Di Indonesia Jadi Polemik, di China Ladies Parking Hal Biasa

Di Indonesia Jadi Polemik, di China Ladies Parking Hal Biasa

Polemik lahan parkir khusus perempuan

Ladies Parking, di Indonesia Jadi Polemik, di China Kebijakan Lama

Konten.co.id – Pemerintah Kota Depok, Jawa Barat mulai menerapkan kebijakan parkiran motor khusus perempuan.

Salah satunya RSUD Kota Depok yang sudah menerapkan pemisahan lahan parkir antara perempuan dan laki-laki. Kebijakan tersebut menuai beragam komentar pro dan kontra di kalangan masyarakat.

Namun hal ini ditanggapi positif oleh anggota DPD RI Fahira Idris. Ia justru mendukung penerapan parkir motor terpisah antara laki-laki dan perempuan.

Menurutnya, fasilitas umum yang tersedia sudah seharusnya menjamin kenyamanan bagi perempuan. “Pemisahan Parkir di Depok, Fasilitas Umum Memang Harus Ramah Perempuan Kalau ada yang meributkan pemisahan parkir perempuan dan laki-laki di Depok malah aneh karena kebijakan seperti ini untuk mempermudah perempuan menggunakan fasilitas publik dalam hal ini lokasi parkir,” katanya melalui akun twitternya yang dilihat Konten.co.id, Jumat (12/7/2019).

Hal ini, lanjutnya, akan memudahkan ibu-ibu yang membawa anaknya berkendara. “Perempuan terutama para ibu kerap membawa anaknya bekendara, makanya saat parkir harus dimudahkan. Apalagi di lokasi seperti rumah sakit, stasiun, bandara, kantor pelayanan publik, pusat-pusat perbelanjaan, dan lokasi lainnya,” katanya.

“Pemisahan lokasi parkir yang lebih memudahkan perempuan atau tempat khusus bagi perempuan di transportasi umum menjadi sebuah keniscayaan dan patut didukung,” ungkap Fahira.

Namun patut anda ketahui, selain di Depok, penerapan ladies parking juga sudah diterapkan di beberapa negara. Seperti di Korea Selatan.

Pemerintah Negeri Gingseng menerapkan sistem ladies parking di ibu kota Seoul pada 2014. Di sana, tempat parkir khusus wanita ditandai dengan garis merah muda sementara untuk pria ditandai dengan warna biru.

Kebijakan itu nyatanya mengikuti sistem masa lampau. Tujuan utama adanya parkiran tersebut yakni menjamin keselamatan para wanita di Seoul sesuai dengan program Women Friendly Seoul.

Lalu dii Jerman, sistem ladies parking disebut sebagai Frauenparkplatz. Kebijakan itu telah diterapkan beberapa tahun lalu di seperti di parkiran Bandara Frankfurt. Sayangnya kehadiran Frauenparkplatz sempat menuai kontroversi karena dikaitkan dengan isu seksis oleh sejumlah pihak. Banyak yang beranggapan, adanya sistem tersebut malah mendiskriminasi kaum pria karena area pakir khusus wanita lebih luas.

Beda dari Korea Selatan dan Jerman, China juga memiliki ladies parking dengan desain khusus. Selain mengusung warna merah muda, area tersebut digambari dengan sepatu hak tinggi (stiletto).

Ruang parkir seperti itu ada di stasiun Jiande dan Tonglu di provinsi Zhejiang dan memiliki lebar 3,2 untuk setiap mobil. Tapi meski memberikan kenyamanan lebih untuk wanita dan berdesian unik, tempat tersebut malah dianggap merendahkan kaum wanita yang selama ini dikenal kurang lihai berkendara. (*)

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *