Usia 25 Tahun Masih Jomblo, Disuntik Mati?

Usia 25 Tahun Masih Jomblo, Disuntik Mati?

Waduh Masa Jomblo Usia 25 Tahun Disuntik Mati? Konten.co.id – Saat ini tersebar berita suntik mati untuk jomblo usia 25 tahun. Dalam pesan tersebut, disebutkan bahwa Peraturan Pemerintah Kabupaten Blitar No. 69 Tahun 2017 tentang Sanksi Pelanggaran Kependudukan jadi dasar aturan tersebut. “SETIAP PENDUDUK YANG TIDAK MEMPUNYAI PASANGAN TERHITUNG MULAI USAI 25 TAHUN AKAN DISUNTIK

Waduh Masa Jomblo Usia 25 Tahun Disuntik Mati?

Konten.co.id – Saat ini tersebar berita suntik mati untuk jomblo usia 25 tahun. Dalam pesan tersebut, disebutkan bahwa Peraturan Pemerintah Kabupaten Blitar No. 69 Tahun 2017 tentang Sanksi Pelanggaran Kependudukan jadi dasar aturan tersebut.

“SETIAP PENDUDUK YANG TIDAK MEMPUNYAI PASANGAN TERHITUNG MULAI USAI 25 TAHUN AKAN DISUNTIK MATI,” tulis informasi tersebut.

Kabar tersebut pun dibantah Kemenkominfo.

“Tidak ada Perda tentang sanksi pelanggaran kependudukan sebagaimana bunyi pesan yang beredar,” jawab Kominfo dalam website resminya.

Suntik mati masih jadi perdebatan yang tidak ada usainya. Meski beberapa negara sudah tidak lagi memberlakukan hukuman tersebut, masih ada negara yang menerapkannya.

Euthanasia adalah tindakan di mana seorang dokter diizinkan oleh hukum untuk mengakhiri hidup seseorang dengan cara yang tidak menyakitkan, selama pasien dan keluarga mereka setuju.

Dikutip dari Medical News Today, ada beberapa klasifikasi dari euthanasia itu sendiri, antara lain voluntary euthanasia. Ini merupakan tindakan pihak ketiga, yang dengan sengaja mengakhiri kehidupan seorang individu, dengan persetujuan individu tersebut.

Ada juga nonvoluntary euthanasia, di mana individu tidak dapat meminta eutanasia dan orang lain membuat keputusan atas namanya, biasanya berdasarkan keinginan yang diungkapkan sebelumnya.

Terakhir ialah involuntary euthanasia yang dilakukan pada seseorang yang dapat memberikan persetujuan, tetapi mereka tidak memberikan persetujuan apapun. Hal ini dapat disebut pembunuhan, karena sering kali melawan keinginan pasien itu sendiri. (*)

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *