Empat Warga Blitar Terluka Akibat Ledakan Petasan

Empat Warga Blitar Terluka Akibat Ledakan Petasan

Empat orang warga terluka akibat ledakan petasan di Blitar. Saat ini mereka kritis akibat luka bakar.

Kritis, Empat Warga Blitar Terluka Akibat Ledakan Petasan

Konten.co.id – Empat orang di Blitar terluka akibat ledakan petasan pada Senin, (3/6/2019) malam. Keempatnya berencana membuat petasan untuk malam takbiran.

Empat orang yang terluka tersebut tercatat sebagai warga Togogan, Srengat, Kabupaten Blitar. Keempatnya harus dilarikan ke rumah sakit setelah menderita luka bakar serius akibat ledakan petasan.

Dua diantara empat korban petasan tak sadarkan diri dan dirawat di RS Al Ijtihad Srengat, satu orang dirujuk ke RSUD dr. Iskak Tulungagung, sementara satu lainnya mengalami luka ringan dan sudah boleh pulang.

“Korban rata-rata mengalami luka bakar dibagian tangan dan kakinya dan kini sedang dirawat,” ujar Kasatreskrim Polres Blitar Kota, AKP Heri Sugiono, Selasa (04/06/2019).

Tiga dari empat korban yang saat ini tengah mendapatkan penanganan medis masing-masing bernama Ebianto (30), Yuli Ardiyanto (21) dan Andres Suntoro (22). Hampir seluruhnya menderita luka bakar.

Dari hasil olah TKP dan pemeriksaan sejumlah saksi, awalnya salah satu korban mengajak temannya membuat petasan atau mercon.

Kemudian, para korban membuat mercon menggunakan metode seadanya dengan menggulung kertas lalu memasukkan bahan peledak ke dalamnya. Petasan mendadak meledak saat Ebi menutup lubang sumbu.

“Awalnya ada lima orang. Yang satu pulang duluan pada jam sembilan (malam). Tinggal empat orang. Yang tiga orang masih dirawat dan yang satu luka ringan dan sudah boleh pulang. Kita masih cari identitasnya,” imbuh Heri.

Pantauan di lokasi, rumah yang dijadikan tempat untuk membuat petasan dipasangi garis polisi. Saat jatimnow datang ke lokasi, rumah dalam keadaan tutup dan ditinggal penghuninya. (*)

Penulis: Hastama

Iman Hidayat
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *