fbpx

Untung Rugi Indonesia Pindah Ibu Kota Negara

Untung Rugi Indonesia Pindah Ibu Kota Negara

Wacana pemindahan ibu kota Indonesia sudah berulang kali digaungkan. Tapi ada beberapa hal yang harus diperhitungkan dalam memindahkan ibu kota negara.

Menimbang Untung Rugi Indonesia Pindah Ibu Kota Negara

Konten.co.id – Wacana pemindahan ibu kota Indonesia sudah berulang kali digaungkan. Terakhir saat rapat terbatas yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo, Senin (29/4/2019). Pemindahan ibu kota Indonesia didasari dengan perkiraan tahun 2030 Indonesia akan memiliki ekonomi terbesar keempat didunia.

Dengan pandangan visioner tersebut semakin meyakini negara Indonesia untuk pidah ibu kota dari Jakarta yang sekarang semakin sesak dengan berbagai pembangunan. Bahkan terkesan padat.

Pemindahan ibu kota Indonesia pun bukan pertama kali dilakukan. Pada 4 Januari 1946 ibu kota Indonesia pindah dari Jakarta ke Yogyakarta. Lalu pda tahun 1948 ibu kota Indonesia pindah ke Bireun, Nangroe Aceh Darusalam. Baru kembali lagi ke Jakarta pada Desember 1948.

Bahkan wacana pemindahan ibu kota negara sudah ada sejak Republik ini berdiri. Era Presiden Soekarno Palangkaraya jadi pilihan ibu kota negara.

Saat era orede baru Presiden Soeharto, pemindahan ibu kota juga semakin mengemuka. Jonggol, Bogor sempat dilirik sebagai pusat pemerintahan negara khatulistiwa ini. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kembali mewacanakan ibu kota pindah ke Palangkaraya. Namun tentunya pemindahan ini tidak mudah dilakukan bak membalik telapak tangan.

Ada berbagai kajian yang harus dilakukan. “Ada kajian pemerintahan yang harus dilakukan lebih mendalam,” ucap wakil presiden Jusuf Kalla.

Sementara itu, ada berbagai alasan Indonesia harus pindah ibu kota dari Jakarta. Dari sisi kependudukan Jakarta sudah sangat padat. Pada tahun 2015, sebanyak. 3.647.329 pendatang dan menetap di Jakarta. Jumlah ini menjadi yang terbesar sepanjang sejarah.

Dari sisi transportasi, jumlah kendaraan di Jakarta meningkat satu juta unit per tahun namun tidak diikuti dengan pembangunann jalan baik tol maupun non tol menimbulkan macet tak terkendali. Pemerintah juga ingin memisahkan pusat bisnis dan pemerintahan.

Lalu masalah klasik di Jakarta yaitu banjir yang terus melanda setiap tahun. Juga karena adanya penurunan tanah 7 sampai 17 cm di Jakarta. Lalu kurang meratanya pembangunan. Dimana banyak yang mengira Indonesia adalah Java Sentris karena pembangunan hanya ada di Jawa, tidak diikuti di daerah lain.

Pemerintah pun memberikan beberapa aspek pemindahan ibu kota. Yang pertama ibu kota tetap di Jakarta namun dibuat distrik pemerintahan dimana harus ada Monorail dan LRT.

Yang kedua memindahkan ibu kota disekitar Jakarta. Ada dua pilihan daerah yaitu Jonggol dan Maja. Lalu memindahkan ibu kota di luar Jawa, dengan alternatif wilayah di Kalimantan seperti Palangkaraya Kalimantan Tengah, Tanah Bumbu Kalimantan Selatan dan Penajam Kalimantan Timur.

Namun apa saja sih untung ruginya pindah ibu kota? Tentu pemerintah sudah memikirkan matang- matang terkait hal tersebut.

Positifnya yang pertama adalah mendorong persebaran penduduk. Pada faktanya sebanyak 57 persen warga Indonesia tinggal di pulau Jawa. Kalimantan yang disebut akan menjadi ibu kota baru ternyata hanya memiliki tujuh persen warga Indonesia yang tinggal disana.

Dengan demikian pembangunan akan merata. Lalu meningkatkan persatuan dan kesatuan NKRI. Mengingat Kalimantan berada ditengah- tengah Indonesia. Selain itu bisa meningkatkan iklim investasi nasional.

Namun ternyata ada aspek negatif yang akan mempengaruhi pemindahan ibu kota Indonesia. Yaitu anggaran yang cukup besar sehingga akan menimbulkan masalah jika tidak terancang matang di semua aspek.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro pemindahan ibu kota akan dilakukan bertahap selama 20 tahun. Untuk pindah, menurut Bambang, di ibu kota baru nanti dibutuhkan lahan seluas 100 ribu hektar dimana akan diterapkan konsep pembangunan kota ideal. Pembahasan dan pengkajian lokasi tersebut akan selesai akhir tahun ini.

Sementara untuk menjadi ibu kota negara ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Pertama kota harus dekat dan terhubung dengan aktivitas politik. Lalu kepadatan penduduk relatif rendah.

Kalimantan yang dirasa cocok menjadi ibu kota karena hanya ada tujuh persen warga Indonesia tinggal di Kalimantan. Lalu minim resiko bencana alam serta aman dari perspektif keamanan dan pertahanan.

Untuk wilayahnya Palangkaraya disebut sudah sangat cocok untuk jadi ibu kota Indonesia. Bahkan sejak era Presiden Soekarno, Palangkaraya sudah dinilai sangat cocok untuk jadi ibu kota negara.

Beberapa negara pun sudah merasakan pindah ibu kota negara. Seperti Inggris dari Winchester ke London pada tahun 1066, lalu Australia dari Melbourne ke Canberra dengan pengkajian tahun 1911 dan baru pindah tahun 1927 serta yang terbaru Myanmar dari Yangoon ke Naypidyaw pada tahun 2006.

Untuk biaya pindah ibu kota ada dua hal berbeda. Menurut Kepala pusat studi ekonomi dan kebijakan publik UGM Tony Prasetiantono dana yang dibutuhkan sekitar Rp 500 Triliun hanya untuk pemerataan pembangunan. Sementara dari pemerintah mencanangkan dana sebesar Rp 466 triliun untuk semua aspek termasuk APBN.

Sementara Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku menunggu kajian pasti dari Bappenas dan Kementerian PUPR. Hal ini untuk memastikan anggaran yang dikeluarkan tidak jauh berbeda dengan negara lain yang melakukan pemindahan Ibu Kota.

“Isu tersebut kita akan lihat dulu karena perencanannya secara matang kan belum. Sementara untuk undang-undang APBN 2020 kan sekarang ini sedang direncanakan. Jadi nanti kita lihat Bappenas, Menteri PUPR sudah melihat dari pengalaman negara lain di dunia, ada modus-modus atau cara-cara di dalam pembiayaan yang berbeda,” ujarnya di Kantor Pusat Pajak, Jakarta, Selasa (30/4/2019).

“Jadi untuk saat ini kita akan menunggu sampai perncanaan itu matang, dan kalo perencanaan itu matang berarti estimasi dari anggarannya akan jauh lebih akurat, baru kita pikirkan bagaimana teknis untuk pembiayaannya,” sambungnya. (AI)

Infografis Kepindahan Ibu Kota Indonesia

Iman Hidayat
ADMINISTRATOR
PROFILE

Berita Lainnya :


Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Aplikasi Android

Aplikasi Portal Berita Konten di Google PlayStore

Satire

Berita Pilihan

Berita Video