Kenaikan Tarif Impor AS Ditolak 4 Perusahaan Teknologi Besar

Kenaikan Tarif Impor AS Ditolak 4 Perusahaan Teknologi Besar

Rencana Trump menaikkan bea masuk impor barang China, ditolak 4 perusahaan teknologi besar AS.

Dell, HP, Microsoft dan Intel Tolak Rencana Tarif Tambahan

Konten.co.id – Uji publik atas rencana perwakilan perdagangan AS (USTR) memberikan tarif tambahan pada US$300 miliar barang impor dari China, di respon negatif oleh Dell Technologies Inc, HP Inc, Microsoft Corp, dan Intel Corp.

Dalam pernyataan bersama yang diunggah di website perusahaan masing-masing, Dell Technologies Inc, HP Inc, Microsoft Corp, dan Intel Corp menyatakan keberatan jika laptop dan tablet dimasukkan dalam daftar barang yang dikenai tarif bea masuk tambahan.

Tarif bea masuk tambahan akan menaikkan biaya yang harus ditanggung konsumen mereka. Sementara, penjualan notebook dan tablet menyumbang 52% pendapatan Dell, HP dan Microsoft. Jika ini terjadi, maka harga-harga akan ikut naik.

Tarif baru akan menaikkan harga laptop dan tablet di AS setidaknya 19% atau sekitar US$120 (Rp 1,7 juta). Ini jelas akan berdampak signifikan terhadap potensi keuntungan yang akan mereka peroleh.

Keempat perusahaan menyatakan tarif tersebut akan merugikan konsumen dan industri.

“Kenaikan harga sebesar itu mungkin membuat harga perangkat laptop di luar jangkauan konsumen yang paling sadar biaya,” ujar keempat perusahaan dalam keterangan resmi seperti dikutip dari Reuters, Kamis (20/6/2019).

Kenaikan harga akan dirasakan selama puncak liburan dan musim masuk sekolah.

Kenaikan tarif pada konsol video game dapat menghambat inovasi, merugikan konsumen, dan membahayakan ribuan pekerjaan.

Secara terpisah, Microsoft, bersama dengan pembuat video game Nintendo of America Inc dan Sony Interactive Entertainment LLC mengatakan itu.

Tujuh hari uji publik tentang rencana Presiden Donald Trump untuk mendapatkan tarif impor barang China senilai US$ 300 miliar, telah dimulai USTR.

Bea masuk akan diterapkan setelah 2 Juli. Sementara sidang sendiri akan berakhir pada tanggal 25 Juni. (*)

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *