PNS Garut Diancam Dipecat Jika Ikut Unjuk Rasa ke Jakarta

PNS Garut Diancam Dipecat Jika Ikut Unjuk Rasa ke Jakarta

Bagi PNS yang ikut unjuk rasa ke Jakarta akan dikenakan sanksi pemecatan.

PNS Garut Diancam Dipecat Jika Ikut Unjuk Rasa ke Jakarta, ini Penjelasannya

Konten.co.id – Bupati Garut Rudy Gunawan melarang para pegawai negeri sipil (PNS) di Pemkab Garut pergi ikut aksi unjuk rasa di Jakarta Rabu (22/5/2019). Jika melanggar, para PNS bisa terkena sanksi hingga pemecatan.

Tanggal 22 Mei merupakan pleno yang diadakan KPU RI untuk menghitung hasil Pemilu 2019. Di beberapa daerah, pengerahan massa ke Jakarta pun cukup tinggi.

Pemkab Garut mengingatkan agar tak ada PNS yang terlibat. Apalagi sampai meninggalkan tugas utamanya sebagai pelayan masyarakat.

“Kami tidak akan izinkan. PNS kami larang untuk pergi tanpa izin. Ada aturannya di PP 53 2010,” kata Rudy di halaman Kantor Bupati Garut, Senin (20/5/2019).

Hingga saat ini, Rudy mengaku belum mendapat laporan adanya PNS yang terlibat. Pihaknya akan terus memantau para PNS untuk tetap bekerja seperti biasa.

“Itu kan masih jam kerja mereka. Jadi harus bekerja dan tak boleh meninggalkan tugasnya tanpa izin,” ucapnya.

Meski ia menyebut menyampaikan aspirasi itu hak setiap warga negara, namun pihaknya hanya mengimbau agar warga tak berangkat ke Jakarta.

“Kami imbau supaya (warga) tak pergi ke Jakarta. Hak mereka kalau mau pergi, tapi kami hanya imbau dulu,” katanya. (AI)

Iman Hidayat
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *