Permadi Ajak Indonesia Untuk Revolusi

Permadi Ajak Indonesia Untuk Revolusi

Politisi Gerindra Permadi dilaporkan ke polisi dengan tuduhan ujaran kebencian dan penghasutan karena dalam video yang beredar Permadi mengajak masyarakat Indonesia untuk revolusi dan menentang pemerintahan.

Ajak Indonesia Revolusi Permadi Dilaporkan ke Polisi

Konten.co.id – Seorang pengacara bernama Fajri Safi’i melaporkan anggota Mejelis Kehormatan Partai Gerindra, Permadi ke Polda Metro Jaya, Kamis (9/5/2019) malam.

Laporan ini dibuat lantara dalam video yang beredar ia menyerukan revolusi.Saat Fajri melapor, ternyata polisi sudah lebih dulu melakukan penyelidikan terkair video seruan revolusi yang disampaikan Permadi. Karena itu, laporan Fajri hanya disatukan dengan dengan model LP A yang dibuat polisi.

Pengacara muda ini menilai, pernyataan Permadi yang menyarankan rakyat Indonesia bunuh-bunuhan saja agar Prabowo Subianto menang sudah melanggar undang-undang.

Atas dasar itulah, pihaknya tidak dibuatkan LP. Sebab pernyataan politisi yang gemar mengenakan pakaian serba hitam itu sudah memenuhi unsur pidana yang bisa digarap langsung oleh polisi tanpa menunggu laporan.

“Kata polisi Itu kan tindak pidana umum, ya tanpa laporan polisi boleh bertindak,” kata Fajri.

Karena itu, dalam laporannya Fajri hanya memberikan video berupa pernyataan-peryataan Permadi yang menyebut ‘Revolusi’. Dalam waktu dekat ia akan dipanggil oleh penyidik sebagai saksi perihal vidio yang dilaporkannya itu.

Dalam video berdurasi 8 menit yang beredar tersebut, ia dan beberapa orang melakukan pembicaraan. Dalam pernyataannya, Permadi mengatakan negara Indonesia telah dikuasai China.

“Indonesia kita ini, ‘negara ini sudah dikendalikan oleh China. Orang berkulit putih itu yang mengendalikan bangsa ini dan akan menjajah bangsa ini.”.

Ia menilai kubu Jokowi telah diperkuat beberapa Jenderal yang sudah siap memenjarakan dan menghukum mati pihak lawan jika Jokowi kalah dalam pemilu 2019. “Karena jenderal-jenderal yang mendukung Jokowi, kalau sampai Jokowi kalah semua akan dipenjara untuk dihukum mati,” ucapnya.

Dengan masalah ini, kata dia, masyarakat akan melakukan peperangan. Masalah ini sendiri tidak bisa diselesaikan dengan perundingan maupun dengan konstitusi. Namun dengan revolusi.

“Masalah ini tidak bisa diselesaikan dengan perundingan, dengan konstitusi tapi dengan revolusi. Karena itu semua pasti tercapai,” katanya.

Ia pun mengajak agar semua lapisan masyarakat untuk bisa satu pendapat. Karena tidak ada cara lain untuk menyelesaikan masalah ini selain dengan revolusi. “Karena itu kita harus satu pendapat. Ada pendapat yang ingin mengikuti konstitusi. Tetapi saya ingin rubahlah pendapat itu, karena tanpa Revolusi tidak akan menyelesaikan masalah di Indonesia ini,” tukasnya. (AI)

Iman Hidayat
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *