40 Istilah Prokem 90-an ini Wajib Kamu Ketahui Artinya !

40 Istilah Prokem 90-an ini Wajib Kamu Ketahui Artinya !

Istilah-istilah berikut ini sering digunakan netizen generasi 90-an, yang sering disebut kaum millenial.

40 Istilah Prokem di Medsos yang Wajib Kamu Ketahui Artinya !

Konten.co.id – Mungkin di antara kamu, millenial pembaca Konten.co.id, sering mendengar istilah-istilah aneh macam Jayus, Lebay dan lain-lainnya saat berinteraksi di dunia maya. Biasanya, istilah-istilah ini sering digunakan netizen generasi 90-an.

Nah, biar tidak ada lagi gagal paham lintas generasi; millennial dan XYZ, kali ini kita share artikel yang membahas tuntas arti maupun sejarah dari istilah ‘aneh’ tersebut.
Selamat membaca.

1.ALAY
Singkatan dari Anak Layangan, yaitu orang-orang kampung yang bergaya norak. Alay sering diidentikkan dengan hal-hal yang norak dan narsis.

2. KOOL
Sekilas cara membacanya sama dengan “cool” (keren), padahal kata ini merupakan singkatan dari KOalitas Orang Lowclass, yang artinya mirip dengan Alay.

3. LEBAY
Merupakan hiperbol dan singkatan dari kata “berlebihan”. Kata ini populer di tahun 2006-an. Kalau tidak salah, Ruben Onsu atau Olga yang mempopulerkan kata ini pada berbagai kesempatan di acara-acara televisi yang mereka bawakan. Biasanya digunakan untuk “mencela” orang yang berpenampilan norak.

4. JAYUS
Saya tadinya mengira, kata ini merupakan singkatan. Namun setelah ditelusuri, ternyata bukan. Arti sebenarnya adalah lawakan yang tidak lucu.

Istilah Jayus populer di tahun 90-an, dan masih sesekali digunakan di masa kini. Dari cerita mulut ke mulut, konon ada seorang anak di daerah Kemang bernama Herman Setiabudhi yang kerap dipanggil Jayus oleh teman-temannya. Jayus sendiri adalah nama ayah dari Herman (lengkapnya Jayus Kelana) yang seorang pelukis di kawasan Blok M. Herman alias Jayus terkenal sebagai anak yang sering melawak, tapi lawakannya kerap kali tidak lucu.

5. GARING
Kata ini merupakan kata dari bahasa Sunda, yang berarti “tidak lucu”. Awalnya, kata-kata ini hanya digunakan di Jawa Barat saja. Namun karena banyaknya mahasiswa luar pulau yang kuliah di Jawa Barat (Bandung) lalu kembali ke kota kelahiran mereka, kata ini kemudian dipakai mereka dalam beberapa kesempatan. Karena seringnya digunakan dalam pembicaraan, akhirnya kata ini pun menjadi populer di beberapa kota besar di luar Jawa Barat.

6. GANDENG
Kata ini pun merupakan kata dari bahasa Sunda yang berarti “berisik”. Sama seperti garing, kata ini dibawa dan dipakai oleh para mahasiswa luar Jawa Barat yang sempat kuliah di tanah Parahyangan. Yang pada akhirnya membuat kata ini menjadi terkenal, dan banyak dipakai dalam berbagai kesempatan.

7. BEGICHU / BEGICYU
Biasanya kata ini disebutkan dengan penekanan di bagian belakang (yaitu memonyongkan bibir). Kata ini sendiri digunakan secara tidak sengaja oleh seorang anak kecil bernama Saipuddin, 3 tahun, asal Madura. Kata ini kemudian banyak dipopulerkan oleh artis. Salah satunya adalah Titi DJ.

8. MENEKETEHE
Kata ini sebenarnya berasal dari kata “Mana Kutahu”. Kemudian diplesetkan oleh Tora Sudiro sekitar awal tahun 2000-an, di acara Extravaganza TransTV. Istilah itu cukup populer dan saat ini sering digunakan orang.

9. CING
Kata ini mulai populer tahun 1970-an, saat film Si Pitung Banteng Betawi yang dibintangi oleh (alm) Dicky Zulkarnaen, booming. Para tokohnya sering berdialog memakai istilah ini. Belakangan, di tahun 90-an, kata ini mulai sering digunakan orang lagi. Terutama setelah Debby Sahertian kerapkali menggunakannya di sitkom Lenong Rumpi. Kata “cing” biasa dipakai sebagai sapaan untuk teman dekat. Misalnya, “Mau ke mana, Cing?”

10. EMBER
Kata ini merupakan plesetan dari kata “Memang Begitu”. Pertama kali dipopulerkan oleh Titi DJ yang secara tidak sengaja menyebut kata ini saat menjawab pertanyaan orang. Sejak itu, kata ini sering digunakan di berbagai kesempatan.

11. YIUK….!!
Kata yang merupakan bentuk ajakan ini, dipopulerkan oleh Hennyta Tarigan dan Rina Gunawan (anggota grup GSP). Kata ini sempat populer di awal tahun 90-an dan sering digunakan oleh Lenong Rumpi. Di awal tahun 2000-an, kata ini kembali populer sejak digunakan oleh Indra Birowo dan Tora Sudiro di acara Exravaganza. Karena sering digunakan saat mereka berperan sebagai bencong, maka kata ini identik dengan panggilan kaum waria / bencong.

12. BONYOK
Kata ini merupakan singkatan dari Bokap-Nyokap (orang tua). Tidak jelas siapa yang mempopulerkan kata ini, tapi kata ini mulai sering digunakan di periode awal 2000-an, ketika SMS mulai populer di kalangan remaja.
Bokap (Ayah) dan Nyokap (Ibu) sendiri merupakan istilah yang telah populer sejak tahun 80-an, dan masih digunakan hingga hari ini.

13. BISPAK
Merupakan singkatan dari kata “Bisa Pakai”. Kata ini mulai populer di pertengahan 90-an, dan biasanya digunakan sebagai kode rahasia untuk menyebutkan wanita / pria yang bisa “dipakai” (baca : ditiduri). Tapi mereka sendiri tidak mau disebut PSK (Pekerja Seks Komersial), karena seringkali mereka melakukan hal itu “just for fun”.

Tidak jelas siapa yang mempopulerkan kata ini. Tapi kata ini sudah akrab dan sering digunakan oleh para Eksmud (Eksekutif Muda) Jakarta sekitar tahun 96-an.

14. AKIKA
Merupakan sandi untuk mengatakan “Saya”. Kata ini pertama kali dipopulerkan oleh kaum waria di tahun 90-an, yang dibakukan oleh Debby Sahertian dalam buku Kamus Gaul yang dibuatnya.

15. SUTRALAH
Merupakan plesetan dari kata “Sudahlah”. Kata ini juga dipopulerkan oleh kaum waria, dan mulai populer di tahun 90-an akhir.

16. SEMOK
Berasal dari bahasa Jawa yang berarti “Montok”. Kata ini belakangan sering digunakan orang untuk menggambarkan wanita yang cantik dan seksi.

17. LOL
Kata ini belakangan ini sering dipakai, terutama saat chatting di media sosial. Baik di YM, FB, Twitter atau pun medsos lain. Kata itu merupakan singkatan dari Laugh Out Loud, yang berarti “Tertawa Terbahak-bahak”.

18. CENGLI
Merupakan kata dari bahasa Hokkian yang berarti “Bertindak Adil”. Kata ini memang lazim digunakan oleh masyarakat perantauan Tionghua dari suku Hokkian. Karena sering digunakan dalam percakapan bisnis, maka lama-kelamaan menjadi kata umum yang digunakan dalam kegiatan sehari-hari.

19. WIL dan PIL
Merupakan singkatan dari Wanita Idaman Lain dan Pria Idaman Lain. Tidak jelas siapa yang mempopulerkan istilah ini. Namun, kata-kata ini mulai sering digunakan dalam penulisan di majalah-majalah pada awal 2000-an. Kedua kata itu biasa digunakan untuk menjelaskan wanita atau pria simpanan / selingkuhan.

20. AJIB
Artinya Enak, Asyik, atau Klabing. Kata ini populer di tahun 90-an, tatkala musik trance mulai happening. Kata ini biasanya digunakan oleh para penikmatnya. Istilah ini diambil dari suara hentakan tempo musik trance yang kalau diperhatikan dengan seksama, memang terdengar seperti “Ajib, ajib…. ajib, ajib….”.

21. ANJELO
Merupakan singkatan dari Antar Jemput Lonte. Kata ini pertama kali digunakan sekitar tahun 2000-an, di daerah sekitar Bogor untuk menyebut Tukang Ojek yang menjadi langganan para penjaja cinta di sana.

22. JABLAY
Kata ini dipopulerkan oleh Titi Kamal saat menyanyikan lagu berjudul sama dalam film Mendadak Dangdut (2006). Merupakan singkatan Jarang Dibelai. Mengandung arti kurang lebih sebagai ungkapan hati seorang wanita yang jarang mendapatkan belaian kasih saying dari pasangan / kekasihnya.

23. GETHO LOH..
Kata ini berarti “Demikian / Begitu”, yang merupakan penekanan dari sebuah penjelasan yang disampaikan oleh sang pembicara. Kata ini cukup terkenal di tahun 2007, karena sering digunakan oleh para penyiar radio (terutama radio anak muda) setiap kali selesai menjelaskan sesuatu. Kata ini makin populer manakala sering digunakan dalam berbagai percakapan yang bernada jenaka (sekaligus norak) di berbagai acara televisi.

24. BELAH DUREN
Berasal dari istilah yang digunakan dalam lagu dangdut berjudul sama yang dinyanyikan oleh Julia Perez. Kata “Belah Duren” merupakan istilah yang ditujukan buat para pengantin muda saat menikmati malam pertama. Belakangan kata ini mengandung makna ajakan untuk melakukan ML (Making love).

25. SECARA
Kata ini sebenarnya adalah bahasa Indonesia, yang bermakna “Adalah”. Namun kata ini menjadi populer di tahun 2006-an di kalangan siswa-siswi SMU. Mereka menggunakan kata ini sebagai kata ganti “Karena / Soalnya”. Sesekali pula digunakan sebagai sisipan tanpa makna (hanya sebagai penekanan pada kalimat yang mereka katakan). Contoh pemakaiannya :
a. Gua gak bisa ke rumah lo neh hari ini, secara bokap gue lagi sakit.
b. Ya… gimana dong? Secara gue ini kan gaul…

26. SEGEDE GAMBRENG
Kata “gambreng” berasal dari suitan anak-anak (hompimpah alaihum gambreng), yang menunjukkan siapa yang menang dalam suitan tersebut. Belakangan, sekitar tahun 2007-an, kata ini digunakan untuk menunjukkan sesuatu yang besar sekali (dan sulit diungkapkan dengan kata-kata).

27. SEGEDE GOBLOK
Mirip dengan ungkapan “Segede Gambreng”, kata “Segede Goblok” menunjukkan sesuatu yang besarnya luar biasa dan – saking besarnya – jadi tidak masuk akal. Belum jelas siapa yang mempopulerkan kata ini. Tapi diduga kata ini pernah diucapkan oleh beberapa MC di televisi (entah Indra Bekti, Iva Gunawan, atau Ruben Onsu).

28. JUTEK
Berasal dari kata yang sering digunakan oleh para PSK di awal tahun 2000-an, untuk menggambarkan pria yang sombong dan jarang tersenyum. Kata ini akhirnya menjadi istilah umum yang digunakan untuk melukiskan orang yang menyebalkan, judes, galak, emosian dan sombong.

29. BT / BETE
Merupakan singkatan dari Boring Total. Tadinya orang menduga kata ini dipopulerkan oleh Dwiq saat merilis lagu “Bete”, sekitar tahun 2008. Padahal kata ini sudah lama digunakan oleh para mahasiswa yang bosan dengan program perkuliahan mereka. Kata ini mulai populer dan digunakan di awal tahun 2000-an.

30. KAMSUD
Merupakan pembalikan konsonan kata “Maksud”. Kata ini mulai populer terutama di kalangan cewek pengguna ruang chatting dunia maya.

31. KATROK
Orang kampung / orang desa. Dipopulerkan oleh Tukul Arwana saat membawakan acara Empat Mata sekitar tahun 2007-an. Kata ini kemudian menjadi bahasa umum untuk menggambarkan orang yang kampungan / norak banget.

32. PRIKITIW
Adalah celutukan yang ditujukan pada pasangan yang tertangkap basah melakukan perselingkuhan. Adalah Sule yang pertama-kali melontarkan celetukan nakal tersebut. Dan kini, istilah tersbut menjadi bahasa pergaulan.

33. CUMI
Merupakan singkatan yang mengandung banyak arti (tergantung CUMI yang dipakai adalah singkatan dari apa). Awalnya kata ini dipopulerkan oleh sebuah produk kartu telpon seluler di tahun 2008-an, yang akhirnya berkembang menjadi bahasa gaul anak-anak remaja untuk menjelaskan kondisinya saat ini. Seperti CUma MIkir, CUma MIScal, CUma MIrip, CUma MInjam, CUkup MIris, dan lain-lain.

34. KRIK
Adalah suara jangkrik. Istilah ini biasanya digunakan dalam pembicaraan di dunia maya, untuk menggambarkan kondisi yang sangat garing / tidak lucu. Kata ini berasal dari adegan film-film kartun yang sering menampilkan suasana hening – dengan latar belakang suara jengkrik – mana kala seseorang bercanda namun tidak lucu.

Pemakaiannya cukup sederhana, yaitu saat menanggapi komentar / ucapan seseorang. Penulis tinggal menulis kata “Krik” berulang-ulang, menandakan bahwa penulis menganggap ucapan orang itu tidak lucu.

35. GAYUS
Merupakan istilah sindiran untuk orang yang gila uang dan berusaha mendapatkan uang dengan berbagai cara tidak halal. Ungkapan ini populer di awal tahun 2010, setelah seorang pejabat pajak negara bernama Gayus Tambunan, diciduk polisi lantaran ketahuan menilap uang negara sebesar Rp 67 milyar.

36. MOGE
Awalnya kata ini merupakan singkatan dari Motor Gede. Dipopulerkan oleh kelompok penyuka motor gede tahun 2008 silam. Namun belakangan, kata itu diplesetkan banyak orang menjadi Motor Gelo. Ditujukan pada orang-orag norak yang suka bikin rusuh, mau menang sendiri, dan bikin muak banyak orang.

37. NI YEE…
Merupakan ungkapan yang dipopulerkan oleh pelawak (alm) Diran di tahun 1985-an. Kemudian sering digunakan oleh para artis seperti Euis Darliah dan Jaja Miharja. Kata ini sempat populer kembali sekitar medio 1990-1999. Saat ini masih dipakai, walau tidak se-intense dulu.

38. BONEK
Singkatan dari kata Bondo Nekat. Yang berarti orang nekat dan tidak bermodal apapun, selain kemauan. Kata ini dipopulerkan oleh suporter Tim Sepakbola Persebaya – Surabaya di tahun 90-an, dan menjadi sebutan “kebanggaan” mereka. Saat ini, kata ini juga digunakan untuk orang-orang nekat yang tidak kenal rasa takut.

39. GUE
Adalah bahasa “resmi” yang kini banyak digunakan oleh kebanyakan orang (terutama orang dari Suku Betawi), untuk menyebut “Saya / Aku”. Kata ini merupakan bahasa Betawi yang telah digunakan secara luas, jauh sebelum bahasa prokem dikenal orang.

40. LO / LU
Sama seperti “Gue”. Kata ini sudah digunakan oleh Suku Betawi sejak bertahun-tahun lalu, dan menjadi istilah pengganti saat menyebut “Anda / Kamu”. (*)

Gege Sureggae
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *