Profesor Pisang dari Bantul

Profesor Pisang dari Bantul

Lasiyo Syaifudin petani pisang asal Bantul, jogjakarta dijuluki Profesor pisang karena percaya pisang bermanfaat bagi kehidupan orang banyak.

Belajar Kehidupan dari Profesor Pisang dari Bantul

Konten.co.id – Pisang merupakan tanaman yang nilai perdagangannya terbilang tinggi. Tak heran jika nilai jual pisang memikat para petani.

Lasiyo syaifudin petani dari Bantul, Yogyakarta ini yang mempunyai perhatian khusus pada pisang. Ia layaknya petani pisang pada umumnya. Namun ternyata pria yang akrab disapa Lasiyo ini berbeda.

Pria kelahiran 1955 ini memiliki pengetahuan luas tentang tanaman pisang, sehingga dijuluki profesor pisang. Ia pun mendedikasikan hidupnya untuk merawat pisang.

“saya memang dari dulu suka menanam pisang, karena pisang ada filosofinya. Barang siapa yang ingin mendapatkan makna kehidupan bisa jadikan pisang sebagai contoh,” kata Lasiyo, Selasa (14/5/2019).

“Andai kata induknya mau mati batangnya langsung membuatkan rumah untuk anak-anaknya. Tapi kalau batang lainnya, belum tentu seperti itu, kalau pisang pasti,” tambahnya.

Itulah filosofi Lasiyo dalam menerjemahkan pisang. Sebagai buah yang lekat dengan kehidupan, seakan membawa pesan hidup untuk ia membudidayakan tanaman ini.

Di lahan seluas 600 meter persegi dekat rumahnya di dusun Ponggoh desa Sidomulyo, Kabupaten Bantul, Jogjakarta, Lasiyo sehari-hari merawat ratusan pohon pisang. Pria yang berpendidikan paket B atau setara SMP ini awalnya melihat pisang raja seabgai pisang yang bernilai ekonomis tinggi.

Selain itu, pisang juga tidak memakan waktu lama untuk berbuah. Rata-rata usia sembilan bulan sudah bisa panen. Ia pun kini melakukan pembibitan pisang di pekarangan rumahnya.

Apa yang dilakukan Lasiyo pun membuahkan hasil. Bibit yang ia kembangkan nampak dilirik oleh banyak orang disekitar Jogjakarta. Ia pun memberi jaminan uang kembali jika bibit mati atau gagal.

Ia pun kini berperan sebagai pembudidaya pisang di desanya. Ia pun mendapat segudang penghargaan.

Sejak tahun 2008 hingga kini sudah ada puluhan penghargaan tingkat lokal dan internasional ia terima. Seperti petani berprestasi.

Semua hasil kerja kerasnya menjadikan pisang sebagai contoh kemandirian pangan. Dedikasinya dalam menunjukkan pisang yang berkualitas baik dan memiliki harga pasaran mengantarkannya ke Italia.

Pada tahun 2016, ia diundang oleh salah satu komunitas pangan untuk membagi ilmu kepada khalayak internasional. Komunitas tersebut memilih Lasiyo lantaran menanam pisang dengan konvensional dan jauh dari eksploitasi.

Bagi Lasiyo meerawat pisang layaknya merawat kehidupan. Tanaman penuh filosofi ini yang membuat Lasiyo mendedikasikan diri untuk merawat pisang.

Kini yang dilakukannya adalah dengan terus mengembangkan bibit pisang. Bibit demi bibit ia tanam sebelum pindah ke tangan orang lain. Sang profesor pisang percaya bibit-bibit ini bermanfaat bagi mereka yang membutuhkan. (AI)

Iman Hidayat
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *