Faldo Maldini Yakin Prabowo Bakal Kalah di MK

Faldo Maldini Yakin Prabowo Bakal Kalah di MK

Dengan bukti suara yang belum kuat membuat Faldo Maldini yakin Prabowo akan kalah di mahkamah Konstitusi (MK). Hal ini ia sampaikan lewat akun Youtube miliknya.

Kurang Bukti, Faldo Maldini Yakin Prabowo Bakal Kalah di MK

Konten.co.id – Wakil Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) Faldo Maldini mengklaim pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tidak akan memenangkan gugatan pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK).

Hal tersebut disampaikan Faldo melalui unggahan video di akun youtube pribadinya. Faldo memaparkan alasannya melalui video dan meminta supaya pengguna media sosial menonton video itu hingga selesai.

“Di video ini, gua akan menjelaskan tentang peluang Pak Prabowo di MK, dan menurut gua Pak Prabowo-Sandi enggak akan menang di MK,” ujarnya, dalam video yang disaksikan, Selasa (18/6/2019).

Secara kuantitatif, lanjutnya, kekalahan Prabowo-Sandi sekitar 17 juta suara. Untuk membuktikan terjadi kecurangan itu, tim Prabowo harus dapat membuktikan sebanyak 50 persen dari 17 juta suara tersebut.

“Nah dari 17 juta lu bagi jadi dua misalkan,butuh 8,5 tapi kan setidaknya lu butuh sembilan juta bahwa ada potensi kecurangan dalam perhitungan nih yang itu dibuktikan dengan C1 asli yang dimiliki oleh saksi nah 9 juta suara,” tuturnya.

Untuk mendapatkan sembilan juta suara, kata Faldo, harus dibagi rata setiap TPS. Dia pun mencontohkan dengan memasukkan angka 250 suara di setiap TPS. Selanjutnya, sembilan juta dibagi dengan jumlah angka di setiap TPS sehingga mendapatkan 36 ribu TPS yang menunjukkan Prabowo menang 100 persen.

“Bayangin kalau misalkan menangnya enggak 100% berarti TPS-nya harus di atas 36 ribu dong. Kalau misalnya Prabowo-Sandi cuma menang 50 persen di 36 ribu itu, maka ada penjumlahan jumlah TPS yang lo butuhin C1-nya, kalau seandainya menangnya tidak 100 persen. Semakin kecil kemenangan Prabowo-Sandi semakin banyak TPS yang dibutuhin,” tuturnya.

Kemudian, jika MK mengabulkan gugatan Prabowo maka pihak 02 harus membuktikan kecurangan itu dan dilakukan pemungutan suara ulang. Selain itu ada juga diskualifikasi.

Namun Faldo menilai diskualifikasi tidak juga akan menjadikan Prabowo sebagai Presiden. Namun KPU akan kembali melakukan proses pemilu ulang.

Hal tersebut, kata dia bisa berdampak pada kekosongan pemimpin negara yang nantinya dapat diisi oleh Menteri Keuangan, Menteri Pertahanan atau Menteri Luar Negeri. Namun, proses panjang akan terjadi jika MK mengabulkan gugatan Prabowo.

“Makanya feeling gua Pak Prabowo sudah membaca hal ini dan dengan jiwa kesatria beliau mengatakan “sudahlah tolong doakan, dan jangan beramai-ramai ke MK”, menurut gua sikap kesatria karena memang jalan ke MK adalah jalan konstitusional yang dipilih oleh Prabowo-Sandi dan kita harus menghargai hasilnya,” ucapnya.

Meski demikian, Prabowo telah berusaha untuk membuktikan kebenaran. Meskipun, menurut dia, hakim MK punya versi kebenaran yang lain.

Selanjutnya, Faldo menyebut soal ucapan kuasa hukum Prabowo-Sandi, Bambang Widjojanto (BW) di MK terkait ketidakpercayaan pada proses pemilu.

Faldo menilai hal itu sebagai delegitimasi pemilu pada pemenangan 01 yaitu Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

“Menurut gue 01 punya PR untuk memulihkan kembali trust publik. Pendukung 02 itu adalah warga negara Indonesia yang dibutuhkan perannya untuk membangun Indonesia ke depan,” tuturnya.

Namun tim kuasa hukum Jokowi disini sangat jeli dengan hal tersebut. Sehingga Jokowi pun mengucapkan untuk membangun bangsa Indonesia diperkirakan tidak ada oposisi.

Tak hanya soal Jokowi, tim hukum TKN juga dinilai Faldo jeli tentang selisih pendapat kedudukan Ma’ruf Amin sebagai dewan pengawas syariah yang disebutnya bukan pejabat BUMN. (*)

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *