Ribuan Massa Jihad Konstitusional Siap Kepung KPU

Ribuan Massa Jihad Konstitusional Siap Kepung KPU

Ribuan massa dari berbagai wilayah di Jawa kini mulai bergerak menuju Jakarta. Aksi itu dinamakan jihad konstitusional.

Sempat Dihadang, Ribuan Massa Jihad Konstitusional Siap Kepung KPU

Konten.co.id – Ribuan massa dari berbagai wilayah di Jawa kini mulai bergerak menuju Jakarta. Tujuannya untuk mengepung kantor KPU RI pada tanggal 22 Mei nanti.

Selain dari Jawa Timur, pergerakan massa yang menamakan diri Jihad Konstitusional juga dari Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Dari berbagai video yang viral di media sosial belakangan, massa bergerak ke jakarta umumnya menggunakan bus, mobil pribaddi dan sepeda motor. Bahkan ada juga yang berjalan kaki.

Mereka rencana bergabung dengan massa dari berbagai wilayah di Indonesia pada 22 Mei. Informasi yang dihimpun Radar Bogor, pergerakan massa di Jawa Barat ini terkoordinasi di Bandung, Bogor, Tasikmalaya, Ciamis dan Garut.

Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto meminta pemerintah daerah dan aparat untuk menahan pergerakan masyarakat menuju DKI Jakarta.

Pencegahan tersebut dilakukan untuk menghindari risiko konflik sosial jelang penetapan hasil pemilu.

“Supaya tidak terjadi penumpukan massa, saudara-saudara sekalian dari daerah tolong ya Forkompimda, Pangdam, Kapolda jangan biarkan masyarakat keluar daerah menuju Jakarta,” ujar Wiranto, Kamis (16/5/2019).

Di Jawa Timur misalnya, polisi berhasil menghadang massa dari Malang, Madiun dan Tulungagung yang hendak menuju Jakarta, kemarin.

“Sampai dengan sore ini (kemarin, -red) beberapa bus sudah kami amankan di wilayah Malang,” ungkap Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan.

Sementara itu, mengantisipasi beragam potensi kerawanan, aparat keamanan sudah menyiapkan strategi. Bukan hanya Polri, TNI juga ikut bersiap diri.

Institusi militer tanah air memastikan siap membantu aparat kepolisian mengamankan pengumuman tersebut. Baik di Jakarta maupun luar ibu kota.

Menurut Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen TNI Sisriadi, sejauh ini jumlah personel TNI yang diminta membantu Polri sebanyak 12 ribu orang. Angka itu khusus untuk personel yang diperbantukan di Jakarta.

Di luar Jakarta, satuan kewilayah TNI juga menyiapkan prajurit untuk membantu petugas kepolisian. Operasional seluruh prajurit tersebut diserahkan kepada masaing-masaing komando kewilayahan. Pun demikian di Jakarta.

Kodam Jayakarta sebagai komando kewilayahan di ibu kota sudah ditugasi oleh Mabes TNI untuk mengatur personel bantuan yang mereka kerahkan.

”Selain 12 ribu personel tersebut, TNI menyiapkan 20 ribu personel cadangan yang siap digerakkan sewaktu-waktu di wilayah Jakarta dan sekitarnya,” ucap Sisriadi kemarin (19/5).

Puluhan ribu prajurit itu juga disiapkan apabila Polri mendadak meminta tambahan bantuan.

Lebih lanjut, jenderal bintang dua TNI itu menyampaikan bahwa instansinya juga sudah menyiapkan sejumlah skema agar seluruh prajurit siap dalam kondisi darurat. Di antaranya dengan melaksanakan latihan tactical floor game atau TFG.

”Untuk menguji kesiapan personel,” terangnya.

Terakhir latihan tersebut dilaksanakan di Lapangan Silang Monas, Jakarta. Melalui latihan tersebut, prajurit TNI yang disiapkan untuk pengamanan proses hitung maupun pengumuman hasil pemilu dihadapkan pada situasi rusuh.

Satuan khusus yang terdiri atas Satuan Penanggulangan Teroris atau Sat Gultor turut bergerak. Mereka menyelamatkan seluruh petugas KPU dan sejumlah data penting.

Di samping satuan khusus, sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista) tiga matra TNI juga digerakkan. Sisriadi menyebutkan, TFG penting sebab melalui skema tersebut prajurit TNI di lapangan disiapkan berhadapan dengan beragaram kondisi.

”TNI juga memberikan penyegaran tentang RoE atau Rules of Engagement dalam pengamanan pemilu,” jelasnya.

Meski sudah bersiap diri, tentu saja Mabes TNI berharap supaya proses penghitungan maupun pengumuman hasil pemilu tetap kondusif. Dengan begitu, tidak akan ada gangguan berarti yang bisa berdampak terhadap aktivitas masyarakat.

Terpisah, Kepala Penerangan Kodam Jaya Kolonel Infanteri Kristomei Sianturi menyampaikan bahwa instansinya sudah berkoordinasi secara intensif dengan Polda Metro Jaya terkait pengamanan pengumuman hasil pemilu.

”Memberikan perbantuan kepada Polri dalam hal ini Polda metro Jaya sesuai mekanisme permintaan perbantuan” imbuhnya.

Perbantuan pasukan tersebut sesuai dengan keterangan yang disampaikan oleh Sisriadi. Selain 12 ribu personel TNI yang bergabung dengan ribuan aparat kepolisian, ada juga prajurit cadangan yang sedia digerakkan jika dibutuhkan.

”Dengan men-standby kan pasukan baik yang ada di kewilayahan maupun satuan-satuan lain yang ada di bawah Kodam Jaya,” katanya. (*)

Penulis: Ade Indra
Editor: Ibrahim

Iman Hidayat
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *