fbpx

Keponakan Mendikbud Gagal Masuk SMA Negeri

Keponakan Mendikbud Gagal Masuk SMA Negeri

Si kembar keponakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, harus menerima kenyataan pahit. Mereka tidak diterima masuk di sekolah negeri, baik melalui jalur prestasi maupun zonasi.

Keponakan Mendikbud Gagal Masuk SMA Negeri, Keluarga Pasrah

Konten.co.id – Mendaftar di SMA Negeri 1 Sidoarjo, Al Uyuna Galuh Cintania dan Al Uyuna Galuh Cantika, si kembar keponakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, harus menerima kenyataan pahit.

Mereka tidak diterima di sekolah negeri tersebut, baik melalui jalur prestasi maupun zonasi.

Pada awalnya, si kembar lulusan SMP Muhammadiyah 1 Sidoarjo ini daftar melalui jalur prestasi.

Namun, raihan prestasi yang dicapai masih belum mampu mengantar mereka masuk ke sekolah negeri yang mereka idam-idamkan itu.

Cintania adalah peraih medali emas Kejurnas Pencak Silat dan Medali Perak Lomba Robot Tingkat Nasional.

Sementara Cantika, ia adalah peraih medali emas Lomba Story Telling Tingkat Nasional dan medali perak Lomba Film Indie Tingkat Nasional.

Karena rumah mereka kalah dekat dengan yang lain, yaitu berjarak 2,4 km dari lokasi sekolah tujuan, masuk jalur zonasi pun mereka gagal juga.

Berdasarkan aturan, jarak terjauh yang diterima adalah 1.2 KM.

Ibunda si Kembar Tri Sulistyowati mengatakan, banyak teman dan familinya yang heran, kenapa selevel keponakan Mendikbud tidak diterima masuk SMA Negeri. Mereka beranggapan, dengan wewenang dan jabatan yang dimilikinya, Mendikbud bisa saja dimintai turun tangan membantunya.

“Tidak. Cara-cara semacam itu nggak benar. Penyalahgunaan kekuasaan, itu namanya. Kami terima saja hasil ini. Kenyataannya begitu, kok. Kami tidak mau memaksakan diri,” kata Tri, Rabu (19/6), kemarin.

Rencana masuk ke SMA Negeri 1 Sidoarjo itu merupakan keinginan si kembar sendiri. Mereka ingin mengikuti jejak kakaknya yang ke-2, sekaligus meringankan beban kedua orangtuanya.

“SMAN itu ‘kan SPP-nya gratis. Dapat bantuan seragam sekolah juga. Beban biaya jadi ringan. Kalau mama sih memang dari awal pengennya kami masuk SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo, seperti kakak pertama kami. Kami sudah didaftarkan ke sana. Masuk lewat jalur prestasi juga. Tapi Alhamdulillah sih, akhirnya keterima juga di situ,” kata mereka.

Sementara itu Anwar Hudijono, ayah si kembar yang merupakan kakak kandung Muhadjir Effendy—menyerahkan pilihan pada kedua putri kembarnya itu.

“Kata Ayah, yang penting kami sudah berusaha. Selebihnya ya serahkan kepada Allah. Apapun keputusan Allah, itulah yang terbaik,” kata mereka. (*)

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Berita Lainnya :


Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Aplikasi Android

Aplikasi Portal Berita Konten di Google PlayStore

Satire

Berita Pilihan

Berita Video