Teror Bom Belum Berakhir, Polisi Siaga Menjaga Sri Lanka

Teror Bom Belum Berakhir, Polisi Siaga Menjaga Sri Lanka

Polisi dan Tentara Angkatan Laut dikerahkan untuk berjaga di beberapa titik ancaman bom di jembatan pusat kota Kolombia.

Sri Lanka Kembali Mendapat Ancaman Bom Setelah Penyerangan Bom Minggu Paskah

Konten.co.id (Sri Lanka) – Ekstrimis Islam di Sri Lanka berencana untuk meluncurkan serangan bom di jembatan di pusat kota Kolombo. Kepolisian setempat telah menginstruksikan para perwiranya untuk menjaga stasiun-stasiun di penjuru Kolombo.

Juru bicara Presiden Senaratne melaporkan bahwa polisi mendapatkan informasi tentang kelompok kecil radikal yang mungkin akan melakukan lebih banyak serangan bom. Polisi meminta tentara angkatan laut untuk mengerahkan kapal-kapal di sungai yang berada di jembatan tersebut.

“Operasi penjagaan dilakukan dengan ketat. Para tentara dan polisi terus menyebar untuk mencari teroris, tempat persembunyiannya, bom, senjata, dan barang-barang perang lainnya,” ungkap tentara yang dilansir dari The Strait Times.

Sri Lanka juga masih memburu empat teroris yang terlibat dalam penyerangan bom paskah yang masih berkeliaran.

Gereja-gereja Katolik mengatakan pada Kamis (3/4/2019) telah menutup dan membatalkan ibadah pada Minggu (5/5/2019). Sekolah-sekolah pun diliburkan karena ancaman bom tersebut, dan baru akan dimulai pada Senin.

Senaratne mengatakan bahwa komunitas Muslim minoritas di Sri Lanka telah membantu pihak berwenang mengusir ekstrimis dalam beberapa minggu setelah penyerangan bom Paskah. Sri Lanka juga mendapatkan bantuan internasional.

Tentara setempat telah menggeledah dan menyita bahan peledak serta senjata dari beberapa titik di Kolombia pada Jumat (3/5/2019) malam waktu setempat, walau bukan dari kelompok kriminal dan ekstrimis.

Zaharan Hashim merupakan seorang ustaz radikal yang memimpin serangan bom Paskah di Sri Lanka. Menurut R Abdul Razak, pemimpin Jama’ath Ceylon Thowheed,  Zaharan meradikalisasi orang-orang ini (pelaku pemboman Sri Lanka) melalui facebook.

Seperti yang dilakukannya pada tahun lalu mengatakan secara terang-terangan menyerukan pembunuhan terhadap non-Muslim.

Beberapa hari pascaserangan bom paskah, Zaharan muncul dalam video yang diunggah oleh kelompok ISIS. Video tersebut menampilkan tujuh pria terduga pelaku pemboman, tetapi hanya wajah Zaharan yang muncul di video tersebut.

Dia menyatakan kesetiaannya pada ISIS. Tetapi, hingga saat ini masih belum diketahui apakah dia memang berhubungan dengan ISIS atau hanya sekedar melontarkan kesetiaannya terhadap kelompok tersebut.

Sembilan tersangka pemboman paskah berhasil diidentifikasi oleh pihak berwenang. Menurut Presiden Sirisena, ada sekitar 130 orang yang diduga memiliki hubungan dengan ISIS di Sri Lanka, tetapi 70 di antaranya masih dalam pencarian. (RM)

Iman Hidayat
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *