Tips Anti Galau Saat Nunggu (Diputusin) MK!

Tips Anti Galau Saat Nunggu (Diputusin) MK!

Refleksi Manggut-manggut jelang Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK).

(Jangan) Baca Tips Anti-Galau saat Nunggu (Diputusin) MK, ini!

Konten.co.id -Mempertemukan ratusan juta manusia Indonesia dalam satu visi kebangsaan serta kemanusiaan yang sama, simultaneous dan sinergis itu, bukanlah pekerjaan yang ringan, ternyata.

Ya, ratusan juta manusia dengan isi kepala yang masing-masing berbeda, tentu saja. Meskipun sekarang terdapat sinyalemen kuat bahwa ‘framing’ para pihak yang bekerja untuk dan atas nama kepentingan pragmatis, stereotip dan identik macam kekuasaan, adalah penguasa isi kepala itu.

Akhirnya tentu dapat kita simpulkan, tetap saja tidak secuilpun manusia-manusia ini lantas bisa tunduk dan patuh pada indahnya kemanusiaan yang adil dan beradab. Padahal, mereka sudah dibekali perangkat bernama otak yang memiliki kemampuan luar biasa, sebetulnya. Otak sanggup mempertemukan neuron yang jumlahnya milyaran itu, dalam sebuah titik simpul bernama Sinapsis. Sinapsis ini merupakan titik temu antara terminal akson salah satu neuron, dengan neuron lainnya.

Sel neuron ini tidaklah sendirian. Didalam dirinya, ia dibantu badan sel, akson dan dendrit yang merupakan komponen utamanya. Sebagai sel pembentuk otak, neuron ditemani Glia, Si pemberi nutrisi otak, sang penjaga kedalaman. Menjaga barisan pertahanan supaya anasir jahat segera minggat.

Ini baru secuil deskripsi saja dari mekanisme kerja luar biasa sebuah perangkat bernama otak. Intinya, dua sel pembentuk otak berikut komponennya itu adalah para pahlawan kehidupan. Kita wajib berterimakasih pada mereka demi melihat fungsi vitalnya itu.

Berat? Oh tentu saja tidak. Otak aja bisa, masa kamu nggak? biarkan otak saja yang mikir. Kamu mah jangan. Kenapa? Karena itu berat. Ga bakal sanggup. Tugas kamu mah ‘kan cuma manggut-manggut doang, bukan mikir. Paham? Kalo nggak, ngatjoeng di alun-alun.

Makanya, jaga dan pelihara otakmu. Supaya tetap sehat dan tetap waras. Supaya kita bisa mengimplementasikan mekanisme kerja luar biasanya itu, dalam realita. Biar tidak cuma jadi idealisasi saja. Karena hestek #2019gantiotakmu, jelas cuma lelucon. Wujud kekecewaan terhadap fenomena kebebalan yang berdesak-desakan coba menguasai panggung, dan saling berebut persepsi. Bukan begitu?

Meskipun tidak tertutup kemungkinan bahwa sains suatu saat nanti bisa mengantarkan manusia melakukan kloning otak, tapi ya itu tetap saja masih imajinatif. Nasibnya ya kira-kira miriplah dengan hestek #2019gantipresiden. Galau, karena harus nunggu keputusan Mahkamah Konstitusi tanggal 27 Juni 2019. Dua hari lagi. Jadi, ya mohon bersabar. Harap tunggu, dan lanjutkan saja bacanya.

Sekali lagi, otak perlu dijaga betul supaya bisa tetap menghasilkan kewarasan.

Karena belum ada teknologi yang betul-betul bisa menggantikan tupoksinya dalam tubuh kita. Hanya manusia berotak sehat saja yang bakal paham, bahwa kemanusiaan dan peradabannya, jauh lebih penting dari sekedar (keinginan dan nafsu) berkuasa, serta kekuasaan.

Oke. Itu saja tipsnya, ya. Masih galau? tambah pusing? ya salah sendiri, ‘kok masih saja dibaca. (IGR).

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *