Ini Bahaya Meremas Kertas Resi ATM dan Struk Belanja!

Ini Bahaya Meremas Kertas Resi ATM dan Struk Belanja!

Kertas Thermal bisa menyebabkan berbagai penyakit.

Jangan Remas Kertas Resi ATM dan Struk Belanja Anda. Bahaya!

Konten.co.id – Pasti anda sering mendapatkan struk belanja, resi ATM dan tiket konser? Tahukah anda kalau itu adalah kertas thermal?

Kertas thermal biasanya dikemas dalam bentuk rol atau dikenal dengan sebutan thermal paper roll.

Dinamakan kertas jenis thermal karena kertas ini memang bekerja berdasarkan panas atau thermal yang dikenakan pada bahan kertas tersebut.

Dalam mencetak dokumen melalui mesin faks, ATM atau mesin lainnya, digunakan kertas khusus yaitu thermal paper yang peka terhadap panas (heat-sensitive thermal). Thermal Paper adalah kertas yang dipenuhi dengan bahan kimiawi yang akan berubah warna ketika dipanaskan.

Permukaan thermal paper dilapisi campuran bahan pewarna yang padat dan kandungan yang sesuai, seperti fluoran leuco dye dan octadecylphosphonic acids. Thermal paper juga mengandung konsentrat BPA (Bisphenol A) dan BPS (Bisfenol S) yang cukup tinggi, yaitu bahan pemecah endokrin.

BPA dan BPS adalah bahan kimia yang digunakan untuk penguat warna pada setruk kertas thermal. Bahan kimia ini tidak hanya digunakan dalam setruk belanja, tapi juga dalam plastik dan lapisan wadah makanan dan minuman.

Selain pada mesin faks, printer thermal digunakan juga untuk keperluan mencetak setruk di SPBU, daftar harga, label barcode, setruk di mesin ATM, maupun pada pembayaran tunai atau non tunai di kasir maupun bukti pembayaran lainnya seperti tiket konser dan tiket pesawat.

Tapi apa yang anda lakukan setelah mendapat kertas tersebut? Pasti anda simpan didalam kantong kan? Tapi tahu gak sih ada bahaya dibalik itu semua?

Seperti dikutip dari doktersehat.com, berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan di Taiwan, sekitar 20 sampel dari kertas setruk ATM, beberapa lembar kertas setruk belanja, 7 kertas faksimile dan beberapa kertas dari kantor pos di cek kandungan kimianya.

Hasil dari penelitian ini adalah, 60 persen dari dari sampel tersebut mengandung bahan kimia BPA yang bersifat karsinogenik. Dari 18 hingga 28 sampel tersebut, diketahui bahwa kandungan kimia di dalam kertas mencapai 10 hingga 50 ppm atau parts per million.

Jumlah ini tergolong sangat tinggi sehingga bisa menyebabkan datangnya masalah kesehatan seperti pubertas dini, obesitas, serta kanker. Walaupun dalam dosis yang sangat sedikit, terdapat bukti yang menunjukkan bahwa BPA yang ada di setruk belanja bisa memicu kanker. Diantaranya kanker payudara, kanker prostat, diabetes dan obesitas.

Sementara untuk anda yang suka meremukkan juga masih ada bahaya yang mengancam. Bahan kertas thermal yang memiliki bahan kimia BPA (Bisphenol A) dan dan BPS (bisphenol S) berpotensi menyebabkan datangnya beberapa penyakit termasuk penyebab munculnya penyakit kanker. Kertas ini juga akan cenderung mudah berubah warna saat terpapar panas.

Organisasi Perlindungan Lingkungan Hidup AS dalam penelitian yang mereka lakukan menyebutkan jika kita menyentuh 2,5 mikrogram BPA yang bisa ditemukan di dalam kertas setruk ATM selama 10 detik saja, maka kita akan terpapar bahaya dari bahan bersifat karsinogenik tersebut. Bahkan, risiko ini akan meningkat 1,5 kali lipat jika kita meremas kertas setruk ATM tersebut.

Kontak dengan kertas termal membuka peluang paparan BPA dan BPS ke dalam tubuh, baik melalui transfer langsung ke kulit, maupun transfer oral lewat makanan yang tersentuh kontaminan tangan. Namun, paparan paling mudah terjadi lewat kulit, BPA dan BPS bisa meresap ke lapisan bawah kulit dan masuk ke aliran darah.

Seperti yang dilansir dari Plastic Pollution Coalition, AS, BPA yang ada di kertas setruk bisa mengganggu sistem reproduksi pada pria dan wanita. Hal tersebut dapat terjadi akibat menyerapnya senyawa kimia yang menyerupai estrogen tersebut ke dalam kulit.

Kandungan BPA dan BPS ini bisa dengan mudah diserap kulit jika kamu memegang setruk dengan jari yang lembab atau baru saja menggunakan lotion. Tak hanya itu, jika kamu tidak mencuci tangan usai menyentuh atau meremas kertas setruk belanjaan atau setruk atm maka bahan kimia tersebut juga bisa masuk ke dalam tubuh.

Parahnya lagi belum banyak orang yang paham bahwa paparan BPA kertas thermal bisa jadi lebih berbahaya dari BPA plastik. Massa total BPA kertas thermal bisa mencapai 250-1000 kali lebih besar dari BPA pada kaleng makanan, kaleng susu formula, atau botol bayi plastik.

Sementara itu dilansir warstek.com, Minggu (16/4/2019), Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dr. Imran Agus Nurali mengatakan perlu adanya informasi dari hasil kajian tentang kertas thermall berdampak pada kesehatan manusia.

“Uji klinis yang tidak mudah saya rasa, ini peranan lembaga penelitian atau akademisi untuk memfasilitasinya. Mudah-mudahan dampaknya nanti kepada kebijakan pemerintah terkait penggunaan plastik.” jelasnya.

Untuk menghindari bahaya kertas thermall bisa dilakukan dengan berbagai cara.

1.Cobalah untuk menggores sisi pada setruk belanja kamu. Jika terdapat tanda gelap, maka bisa jadi setruk tersebut mengandung BPA.

2.Jika memungkinkan, jangan menerima setruk saat belanja atau saat mengambil uang di ATM

3.Apabila harus menerima setruk belanja atau setruk dari mesin atm (jika melakukan transfer uang), cobalah untuk menyentuh bagian belakang dan sisi kertas setruk karena biasanya hanya mengandung BPA yang lebih sedikit.

4.Jangan simpan setruk di dompet atau didalam kantong celana atau baju, lebih baik simpan pada sebuah amplop kosong. Pasalnya racun BPA dan BPS dapat menempel pada uang atau barang-barang di dompet kamu, maupun menempel pada kain di kantong celana atau baju, sehingga berbahaya bagi kesehatan.

5.Jangan lupa selalu cuci tangan dengan sabun dan bilas dengan air yang mengalir, setelah kamu memegang setruk belanja atau setruk ATM.

6.Jangan menggunakan pembersih tangan berbahan kimia untuk membersihkan tangan kamu usai memegang setruk kertas thermal. (*)

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *