fbpx

PPDB Bikin Sekolah Swasta Buntung

PPDB Bikin Sekolah Swasta Buntung

Sistem PPDB secara zonasi rugikan sekolah dan siswa.

Polemik PPDB, Sekolah Negeri Untung, Swasta Buntung

Konten.co.id – Sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), ikut menyeret sekolah swasta was-was kehilangan banyak calon siswa. Di sisi lain, sekolah swasta bersiap menerima limpahan calon siswa yang tak lolos masuk sekolah negeri.

Di SMP Kristen 1 Blora Jawa Tengah, misalnya, baru ada dua orang siswa yang mendaftar. Kondisi ini bahkan jauh lebih parah dari tahun lalu, dimana sekolah tersebut menerima enam orang siswa.

Dibandingkan tahun-tahun sebelumnya memang menurun drastis. Biasanya, sekolah ini bisa mendapat siswa hingga 30 orang. Namun pihak sekolah yakin akan mendapat banyak siswa.

“Bagi sekolah swasta sistem zonasi sangat berdampak sekali. Karena siswa biasanya lebih dahulu punya obsesi bisa diterima di sekolah negeri. Jadi karena zonasi, sekolah swasta kehilangan peluang mendapatkan calon siswa baru,” kata Kustiyah Kepala Sekolah SMP Kristen 1 Blora, Jumat (28/6/2019).

Sementara itu, YPPK Agustinus Sorong mendapat siswa yang jauh lebih banyak dari tahun lalu. Yaitu hampir 250 siswa. Sekolah yang berada di Sorong Barat ini jadi berkah bagi siswa yang gagal di sistem zonasi.

“Mungkin karena banyak yang tidak diterima di SMKN 2 dan SMAN 1 Sorong, akhirnya mereka memilih kesini,” ucap Femmy Irene Runtuwene, panitia PPDB SMA Agustinus.

Sistem PPDB ini juga memaksa orang tua murid meminta mendikbud untuk mengevaluasi PPDB zonasi. Orang tua di Jember, Jawa Timur contohnya. Sempat mengalami kendala di sistem zonasi.

“Sistemnya dari awal pendaftaran berubah terus, anak saya dari SMA 1 terus ke SMA 2 bolak balik terus sampai akhir,” ucap Ika, orang tua murid.

Sementara itu Ombudsman Kalimantan Barat (Kalbar) menemukan berbagai permasalahan dalam PPDB. Salah satunya, terkait zonasi yang dianggap merugikan. “Nanti hasil pengawasan kami akan kami jadikan catatan ke Ombudsman nasional,” ucap Puput, Tenaga Ahli Ombudsman Kalbar. (*)

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *