fbpx

Efek’ Ikan Asin’, Kasus Lama Pablo Benua Menyeruak ke Permukaan

Efek’ Ikan Asin’, Kasus Lama Pablo Benua Menyeruak ke Permukaan

Sudah jatuh tertimpa tangga, ‘ikan asin’ ngefek kemana-mana.

‘Ikan Asin’ Effect, Kasus Investasi Bodong Pablo Benua Ikut Keserempet

Konten.co.id – Efek Drama gonjang-ganjing ‘ikan asin’ Galih Ginanjar yang menyeret duo youtuber Pablo Benua dan Rey Utami, belum selesai. Namun, bandulnya mulai membanting ke sana-sini. ‘Ikan asin’ effect menyerempet ke kasus investasi bodong yang pernah dikelola oleh PT Inti Benua Indonesia milik Pablo Benua.

Kasus investasi bodong ini mencuat pada 2017 dan ditangani Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Adapun kasus ‘ikan asin’ mencuat setelah Fairuz melaporkan Galih Ginanjar dan Barbie Kumala, setelah video pencemaran nama baik mencuat di akun Youtube Pablo dan Rey.

Kasus tersebut bermodus investasi bodong yang ditawarkan oleh perusahaan ini.

Menurut OJK, modus operandi yang dilakukan perusahaan ini yakni calon konsumen yang ingin memiliki kendaraan, pertama kali harus membayar biaya administrasi sebesar Rp 5 juta untuk mobil dan Rp 750 ribu untuk motor.

Setelah itu para calon konsumen diminta untuk mengisi formulir pemesanan unit dan kelengkapan data pribadi.

Korban pun diwajibkan membayar deposit sebesar 54% dari harga OTR (on the road) kendaraan yang diinginkan serta menandatangani kontrak HGP (hak guna pakai) produk mereka bernama IBIS 54 Pro.

Setiap tahun calon konsumen harus membayar deposit, untuk mobil sebesar 10% dan untuk motor sebesar 15% maksimal jangka waktu yang diberikan satu kali melakukan kontrak 3 tahun.

Di akhir kontrak selama 3 tahun, mobil dikembalikan dan dana deposit dikembalikan namun dipotong 10%. Namun untuk motor, sepeda motor dikembalikan dan dana deposit dikembalikan tetapi dipotong 15% atau menjadi hak milik dengan menambah biaya 15%.

OJK dan Satuan Tugas Waspada Investasi rupanya mendapat laporan dan mencium ada kejanggalan dalam investasi ini, sehingga memutuskan untuk menghentikan aktivitasnya.

Tak Hanya Inti Benua Indonesia yang dihentikan, OJK juga menyetop lima perusahaan investasi lainnya yang selama ini beroperasi tanpa izin.

Diantaranya PT Compact Sejahtera Group, Compact500 atau Koperasi Bintang Abadi Sejahtera atau ILC, PT Inlife Indonesia, Koperasi Segitiga Bermuda atau Profitwin77.

Lalu PT Cipta Multi Bisnis Group dan PT Mi One Global Indonesia. (*)

Penulis : Ade Indra
Editor : Editor

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Berita Lainnya :


Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Aplikasi Android

Aplikasi Portal Berita Konten di Google PlayStore

Satire

Berita Pilihan

Berita Video