Anggota TNI Dikeroyok Massa Saat Padamkan Kebakaran Hutan

Anggota TNI Dikeroyok Massa Saat Padamkan Kebakaran Hutan

Personel TNI babak belur dikeroyok massa di Batanghari.

Tengah Padamkan Kebakaran Hutan, Anggota TNI Dikeroyok Massa

Konten.co.id – Tiga anggota TNI dan dua orang polisi yang tergabung dalam Satgas Karhutla luka-luka setelah diserang anggota Kelompok Serikat Mandiri Batanghari (SMB).

SMB yang dipimpin Muslim beranggotakan 70 orang ini menyerang dan melakukan perusakan fasilitas Kantor Distrik VIII PT WKS. Selain menyerang mereka juga melakukan penjarahan dan penganiayaan terhadap beberapa karyawan perusahaan tersebut.

Belum diketahui jumlah kerugian dan jumlah korban luka-luka, karena para karyawan perusahaan masih bertahan di dalam kawasan perusahaan.

Berdasarkan informasi penyerangan tersebut disertai aksi pembakaran lahan seluas 10 hektar Diduga SMB membawa sekitar 50 pucuk senpi rakitan dan membawa senjata tajam jenis golok.

Mereka menuntut untuk mengosongkan Kantor Distrik VIII PT WKS. Dari infromasi yang dikumpulkan, dikabarkan bahwa polisi dari Brigade Mobile (Brimob) Polda Jambi dan TNI sekira 24 personel telah berada di lokasi untuk melakukan pengamanan.

Selain itu puluhan personel dari Mapolres Batanghari juga dikerahkan menuju lokasi. Kabag Ops Polres Batanghari, Kompol Ahmad Bastari Yusuf, saat dikonfirmasi membenarkan hal ini.

Hanya saja pihaknya dikirim untuk pengecekan lokasi, sementara pengamanan dilakukan Polres Tanjab Barat. “Kami dikirim hanya untuk melakukan pengecekan lokasi. Tapi untuk pengamanan tetap Polres Tanjab Barat,” jelasnya, (Jumat (19/7/2019).

Kepala desa ( Kades) Sengkati Baru, Kecamatan Mersam, Kabupaten Batanghari, Jambi, Herdianto menyayangkan lambatnya tindakan hukum. Padahal SMB acapkali menyerang desa.

Ia mengaku kalau pernah menjadi korban keganasan SMB. Kelompok tersebut menyerang saat dirinya dan masyarakat akan melakukan pengecekan lahan koperasi yang harus ditanami.

Belum sampai lokasi, pihaknya dihadang massa SMB dengan bersenjata lengkap. Mereka yang tidak memiliki senjata memilih kabur. Mobil truk milik warga juga sempat ditembaki SMB.

Pasca penganiayaan, ia langsung melapor ke polisi tapi pelaku tidak kunjung ditangkap. “Saya hampir mati untung masih dilindungi dan saat aksi itu mereka membawa senjata api rakitan atau kecepek dengan jumlah massa mencapai ratusan orang dengan membawa berbagai senjata ada bambu runcing,” kata Herdianto.

Saat ini, kawasan lahan yang diduduki SMB mencekam apalagi saat malam hari. Warga yang tinggal di kawasan SMB seperti desa mati karena penghuninya tidak berani keluar karena ketakutan.

Sementara Danrem 042/Garuda Putih, Kolonel Arh Elphis Rudy meminta penegakan hukum atas kejadian ini. “Kejadian ini mengakibatkan dua personel saya kena pukul dan intimidasi,” kata Kolonel Arh Elphis Rudy

“Yang saya soroti itu adanya pembakaran itu, dan datangnya petugas ini atas perintah saya untuk memadamkan api. Tapi mereka langsung dikeroyok,” tegasnya.

Selain itu, dirinya juga telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian Polda Jambi untuk dilakukan pengamanan di Distrik VIII tempat terjadinya kebakaran.

Dia berharap kepada kepolisian untuk serius menangani persoalan SMB ini sebab semakin merajalela perbuatannya dan terakhir melakukan penyanderaan terhadap tim terpadu termasuk tiga anggota TNI, Polisi dan Damkar.

Kelompok SMB yang dipimpin Muslim merupakan warga pendatang dari berbagai daerah baik dari Provinsi Jambi dan dari luar provinsi seperti dari Lampung, Medan, Tebo dan Pelembang. (*)

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *