gawang akan ada gol. Di masa awal sepakbola dimainkan pertama kali oleh bangsa China, mereka menjadikan dua tiang bambu vertikal dan kain sebagai gawang.

Saat sepakbola dipopulerkan oleh Inggris, mereka menggunakan pintu gerbang sebagai gawang. Barulah di tahun 1891, pria Inggris bernama John Alexander Brodie memperkenalkan bentuk gawang yang terdiri dari tiang vertikal (post) dan tiang horizontal (bar) dan dilengkapi jaring.

Gawang berjaring pertama kali digunakan pada Januari 1891, dan secara resmi baru digunakan tahun 1892 pada pertandingan West Bromwich Albion melawan The Villa. Pada 1896 FA menyempurnakan aturan dimensi gawang terkait ketebalan tiang, ukuran gawang dan harus bercat putih.

Ebenezer Cobb Morley (laws of the Game)

Di jaman sekarang pedoman aturan dalam sepakbola mengacu pada Laws of the Game. Laws of the Game sendiri digagas oleh Ebenezer Cobb Morley di tahun 1893.

Morley dianggap sebagai bapak sepakbola modern karena idenya mampu membuat pertandingan sepakbola menjadi tertib.

Awalnya Morley melihat aturan sepakbola dipahami secara multitafsir sekalipun sudah ada wasit yang memimpin.

Untuk itu Morley mengajak beberapa pihak untuk membuat peraturan dasar sepakbola yang kemudian dikenal dengan Laws of the Game, tujuannya agar klub-klub amatir di London sepakat dengan satu aturan.

Peraturan ini awalnya dipublikasikan melalui koran Life in London dan Sporting Chronicle pada tanggal 5 Desember 1863.

Hal yang diatur antara lain kostum, lapangan, perlengkapan pemain, bola, wasit, asisten wasit, durasi pertandingan, memulai pertandingan, bola masuk atau keluar area permainan, penghitungan skor, serta pelanggaran.

Saat FIFA berdiri di tahun 1908, Laws of the Game menjadi aturan dasar resmi sepakbola secara internasional. Dalam perkembangannya disempurnakan aturan mengenai offside, backpass, pelanggaran dan aturan baru lainnya.

Ken Aston (penemu kartu kuning dan merah)

Dilansir dari situs FIFA, aturan kartu kuning dan merah diberlakukan karena wasit kerap mengalami situasi bingung karena perbedaan bahasa. Ide penggunaan kartu untuk wasit digagas oleh wasit Inggris Ken Aston.

Awal mulanya Aston yang memimpin pertandingan piala dunia 1962 antara Chile dan Italia yang berlangsung kacau. Aston yang bermaksud mengeluarkan salah satu pemain Chile, namun tidak dipahami oleh si pemain sehingga tetap di lapangan dan bermain kasar.

Usai pertandingan dalam perjalanan pulang ke rumah mengendarai mobil, Aston berhenti di persimpangan jalan karena lampu merah. Seketika terlintas dalam pikirannya bahwa warna merah, kuning dan hijau adalah sesuatu yang diterima oleh semua orang sebagai isyarat lalu lintas.

Dari situ Aston terpikir untuk membuat kartu sebagai penanda hukuman bagi pemain dengan warna merah dan kuning. Kartu temuan Aston pertama kali diterapkan pada piala dunia 1970 di Meksiko.

Jean Marc Bosman (penemu transfer pemain)

Di masa dulu pemain sepakbola ibarat budak klub. Bagaimana tidak, apa yang dialami Bosman menunjukkan fakta bahwa pemain tidak sepenuhnya bisa memilih jalan karirnya sendiri.

Kejadian bermula di tahun 1990 saat Bosman yang bermain untuk RFC de Liege dan kontraknya habis memilih bergabung dengan Dunkerque demi mendapatkan menit bermain lebih banyak.

Tapi RFC de Liege sebagai klub asalnya tidak bersedia menerbitkan surat keluar dan berharap ada nilai transfer untuk itu. Dunkerque tidak menyanggupi nilai transfer yang diminta sehingga transfer tersebut batal.

Selanjutnya RFC de Liege hanya membayar 25% gaji Bosman dengan alasan kontraknya sudah habis, sambil menunggu ada klub lain yang menyanggupi nilai transfer si pemain.

Bosman yang merasa dirugikan membawa masalah ini ke Pengadilan Eropa di Luksemburg. Bosman baru mendapat keadilannya pada 15 Desember 1995 saat dia sudah pensiun. Dan RFC de Liege diharuskan membayar kompensasi ke Bosman.

Dampak terbesar kasus ini bagi sepakbola adalah munculnya Bosman rule, dimana seorang pemain yang sudah berada dalam enam bulan terakhir masa kontraknya berhak menjalin kesepakatan dengan klub lainnya dan pindah di akhir kontraknya dengan gratis.

Dan klub dilarang memberlakukan nilai transfer untuk pemain yang sudah habis kontraknya. (*)

Penulis : Ade Indra
Editor : IGR

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *