fbpx

Pembayaran Tol Gunakan Sistem Nirsentuh

Pembayaran Tol Gunakan Sistem Nirsentuh

Teknologi nirsentuh akan diterapkan disejumlah gerbang tol di Indonesia. Sistem ini ditujukan agar mempercepat proses transaksi.

Mentri PUPR Berlakukan Sistem Bayar Tol dengan Teknologi Nirsentuh

Konten.co.id – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR) menyatakan pembayaran di gerbang tol secara nasional akan menerapkan sistem Multi Lane Free Flow (MLFF) atau tanpa henti mulai tahun depan.

Multi Lane Free Flow merupakan transaksi pembayaran tol yang dilakukan dalam kecepatan normal dengan menggunakan teknologi nirsentuh.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan hingga saat ini sudah ada 50 ruas tol sepanjang 1.780 kilometer (Km) yang sudah diujicoba menerapkan teknologi tersebut. Pengusahaan sistem ini dilakukan oleh 33 Badan Usaha jalan Tol (BUJT) menggunakan uang elektronik chip based yang dikeluarkan oleh empat bank penerbit.

“Sekarang baru 50 gerbang, di Cengkareng sudah ada tiga saya coba Kamis (30/5/2019). Target kami tahun 2020 menerapkan semuanya,” kata Menteri Basuki, Senin (3/6/2019).

Penerapan sistem multi lane free flow dinilai dapat menghilangkan waktu antrean menjadi nol detik. Manfaat lain adalah efisiensi biaya operasi dan meminimalisir bahan bakar kendaraan.

Pemerintah dan Bank Indonesia serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menyepakati 12 program sinergi untuk mendorong inovasi dan memperluas elektronifikasi transaksi pemerintah.

Dari kesepakatan tersebut, terdapat poin mengenai implementasi elektronifikasi pembayaran di sektor transportasi, salah satunya transaksi jalan tol.

Dalam pembayaran jalan tol, strategi implementasi teknologi nirsentuh pembayaran dilakukan melalui penerapan Multi Lane Free Flow yang didukung oleh lembaga pengelola yang berperan sebagai Toll Service Provider (TSP) atau Electronic Toll Collection (ETC).

Kementerian PUPR menyebutkan, ada empat tahapan untuk menuju Multi Lane Free Flow. Tahap pertama yakni pemberlakukan transaksi non-tunai 100% dan tahap kedua integrasi ruas tol telah dilakukan.

Integrasi yang telah dilakukan yakni tahun 2017 pada ruas tol Tangerang -Merak dan Jakarta-Tangerang, dan perubahan sistem transaksi di ruas Tol Jagorawi dari tertutup menjadi terbuka.

Tahun 2018 dilakukan integrasi transaksi Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) W1 dengan Tol Prof Sedyatmo, perubahan sistem transaksi tol Semarang ABC dan Semarang-Solo, JORR Akses Tanjung Priok dan Pondok Aren-Ulujami, dan penerapan Klaster 2 sampai Gerbang Tol Kalikangkung, Klaster 3 Semarang-Surabaya dan Klaster 4 Porong-Grati.

Adapun tahap ketiga dilakukan tahun 2019 yakni feasibility study MLFF dan ujic oba teknologi nirsentuh melalui Single Lane Free Flow (SLFF).

Tahap akhir yakni berlakunya MLFF yang ditargetkan bisa dilaksanakan tahun 2020. (*)

Penulis : Hastama

Iman Hidayat
ADMINISTRATOR
PROFILE

Berita Lainnya :


Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Aplikasi Android

Aplikasi Portal Berita Konten di Google PlayStore

Satire

Berita Pilihan

Berita Video