Polri Tangkap Pemilik Akun Muslim Cyber Army

Polri Tangkap Pemilik Akun Muslim Cyber Army

Ade merupakan kreator hoaks kelas kakap.

Sebar Hoaks, Pemilik Akun Muslim Cyber Army Ditangkap Polisi

Konten.co.id – Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareksrim Polri berhasil menangkap pemilik akun instagram bernama wb.official.id dan akun youtube, yakni Muslim Cyber Army alias MCA Ade Yudiswan (32) di Cibinong, Bogor, Selasa (25/6/2019).

Ade merupakan kreator hoaks yang banyak tersebar di media sosial. “Tersangka merupakan aktor propaganda FPI, yang kerap kali menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan terhadap kelompok tertentu berdasarkan SARA dan menyiarkan berita bohong yang menyebabkan keonaran di hkalangan rakyat,” kata Kasubdit II Dittipidsiber Bareskrim Polri, Kombes Pol Rickynaldo Chairul, di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (28/6/2019).

Dari penelusuran penyidik, Ade merupakan pemilik akun sosmed yang kerap menyebarkan ujaran kebencian. Akun instagram wb.official.id dan officialwhitebaret memiliki 20.000-an followers, dan telah memposting konten sebanyak 298 kali.

Kemudian channel youtube Muslim Cyber Army, yang telah ada sejak Maret 2013 memiliki sekitar 4 juta viewers, yang hampir sebagian besar kontennya mengandung unsur pidana.

Ade memuat kebencian kepada para penyelenggara negara. Mulai dari Gubernur NTT, mantan Kepala BIN AM Hendropriyono, Menkopolhukam Wiranto, hingga Presiden Jokowi.

Beberapa diantaranya adalah “WIRANTO SPESIALIS HANTAM RAKYAT” posting 29 Mei 2019 dengan caption “WIRANTO PENGADU DOMBA PAM SWAKARSA vs MAHASISWA 1998”, lalu “JOKOWI WAJIB DIMAKZULKAN !!!” diposting 27 April 2019 “KARENA BANYAK LAKUKAN KECURANGAN SECARA TERSTRUKTUR, SISTEMATIS & MASIF MELIBATKAN PARA MENTERI, POLRI DAN KEPALA DAERAH”. Contoh lainya, HENDRO PRIYONO “JENDERAL KACUNG CHINA (RASIS, ANTI ARAB & MUSUH ISLAM” diposting pada 7 Mei 2019.

“Adapun yang dilakukan tersangka ini adalah menunjukkan ketidakpuasan pada pemerintah. Menurutnya, pemerintah dan aparat mengkriminalisasi ulama,” kata Rickynaldo.

Polisi juga menemukan sejumlah barang bukti, yakni satu ponsel merek Samsung warna hitam, satu buah SIM card, satu buah KTP, satu buah ponsel merek Xiaomi Redmi 4A warna gold white, satu buah hardisk warna silver.

“Serta didapati perlengkapan dan atribut laskar FPI berupa baju, celana loreng, rompi, sepatu, kopelrim, buff masker warna hitam logo Whitebaret, bendera hitam berlafazkan “laa ilaha illallah”, poster dan foto FPI serta pedang bersarung warna cokelat,” kata Rickynaldo.

Atas perbuatanya, Ade diganjar dengan Pasal 45 A ayat (2) Jo 28 ayat (2) UU RI No. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau Pasal 14 ayat (1) UU No. 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan/atau 207 KUHP. Dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama penjara 10 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 1 miliar. (*)

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Satire

Aplikasi Android

Aplikasi Portal Berita Konten di Google PlayStore

Berita Video

Berita pilihan