fbpx

Kisah Pria yang Berkelililing Dunia dengan Sepeda

Kisah Pria yang Berkelililing Dunia dengan Sepeda

Fauna Sukma Prayoga kini menjadi andalan Pramuka Banten dan membuka museum sepeda keliling dunia.

Kisah Fauna Sukma Prayoga, Pria yang Berkeliling Dunia dengan Sepeda

Konten.co.id – Keliling dunia bukanlah hal mudah. Apalagi dengan sepeda. Tapi tidak ada artinya buat Fauna Sukma Prayoga pemilik Museum Sepeda Keliling Dunia, Serang, Banten.

Fauna yang dikenal ramah ini mengisahkan di tahun 1985 ia memberanikan diri untuk mengayuh sepeda keliling dunia. Ia mengusung misi untuk memberi edukasi kepramukaan kepada anak di dunia dan membuktikan kalau keliling dunia bisa dilakukan dengan apapun.

“Saya sendiri punya keinginan itu sejak kecil waktu masih jadi pramuka penggalang. Tapi baru bisa dilaksanakan waktu usia 22 tahun,” katanya kepada Konten.co.id, Sabtu (29/6/2019).

Saat itu, kata dia, keinginannya sempat terganjal restu orang tua. Namun niatnya tak pernah padam. Hingga di tahun 1985 ia diijinkan dan mulai menggenjot sepedanya menyebrang ke Sumatera, terus masuk Negara Singapura, Malaysia, Thailand terus ke India, Pakistan dan sampai ke Tanah Arab hingga ke Amerika.

Pria berusia 55 tahun ini pun mendapat suatu anugerah. Yaitu bisa memasuki kabah saat pencucian awal bulan Saban tahun 1988.

“Itu tidak bisa diungkap dengan kata-kata dan hanya bisa berucap subhanallah karena keinginan saya keliling dunia naik sepeda sambil memberikan ilmu kepramukaan yang saya dapat kepada dunia bisa mengantarkan saya ke depan rumah Allah swt,” katanya.

Menurut kak Fauna perjalanan yang paling berat ketanah suci adalah melewati beberapa Negara yang sedang melanda konflik ketika itu seperti India, Pakistan, dan Afganistan.Tetapi, karena kak Fauna cari aman dan selamat sampai kembali ke Tanah Air.

Maka segala yang berbahaya sejauh mungkin dihindari kecuali darurat atau tak ada jalan lain.

Kini di usia senjanya Fauna juga kembali terjun di dunia pendidikan dengan menjadi salah satu pendiri Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan (STKIP) Situs Banten. Untuk mengenang dan mengingat perjalanan keliling dunianya, ia menjadikan rumahnya museum keliling dunia.

Didalam museumnya terdapat sepeda gunung miliknya yang digunakan untuk mengelilingi dunia, beberapa uang dari belahan dunia dan buku biografinya.

“Saya berharap semua anak di dunia ini jangan berhenti bermimpi apalagi keliling dunia. Karena mimpi bisa terwujud kalau kita berani membuktikannya,” katanya. (*)

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Berita Lainnya :


Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Aplikasi Android

Aplikasi Portal Berita Konten di Google PlayStore

Satire

Berita Pilihan

Berita Video