Tengku Zulkarnaen Tuding Pemilu Penuh Kecurangan

Tengku Zulkarnaen Tuding Pemilu Penuh Kecurangan

Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ustadz Tengku Zulkarnain mengutuk pelaksanaan pengumuman hasil Rekapitulasi nasional pada dini hari tadi.

Kutuk KPU, Tengku Zulkarnaen Tuding Pemilu Penuh Kecurangan

Konten.co.id – Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ustadz Tengku Zulkarnain atau dikenal Tengku Zul kembali menjadi pembicaraan. Saat ini cuitannya menjadi pembicaraan.

Ia mencuitkan di Twitter resminya @ustadztengkuzul tentang pengumuman kemenangan Pilpres 2019 yang dilakukan KPU, Selasa (21/5/2019) dini hari. Dimana capres 01 Joko Widodo berhasil meraih suara 50,5 persen. Ia menuduh penyelenggaraan pemilu yang dilakukan KPU tahun ini penuh dengan kecurangan.

Terlebih pengumuman dilakukan dini hari. Ia pun menilai KPU telah berbohong. Ia pun mendoakan agar tuhan mengutuk seluruh pelaku kecurangan dibulan ramadhan ini.

“Astaghfirullah…
KPU Telah BERBOHONG Janji Pengumuman Tanggal 22 Mei 2019 Ternyata Tanggal 21 Sudah Pengumuman dan Dini Hari Pukul 02 Pula…
Jika Pemilu Ini Curang, Kutuklah Dunia Akhirat Seluruh Pelakunya dgn Keberkatan Bulan Ramadhan Ini ya Jabbar…
Pandanglah Kami ya Allah” cuitnya.

“ya Allah Jika Pemilu 2019 Jujur dan Adil Rahmati Seluruh Para Penyelenggaranya. Dan Jika Pemilu Ini Dirancang Curang, Laknatlah Seluruh Mereka yg Terlibat dan Perlihatkan kepada Kami dan Seluruh Dunia Azab yg Engkau Jatuhkan Itu, Sehingga Kami Melihat Azab Itu dgn Nyata ya Jabbar” cuitnya lagi.

Ia pun mengkritisi waktu pengumuman pada dini hari. “Yang Namanya PENGUMUMAN Itu Supaya Didengar Banyak Orang.
Lha Jika PENGUMUMAN Dilakukan Jam 02 Dini Hari, maka yang Dengar Bukan Banyak Orang. Tapi Banyak Jin dan Syaitan.
Pemilu Itu untuk Orang atau Jin dan Syaitan…?
Ya Allah Azablah Para Pelaku Keculasan dan Bantu Kejujuran” cuitnya.

Ia pun berharap pengumuman tersebut tidak dijadikan alat untuk menghentikan demo pada 22 Mei esok hari. “Semoga saja pengumuman Pilpres dipercepat tgl 21 Mei dini hari oleh KPU tidak dimaksudkan untuk menjadikan acara demo damai tgl 22 Mei bisa dianggap MAKAR.
Sehingga akan terjadi penangkapan massal para tokoh dan ulama yang berjuang secara KONSTITUSIONAL dituduh INKONSTITUSIONAL”

Cuitan tersebut pun mendapat berbagai respon. Seperti dari akun @pakarlogika “Berdasarkan UU 7 Tahun 2017 Pasal 413 tentang Pemilu disebutkan KPU dapat menetapkan hasil pemilu secara nasional paling maksimal 35 hari setelah pemungutan. Yang memang dijadwalkan berakhir pada 22 Mei 2019.

Tanggal 22 itu batas maksimal, bukan berarti harus tanggal 22. Paham?” cuitnya.

Sementara akun @winardhi mengkritisi doa ustadz tengku zul.” Do’a koq isinya cuma curang cureng kutak kutuk azab azib gak bosen apa,, Allah lebih tau jangan kau atur” dengan do’a burukmu itu zul,” tukasnya. (*)

Penulis: Ade Indra
Editor: Hastama

Iman Hidayat
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *