69 Desa di Boyolali Adakan E-Voting Pilkades Serentak

69 Desa di Boyolali Adakan E-Voting Pilkades Serentak

Total yang melaksanakan Pilkades 229 desa.

Canggih, 69 Desa di Boyolali Adakan E-Voting Pilkades Serentak

Konten.co.id – Sebanyak 69 desa menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2019 dengan menggunakan metode elektronik voting (e-voting), yang tersebar di 19 Kecamatan di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu (29/6/2019).

Pelaksanaaan yang keempat kali ini banyak kelebihannya dibanding cara konvensional manual dengan cara mencoblos langsung surat suara.

“Pilkades cara e-voting keuntungannya proses lebih cepat pemilih dengan menunjukan surat undangan dari panitia langsung dicocokan dengan data pemilu tetap desa, kemudian diberikan smart card untuk memilih calon. Setelah tombol foto calon dipilih kemudian keluar kertas barcode yang kemudian dilipat dimasukan ke kotak audit (kotak Suara),” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dispermasdes) Boyolali Purwanto.

Kata dia, metode e-voting hasilnya juga lebih akurat dan tidak bisa melakukan kecurangan dalam menghitungan suara karena semuanya sudah terpantau sistim elektronik.

Purwanto mengatakan Pilkades Boyolali dengan cara e-voting dari 69 desa yang digelar terbanyak Kecamatan Karanggede ada 12 desa, Mojosongo 9 desa sedangkan kecamatan lainnya rata-rata setiap desa ada dua hingga tiga desa.

“Kami dari hasil pantuan Pilkades disejumlah desa di Boyolali yang menggunakan metode e-voting semuanya berjalan lancar dan aman. Bahkan, masyarakat yang menggunakan hak pilihnya juga sudah bisa memberikan hak pilihnya, karena mereka sebelumnya sudah diberikan sosialisasi proses e-voting,” katanya.

Selain dengan e-voting, sebanyak 160 desa melakukan Pilkades dengan cara konvensional manual dengan cara mencoblos langsung surat suara.

Dia mengatakan dari 229 desa yang menggelar Pilkades tahun ini, satu desa terpaksa diundur pelaksanaannya karena belum memenuhi persyaratannya, yakni calon kades hanya satu atau melawan kotak kosong.

“Desa Kuwiran Kecamatan Banyudono ditunda selama 20 hari ke depan, karena calonnya baru satu orang. Sesuai aturan Pilkades Boyolali yang baru minimal harus ada dua calon dan maksimal 5 calon. Jika bakal calon lebih dari lima orang, mereka harus melalui test tertulis untuk lolos sebagai calon Kades,” katanya. (*)

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *