65 Kontainer Sampah Plastik Masuk Batam

65 Kontainer Sampah Plastik Masuk Batam

Sampah plastik diimpor dari perusahaan di luar Batam.

Bupati Batam : Kami Ingin Biji Plastik Bukan Sampah Plastik

Konten.co.id – Sebanyak 65 kontainer sampah plastik masuk Batam. Bea Cukai Batam memeriksa kontainer berisikan sampah plastik tersebut untuk diuji apakah sampah plastik itu mengandung limbah B3 atau tidak.

Wali Kota Batam Rudi pun mengaku gerah akan masalah ini. Ia mengatakan tindakan yang dilakukan Bea Cukai hanya menjalankan wewenang yang diberikan kepadanya.

Ia menilai ada indikasi awal yang dipersangkakan. “Kalau ada, kita akan surati kementerian perdagangan, untuk ditinjau kembali. Penindakan apa yang akan diberikan kalau ada limbah B3, nanti saja kita tunggu hasil uji labnya keluar,” kata Rudi.

Rudi tak mempermasalahkan jika yang diimpor dari luar negeri itu, berbentuk biji plastik. Karena bisa diolah.

“Kalau impor biji plastik, tak ada masalah. Silakan diimpor,” ujarnya.

Kedepan, pihaknya berharap, perusahaan yang ditunjuk negara, terutama perusahaan surveyor yang ditunjuk, betul-betul melakukan pengecekan terhadap muatan barang yang akan dikirim masuk ke Indonesia, khususnya Batam.

“Tak boleh terima saja. Kalau hasilnya begini. Ditanya ke Sucofindo, katanya di negara asal ngeceknya. Mudah-mudahan ini kejadian pertama dan terakhir, dan kita akan perketat nanti,” kata Rudi.

Kepala KPU BC Tipe B Batam, Susila Brata mengatakan, sebelum diimpor ke Batam, Kepri, Indonesia, muatan dalam kontainer yang akan dikirim sudah disurvei oleh surveyor di luar negeri. Dan dinyatakan dalam dokumennya, sudah memenuhi aturan di Permendag no. 31/2016.

“Sekarang kondisinya seperti ini. Kalau tidak memenuhi syarat, akan dikembalikan ke negara asalnya,” ucap Susila.

Kepala DLH Kota Batam, Herman Rozie mengatakan, perusahaan pengimpor plastik di Batam ini memang diperbolehkan impor.

Mereka sudah memenuhi syarat administrasi. Barang yang mereka impor juga masuk kategori scrub plastik.

“Tapi di situ dipersyaratkan, tidak boleh dikontaminasi limbah B3. Kemarin setelah kita lihat secara visual barangnya, kita ragu, ada kecurigaan, makanya kita cek,” kata Herman.

Sampel barang sudah diambil, selanjutnya akan dicek di laboratorium milik bea cukai. Untuk mengetahui hasilnya pihaknya mengaku semua tergantung kandungannya.

“Sebenarnya scrub plastik itu dibolehkan impor asal homogen. Kalau tadi kita lihat fisiknya kan banyak bercampur. Ada kertas, dan lainnya, harusnya sejenis,” ujarnya.

“Untuk hasilnya apa masuk limbah B3 atau tidak, memang harus uji lab. Tapi kalau tidak homogen jenisnya, itu patut diduga,” tukasnya. (*)

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *