Korupsi Dana Desa, Kades Ditahan

Korupsi Dana Desa, Kades Ditahan

UDA rugikan negara Rp 878.747.654

Tilep Dana Desa Rp 878 juta, Kepala Desa Ditangkap Polisi

Konten.co.id – Kepala Desa Sukahening, Kecamatan Sukahening, Kabupaten Tasikmalaya, berinisial Uda, ditangkap kepolisian resor Tasikmalaya.

Ia ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi dana desa dari bantuan keuangan Pemkab Tasikmalaya tahun 2017. Uda diduga telah merugikan negara Rp 878.747.654. Saat ini, tersangka ditahan di Lapas Kelas II B Tasikmalaya sebagai tahanan titipan kejaksaan.

Kepala Kejari Singaparna, Sri Tatmala Wahanani Sri mengatakan, sejatinya jumlah bantuan keuangan tahun 2017 dari Pemkab Tasikmalaya untuk Desa Sukahening seluruhnya mencapai Rp 2,14 miliar. Anggaran tersebut sejatinya diperuntukkan meningkatkan sarana dan prasarana desa yang terbagi dalam 23 titik kegiatan.

“Uda, merupakan Kepala Desa Sukahening Periode 2013-2019. Ia adalah salah seorang tersangka kasus dugaan korupsi di Desa Sukahening yang perbuatannya telah merugikan negara ratusan juta rupiah. Kemarin kami kirim Uda ke Lapas Tasikmalaya sebagai tahanan titipan kejaksaan,” kata Sri, kepada wartawan, Kamis (27/6/2019).

Namun, tersangka tidak melakukan sesuai petunjuk pelaksanaan bankeu infrastruktur pedesaan sarana dan prasarana desa yang diterbitkan DPMDPAKB Kabupaten Tasikmalaya, serta Peraturan Bupati Nomor 11 Tahun 2015 tentang Tata Cara Pengadaan Barang dan Jasa.

“Tersangka pun telah mengangkat seseorang yang bukan warga Kabupaten Tasikmalaya sebagai anggota pelaksana teknis pada tim pengelola kegiatan melalui SK kepala desanya berinisial Fag. Padahal sesuai aturan, TPK harus diisi dari warga desa setempat,” tambah Sri.

Modus korupsi yang dilakukan tersangka dan Fag yakni dari adanya potongan dari pagu anggaran sebesar 30 persen, angka kerugian pajak kurang bayar dan pekerjaan titik kegiatan fisik yang tidak sesuai standarisasi.

“Selain tersangka kepala desa, kita juga sudah menetapkan Fag, tim TPK. Diduga kedua orang ini menjadi aktor tindak pidana korupsi dalam kasus ini,” tambahnya.

Atas perbutannya, keduanya dituntut Undang-Undang Pidana Tindak Korupsi dan menunggu untuk segera diadili di persidangan. (*)

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *