fbpx

Emak-Emak Militan Prabowo Tolak Rekonsiliasi

Emak-Emak Militan Prabowo Tolak Rekonsiliasi

Komunitas Emak-emak Militan tetap ingin Prabowo jadi presiden.

Kumpul di Kertanegara, Emak-emak Militan Prabowo Tolak Rekonsiliasi

Konten.co.id – Sekelompok perempuan yang menamakan diri Komunitas Emak-emak Militan Sedunia menolak jika Prabowo Subianto mengambil langkah rekonsiliasi dengan kubu Joko Widodo atau Jokowi.

Rombongan yang dikoordinir oleh Nurdiati Akma, Ketua Umum Badan Koordinasi Majelis Taklim (BKMT) ini membawa atribut berupa poster berisikan pesan agar Prabowo-Sandi tidak mengambil langkah rekonsiliasi.

“Kami tahu apa arti rekonsiliasi. Artinya kita menerima bergabung, lalu menghilangkan sejarah lama, yang tak bisa hilang dari dada kami,” kata Nurdiati, di Kertanegara, Jakarta Selatan, Jumat (5/7/2019).

Rombongan ini tiba sekitar pukul 14.00 WIB di Kertanegara. Mereka memulai aksi dengan berorasi dan bernyanyi di depan rumah Prabowo. Meski begitu, rumah itu nampak sepi, hanya ada penjaga yang meninjau dari halaman rumah. Pintu pagar rumah pun nampak terkunci.

Meski begitu, aksi tetap berjalan hingga pukul 14.30 WIB.

Dalam orasinya, mereka meyakini dalam Pemilu 2019, terjadi kecurangan yang masif terstruktur, dan kasat mata. Meski Mahkamah Konstitusi telah menolak gugatan terkait adanya kecurangan ini, mereka tetap menuding pemegang kekuasaan mengabaikan masalah ini.

“Kami yakin MK tidak buka itu bukti-bukti kami. Kapan dia sempat baca. Oleh karena itu, kami menolak. Apalagi mereka melanggar HAM berat. Hampir 700 petugas KPPS wafat yang tak tahu kenapa matinya,” kata Nurdiati.

Massa masih meyakini Prabowo – Sandiaga sebagai pemenang sesungguhnya dari Pilpres 2019. Bahkan enggan mengakui pasangan Joko Widodo – Ma’ruf Amin sebagai pemenang Pilpres 2019.

Kepada massa aksi, Nurdiati mengatakan Prabowo akan datang dari jauh hanya untuk menemui mereka. Massa pun nampak beristirahat dan memutuskan menunggu Prabowo datang.

“Kami tak akan pulang sebelum ketemu Pak Prabowo. Dan kami ingin Pak Prabowo jangan sekali-kali menerima rekonsiliasi,” kata Nurdiati.

Namun satu jam kemudian, massa sudah nampak membubarkan diri secara perlahan. (*)

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Berita Lainnya :


Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Aplikasi Android

Aplikasi Portal Berita Konten di Google PlayStore

Satire

Berita Pilihan

Berita Video