fbpx

Alumni ITB Galang Petisi Turunkan Din Syamsuddin dari MWA

Alumni ITB Galang Petisi Turunkan Din Syamsuddin dari MWA

Din Syamsuddin ‘dikudeta’ alumni ITB

Petisi Alumni ITB Kudeta Din Syamsuddin dari MWA

Konten.co.id – Sebanyak 1204 Alumni Institut Tekhnologi Bandung (ITB) menandatangani petisi yang berisi tuntutan agar Din Syamsuddin, seorang tokoh nasional mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengundurkan diri dari keanggotaan Majelis Wali Amanat (MWA) ITB.

Para alumni tersebut menilai selama ini, Din Syamsuddin merugikan bagi kehormatan dan kredibilitas kampus yang berlokasi di Bandung tersebut.

Seperti dikutip Konten.co.id dari akun instagram aktivis Fadjroel Rachman, Jumat (12/7/2019), mereka menilai Din Syamsuddin yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah itu menunjukkan keberpihakan politik yang bertentangan dengan kewenangan, tanggung jawab, dan fungsi seorang anggota MWA ITB.

Hal tersebut akan membuat ITB kehilangan independensi, rasionalitas, dan keunggulan akademis serta intelektual yang selama ini disandang ITB.

Selain itu, para alumni mendesak agar Din Syamsuddin dilengserkan dari keanggotaan MWA agar ITB dapat tetap menjadi kampus pendidikan sains, teknik, dan seni dalam skala global serta menjadikan ITB.

Dengan mundurnya Din Syamsuddin yang dinilai akhir-akhir ini cenderung pro kepada kaum radikal, dari keanggotaan MWA, ITB akan tetap independen dan hanya berpihak pada keutuhan Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Secara lengkap, petisi alumni ITB yang juga ditembuskan ke Kementerian Riset dan Tekhnologi itu dapat disimak berikut ini.

“1.204 (seribu dua ratus rmpat) orang Alumni @itb1920 membuat PETISI ALUMNI ITB MENUNTUT DIN SYAMSUDDIN MUNDUR DARI KEANGGOTAAN MAJELIS WALI AMANAT (MWA) ITB
Salam Ganesha!
Kami Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB):

  1. Menilai dan mempelajari sepak terjang dan keberpihakan politik Din Syamsuddin sangat bertentangan dengan wewenang, tanggungjawab dan fungsinya sebagai anggota Majelis Wali Amanat (MWA) ITB dan membuat lembaga pendidikan tinggi yang sangat terhormat seperti Insitut Teknologi Bandung (ITB) kehilangan independensi, rasionalitas dan keunggulan akademis serta intelektual yang selama ini mendudukkan ITB sebagai perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.
  2. Latar belakang yang bersangkutan juga samasekali tidak ada kaitan sedikitpun dengan keberadaan ITB sebagai kampus sains, teknik, dan seni. Kami sangat khawatir, latar belakang dan sepak terjang politik yang tidak etis dari saudara Din Syamsuddin akan sangat merugikan ITB dalam skala nasional, regional, dan global.
  3. Untuk menjaga dan mendukung ITB menjadi kampus pendidikan sains, teknik, dan seni dalam skala global serta menjadikan ITB yang tetap independen dan hanya berpihak pada keutuhan Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia maka kami para alumnus ITB yang namanya tercantum dalam petisi ini MENUNTUT SAUDARA DIN SYAMSUDDIN MENGUNDURKAN DIRI dari keanggotaan Majelis Wali Amanat ITB.
    Bandung, 1 Juli 2019
    Cc:
  4. Kemenristekdikti
  5. Rektor ITB
  6. Senat Akademik ITB
  7. Majelis Wali Amanat ITB
  8. PP IA ITB
    —-
    Alumnus ITB Pendukung Petisi:
    Nomor 1. Mahatmanto AR79 sampai dengan nomor 546. Adwin R. Ichwan SI 72”

Hal ini pun mendapat sorotan dari netizen. Akun alibxzzbn menulis “Hajar pak.selagi kamu punya kuasa…bungkam semua lwn politik..roda pasti berputar..sesuatu yg trus ditekan terus menerus dia akan meledak..”

Sementara akun mustang.stelindo menulis “Bagaimana jika sekalian saja novel bamukmin menjadi penasihat dan habib rizieq sihab sebagai pelindung. Paling tidak yg jadi alumni ITB padahal kebanyakan nongkrong di masjid salman menjadi sukses lahir batin.”

Sedangkan akun rusmini_KYN menulis “Netral lbih bagus…keliatan asli nya”. (*)

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Berita Lainnya :


Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Aplikasi Android

Aplikasi Portal Berita Konten di Google PlayStore

Satire

Berita Pilihan

Berita Video