Trump Mulai Ancam Kuba karena Dukung Presiden Venezuela

Trump Mulai Ancam Kuba karena Dukung Presiden Venezuela

Kuba akan diembargo dan dijatuhi sanksi berat jika terus mendukung pemerintahan Manduro. Ancaman itu dilontarkan Trump karena Kuba memberikan sinyal dukungan kepada Venezuela.

Donald Trump Mengeluarkan Ancaman pada Kuba karena Mendukung Presiden Venezuela

Konten.co.id – Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengembargo Kuba jika terus mendukung Presiden Venezuela Nicolas Manduro. Ancaman tersebut diungkapkan pada Rabu (1/5/2019). 

“Jika pasukan tentara dan milisi Kuba tidak segera menghentikan operasi militer dan hal lainnya yang menyebabkan kematian dan kerusakan pada konstitusi Venezuela, kami akan menjatuhkan sanksi yang berat dan mengembargo penuh di Pulau Kuba. Semoga semua prajurit Kuba segera kembali ke pulau mereka,” cuit Trump di akun Twitter miliknya.

Dilansir dari Reuters, Sekretaris negara AS Mike Pompeo mengatakan, pada Selasa (30/4/2019) Maduro telah bersiap untuk pergi ke Havana, Kuba dalam menghadapi protes anti-pemerintahannya. 

Maduro telah berjuang mempertahankan karir politiknya sejak Guaido pada bulan Januari menyatakan bahwa dirinya adalah pemimpin sah Venezuela. Pengakuan tersebut keluar setelah Maduro dilantik sebagai Presiden untuk yang kedua kali. 

Guaido dengan cepat mendapatkan dukungan dari AS, Inggris dan Kanada.  Sedangkan Maduro masih di akui oleh Turki, Cina dan Rusia, yang telah mengirimkan pasukan ke Caracas.

Trump mengeluarkan ultimatumnya dalam sebuah unggahan di Twitter. Washington memang mendukung pemimpin oposisi, Juan Guaido, untuk menggulingkan Maduro selama pergolakan di Amerika Selatan itu.

Pemungutan suara di pilpres tahun lalu sengaja diboikot oleh banyak oposisi dan banyak komunitas internasional yang tidak mengakuinya. Namun, beberapa pengamat independen meyakini bahwa pemungutan suara itu adil. 

Aksi bentrok yang terjadi antara pasukan Guaido dengan pasukan Maduro di sebuah unjuk rasa di Caracas pada Selasa pagi waktu setempat, memperburuk pergolakan di Venezuela.

Padahal warga di sana sedang berjuang dengan pemadaman listrik, kekurangan makanan, obat-obatan, dan ekonomi yang hanya bergantung pada minyak. Keadaan itu diperburuk dengan sanksi dari AS. 

Saat ini, lebih dari tiga juta warga Venezuela telah melarikan diri dari negara yang sedang mengalami kesulitan ekonomi dan pemerintahan Maduro yang semakin otonom. 

Dilansir dari The Independent, Pusat Penelitian Ekonomi dan Kebijakan yang berbasis di Washington, melaporkan bahwa di awal bulan ini sekitar 40.000 warga Venezuela kemungkinan tewas akibat sanksi yang diberlakukan di musim panas 2017. Tetapi pernyataan tersebut dibantah oleh Kemenlu AS. (RM)

Iman Hidayat
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *