WNA Thailand Gagal Selundupkan Narkotika ke Bali

WNA Thailand Gagal Selundupkan Narkotika ke Bali

PS dan AP menyelundupkan narkoba dengan modus swallow (telan). Rencananya narkotika tersebut akan diedarkan di Bali.

Disimpan Dalam Lambung, WNA Thailand Gagal Selundupkan Narkotika ke Bali

Konten.co.id – Dua warga negara asing (WNA) asal Thailand, yaitu PS (29) dan AP (20), gagal menyelundupkan narkotika jenis methampetamine dengan modus Swallow (telan) yang ditemukan pada saluran pencernaannya oleh petugas Bea Cukai di Bandara Ngurah Rai, Bali.

Kepada wartawan Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Bali-Nusra Untung Basuki mengatakan dari hasil rontgen didapati bahwa pada kedua tersangka membawa benda mencurigakan dalam saluran pencernaannya. PS dan AP sebagai penumpang salah satu maskapai tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai, pada pukul 02.00 WITA dari Bangkok ke Denpasar.

Tersangka pertama dengan inisial PS menyelundupkan sebanyak 49 bungkusan berisi bubuk berwarna putih, sedangkan tersangka AP didapati menyelundupkan sebanyak 51 bungkusan.

“Berdasarkan analisa dengan melakukan rontgen, dua orang WNA ini bisa diperiksa secara mendalam terhadap barang bawaannya, karena ada dugaan kedua tersangka membawa narkotika,” ujarnya, Senin (27/5/2019)

“Semua barang yang diselundupkan itu sangat berbahaya, apabila pecah dapat menyebabkan yang bersangkutan dapat meninggal dunia dan itu sangat berisiko sekali,” katanya.

Berat dari barang bukti yang diselundupkan oleh PS sekitar 528.03 gram brutto atau 482.46 gram netto, sedangkan AP menyelundupkan metamphetamine dengan total berat 554.45 gram brutto atau 507.02 gram netto.

Narkotika jenis metamphetamine memiliki nilai edar per 1 gram-nya sekitar Rp1,5 juta, jadi untuk total 989.66 gram-nya mencapai Rp1.484.490.000, dan dapat dikonsumsi oleh 4.947 orang.

Barang bukti dari kedua tersangka selanjutnya dilimpahkan ke BNNP Bali sebagai badan penerima pelimpahan pada 13 Juni 2019. BNNP Bali bekerja sama dengan pihak Bea Cukai untuk melakukan pengembangan terhadap kasus ini.

Ia mengatakan masing-masing tersangka telah dibayar sebesar 15.000 Bath untuk aksi kejahatannya. PS yang bekerja sebagai Tukang Listrik dan AP yang bekerja sebagai Tukang Tatto tidak mengenal pihak dari Thailand yang memberikan perintah dan pihak yang akan menerima barang tersebut di Bali.

Atas perbuatannya kedua tersangka dijerat dengan Pasal 102 huruf (e) juncto Pasal 103 huruf (c) UU Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan atas UU Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan juncto Pasal 113 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (*)

Penulis: Kharisma
Editor: Azzahra

Iman Hidayat
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *