fbpx

Siswa SD Bakar Piagam

Siswa SD Bakar Piagam

Siswa SD Berprestasi Bakar Piagam. Kenapa? Simak Curhatnya di sini! Konten.co.id – Sistem PPDB dengan zonasi menimbulkan banyak kekecewaan. Salah satunya Yumna (12) lulusan SDN 02 Pekeringanalit, Pekalongan, Jawa Tengah. Ia kecewa lantaran tidak diterima di SMPN 1 Kajen, Pekalongan. Padahal Yumna seorang siswa yang berprestasi. Kekecewaan yang ia tunjukkan adalah membakar belasan penghargaan dan

Siswa SD Berprestasi Bakar Piagam. Kenapa? Simak Curhatnya di sini!

Konten.co.id – Sistem PPDB dengan zonasi menimbulkan banyak kekecewaan. Salah satunya Yumna (12) lulusan SDN 02 Pekeringanalit, Pekalongan, Jawa Tengah. Ia kecewa lantaran tidak diterima di SMPN 1 Kajen, Pekalongan. Padahal Yumna seorang siswa yang berprestasi.

Kekecewaan yang ia tunjukkan adalah membakar belasan penghargaan dan piala yang diperolehnya. Aksi pembakaran belasan piagam ini viral di media sosial, Minggu (23/6/2019) lalu.

Kekecewaan warga Griya Kajen Indah RT 4 RW 12, Desa Gandarum, Kecamatan Kajen berlarut hingga ia sakit.

Sugeng Wiyoto (50) mengatakan pembakaran belasan piagam dilakukan anaknya karena merasa piagam tersebut tidak berlaku lagi dengan kondisi saat ini. Piagam-piagam tersebut merupakan berbagai kejuaraan seni dan agama yang diikuti dan beberapa menyabet juara satu tingkat Kabupaten Pekalongan.

Seperti menulis halus, cerita islami, tilawah, adzan, nyanyi solo, nyanyi grup, dokter kecil.

“Anak saya juga masuk anak yang selalu memiliki rangking dikelasnya. Mungkin berpikiran piagam-piagam tidak membantu dirinya masuk ke SMP Negeri 1 Kajen (sekolah yang diinginkan), jadi akhirnya dibakar,” kata Sugeng, Rabu (26/6/2019).

Ia mengatakan dirinya telah berupaya mendaftar ke SMPN 1 Kajen, namun mentok karena aturan zonasi yang ada.

Minimnya sosialisasi dinas pendidikan terkait PPDB yang melalui tiga jalur yakni jalur zonasi, jalur prestasi dan jalur perpindahan orang tua, membuat anaknya terjebak dalam zonasi.

Hari pertama pendaftaran Sugeng mengantarkan anaknya melakukan pendaftaran online namun melalui jalur zonasi. Namun oleh guru dan kepala sekolah dasar, disarankan untuk masuk jalur prestasi.

Pada hari kedua, dirinya mendaftar ke jalur prestasi namun tidak bisa, mengingat sudah mendaftar di jalur zonasi. Hasilnya, karena jarak sekolah 1,8 km dari rumahnya anaknya tidak masuk ke SMPN 1 Kajen.

“Sebagai orangtua kecewa ya kecewa. Kita sudah mendaftar ke jalur prestasi kata pihak sekolah (SMP) tidak bisa, harusnya daftar di sekolah di luar zonasi,” ungkap Sugeng.

Karena merasa kecewa inilah anaknya kemudian nekat membakar smeua piagam penghargaan karena dinilai tidak berguna.

Kendati demikian ia tetap membesarkan hati anaknya agar tidak kecewa berkelanjutan dan bisa menerima lapang dada. Ia pun sudah mendaftarkan Yumna ke sekolah swasta.

“Sudah saya daftarkan ke sekolah swasta. Ya seharusnya dengan sistem seperti ini pihak pemerintah menyediakan banyak sekolah negeri dulu,” jelasnya.

Hingga berita ini dimuat Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Pekalongan, Sumarwati belum memberikan keterangan. (*)

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *