Detail Rumit, Budget Patung Bambu Dewi Sri Ini ‘Cuma’ 25 juta

Detail Rumit, Budget Patung Bambu Dewi Sri Ini ‘Cuma’ 25 juta

Instalasi bambu Dewi Sri.

Detail Rumit, Patung Bambu Dewi Sri Ini ‘Cuma’ Habiskan 25 juta

Konten.co.id – Instalasi bambu getih getah yang menghabiskan dana hingga ratusan juta rupiah namun kini dibongkar masih jadi pembicaraan.

Di Bali justru kini menghadirkan anyaman atau instalasi bambu yang juga tak kalah menarik. Patung bambu Dewi Sri berdiri megah di tengah obyek wisata terasering Jatiluwih yang menjadi perhatian publik. Patung yang dipersiapkan untuk Festival Jatiluwih 2019 itu begitu detail.

Mereka yang memandangnya merasakan keindahan dan getaran sukma Dewi Sri yang terkenal sebagai Dewi Padi.

Salah seorang seniman penggarap patung Dewi Sri, I Gusti Ngurah Arya Udianata menjelaskan, proses pembuatan patung itu memakan waktu hingga satu setengah bulan lamanya. Hal yang paling rumit dibuat adalah wajah dan detail jari-jari.

“Proses pembuatannya memakan waktu 1,5 bulan lamanya. Tingkat kerumitan paling tinggi adalah karakter wajah dan detail jari, karena semakin kecil, tingkat kerumitannya semakin besar,” ujarnya.

Kini, patung bambu Dewi Sri rampung dibuat. Patung itu telah dipajang di tengah sawah Jatiluwih. “Kurang lebih 500 batang yang dihabiskan untuk membuat patung Dewi Sri. Kami beli dari kebun warga. Kalau dana kurang lebih sekitar Rp25 jutaan,” ujarnya.

Sementara itu, saat ditanya tingkat kerumitan membuat patung Dewi Sri dibandingkan dengan seni instalasi Getih Getah di DKI Jakarta, Udinata tak mau membandingkannya. Menurutnya, setiap karya memiliki tingkat kerumitan masing-masing. “Setiap karya punya kerumitan sendiri-sendiri,” papar dia.

Menurutnya, patung Dewi Sri dibuat untuk tempo waktu sekitar enam bulan lamanya. Soal ketahanannya, jika tak dipindah-pindah, ia memprediksi tak akan terjadi kerusakan berarti. “Paling berubah warna menjadi tambah hitam. Asal tidak dipindah-pindah, kurang lebih bertahan selama enam bulan. Patung Dewi Sri ini dipernis saja untuk ketahanannya,” katanya

Sementara Manager Operasional Daya Tarik Wisata Jatiluwih, I Nengah Sutirtayasa, mengatakan patung tersebut sebetulnya sudah jadi pada awal Juli lalu.

“Patung Dewi Sri itu sengaja kami buat sebagai ikon Jatiluwih Festival yang akan berlangsung pada 20-22 September mendatang. Lokasi patungnya sendiri berada di tengah objek wisata atau center point DTW dengan latar belakang terasering sawah yang eksotis,” tutur I Nengah Sutirtayasa.

Ia mengatakan, pemilihan Patung Dewi Sri juga tidak terlepas dari filosofi dan konsep festival yang mereka usung. Seperti diketahui, menurut kepercayaan Hindu, Dewi Sri dikenal sebagai dewi kesuburan di Pulau Jawa dan Bali.

Ia dipercaya sebagai dewi yang menguasai ranah dunia bawah tanah juga bulan. Perannya mencakup segala aspek Dewi Ibu, yakni sebagai pelindung kelahiran dan kehidupan.

Ia dapat mengendalikan bahan makanan di bumi terutama padi, bahan makanan pokok masyarakat Indonesia. Ia juga mengatur kehidupan, kekayaan, dan kemakmuran. Berkahnya terutama panen padi yang berlimpah dan dimuliakan sejak masa kerajaan kuno di pulau Jawa seperti Majapahit dan Pajajaran.

Sementara untuk alasan penggunaan bambu sebagai bahan utama patung, Sutirtayasa mengatakan bahwa Desa Jatiluwih selama ini juga dikenal sebagai salah satu produsen bambu terbaik di Bali.

“Saat ini bambu yang dijual masih gelondongan. Dengan adanya patung ini, kami berharap agar warga terinspirasi dan mulai tertarik untuk berinovasi memanfaatkan sumber daya yang mereka miliki. Jadi kedepannya kita tidak lagi menjual bambu gelondongan saja, tetapi sudah menjadi produk lain yang lebih bernilai,” tukasnya. (*)

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *