fbpx

Pintu Pendakian Gunung Rinjani Kembali Dibuka

Pintu Pendakian Gunung Rinjani Kembali Dibuka

Empat pintu Gunung Rinjani kembali dibuka untuk pendaki namun pembatasan kunjungan masih dilakukan.

Empat Jalur Pintu Pendakian Gunung Rinjani Kembali Dibuka

Konten.co.id – Pintu pendakian Gunung Rinjani akhirnya dibuka kembali, Jumat (14/6/2019), setelah ditutup pasca gempa. Namun jumlah pendaki per hari dibatasi maksimal 500 orang.

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Sudiyono mengatakan pendakian dibuka sebenarnya dibuka hanya lewat Aik Berik Lombok Tengah, namun tidak banyak yang berminat.

Dipaparkan, pendakian Rinjani akan dibuka melalui empat jalur. Setiap jalur telah dibatasi kuota maksimal pendaki.

Hal itu dilakukan untuk keamanan dan kenyamanan proses pendakian. Selain itu juga agar keindahan Rinjani tetap terjaga.

Empat jalur yang dibuka yakni Sembalun dan Timbanuh Lombok Timur, kemudian jalur Aik Berik Lombok Tengah dan Senaru Kabupaten Lombok Utara (KLU). “Tiket sudah bisa dipesan secara online,” kata Sudiyono, Jumat (14/6/2019).

Jumlah kuota atau pembatasan pendaki dari jalur Sembalun maksimal 150 orang per hari. Sedangkan dari jalur Timbanuh maksimal 100 orang per hari.

Jalur Senaru maksimal 150 orang dan jalur Aik Berik maksimal 100 orang per hari. Sehingga total per hari sebanyak 500 orang saja.

Untuk harga tiket, Sudiyono menegaskan bahwa tidak ada terjadi perubahan. Harga tiket sama dengan sebelum-sebelumnya, baik bagi pendaki lokal maupun warga asing.

“Harga tiket Rp 5.000 per orang untuk satu hari bagi orang lokal. Sedangkan tiket untuk orang asing Rp 150 ribu per hari,” papar Sudiyono.

Bagi masyarakat yang ingin mendaki Gunung Rinjani, sudah bisa membeli tiket dengan cara online. Masyarakat bisa mengunduh aplikasi Elektronik Rinjani (E-Rinjani) yang sudah ada di Playstore.

Hal yang harus dipahami dan diketahui oleh seluruh masyarakat, pembukaan pendakian Rinjani bukan hanya dibatasi jumlah pendaki per hari.

Namun juga pendakian dibatasi hanya sampai bukit Pelawangan saja. Kebijakan TNGR tersebut berdampak kepada rute pendakian.

Masyarakat tidak diperbolehkan melanjutkan perjalanan ke Danau Segara Anak, apalagi mendaki hingga puncak. “Mempertimbangkan keamanan dan kenyamanan, pendakian dibatasi hanya sampai di Pelawangan. Tidak diperkenankan menuju puncak dan Segara Anak,” tegas Sudiyono.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB HL. Moh Faozal menyambut gembira atas dibukanya kembali pendakian Rinjani. Tingginya kunjungan wisatawan selama ini ke Lombok, tidak lepas dari kontribusi Gunung Rinjani.

Bahkan 20 persen wisatawan yang datang ke NTB bertujuan untuk mengunjungi Rinjani, barusetelah itu ke destinasi wisata yang lain. (*)

Penulis : Hastama

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Berita Lainnya :


Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Aplikasi Android

Aplikasi Portal Berita Konten di Google PlayStore

Satire

Berita Pilihan

Berita Video