fbpx

Pembangunan Infrastruktur Fak Fak Dipertanyakan

Pembangunan Infrastruktur Fak Fak Dipertanyakan

Dana desa sebanya Rp 1 miliar belum dirasakan masyarakat KAmpung Muniara, FAk Fak, Papua

Dana Kampung Tidak Jelas, Pembangunan Infrastruktur Fak Fak Dipertanyakan

Konten.co.id – Pembangunan infrastrutur di Fak Fak Papua terus dipertanyakan. Dari cuitan twitter @Arlex_wu ia mengeluhkan infrastruktur di Kampung Muniara, perbatasan Fak Fak Bintuni yang rusak parah.

Bahkan harga kebutuhan pokok yang mahal tidak seimbang dengan jarak dan infrastruktur jalan yang mencapai 20 kilometer yang rusak parah.

“Pembangunan!LOL!Mau belanja apa hrs tempuh 20 kilo! Bw uang harus 100rb,itu cm dpt roko 1 bungkus, gula 1 kilo & beras 1 kilo. Infrastruktur! Luar biasa! Ini Kampung muniara,perbatasan fakfak-Bintuni. Coba itu yg kerja kerja kerja, jelasin ke g. Korupsi aja dilaporin cm didiemin!” cuitannya.

“Kebanyakan ABS! Dana kampung 1M, tp tdk pernah sampe ke mrka! Pembangunan ya gk ada! Listrik?! Boro2. Jalan macam ular! Tau gk pak, disini minyak tanah 15rb. Sy pernah kirim 15jt untuk bantu angkut BBM keatas, jual 5500 sesuai hrga di fakfak kota. Krna masyarakat jg banyak” lanjutnya.

Hal ini pun diperkuat dengan pernyataan warga dalam video yang diunggahnya tersebut.

“Kami ingin masyarakat tenang mau bergerak kesana sini juga mudah, kami menanti kami punya kampung dijadikan benar-benar seperti kampung.” katanya.

“Kami sudah sampaikan ke Kabid ke Kabupaten sudah kami sampaikan pendapat kami, kalau perumahan rakyat kami sudah dengar informasi tapi kami masih menanti sampai detik ini tapi belum ada yang datang untuk bicarakan gini gini belum ada yang datang ke kami,” ucap pria dalam video tersebut.

Salah satu pria dalam video berdurasi 2.20 menit ini mengaku dana kampung Rp 1 M ini tidak jelas pembangunannya. “Kita lihat saja jalanan kampung juga tidak beres itu,” ucapnya.

“(2) yang susah & akhirnya bnyak yg cm ambil tp gk mampu untuk bayar, saya anggap hibah aja minyak tanahnya! Bayangin pak untuk bayar 5500 aja,masyarakat disni kesusahan!Hutan mereka di jual untuk sawit,kekayaan alam mereka di sikat! Ada yg peduli?!Giji buruk menimpa mereka? OMDO!” ucap @Arlex_wu dalam cuitan selanjutnya.

Hal tersebut pun mendapat respon dari netizen. Akun @Nurdiana_80 menulis “mirissss”

Sementara akun @DewiMulky mentweet “Hanya kota² besar yg harganya masih sedikit beda dgn jawa. Gunung atau pelosok berbeda.”

Sedangkan akun @Missonaputry mengaku salut dengan perjuangan pemilik akun @Arlex_wu. “Salut dg perjuanganmu bro.” tukasnya. (*)

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Berita Lainnya :


Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Aplikasi Android

Aplikasi Portal Berita Konten di Google PlayStore

Satire

Berita Pilihan

Berita Video