Pendukung Prabowo Ramai-ramai Lakukan “Rush Money”

Pendukung Prabowo Ramai-ramai Lakukan “Rush Money”

Gerakan menarik uang tiba-tiba di Bank kini ramai dilakukan pendukung Prabowo Subianto – Sandiaga S Uno. Mereka menarik semua uang yang masih tersimpan di rekening bank.

Tidak Percaya Pemerintah, Pendukung Prabowo Ramai-ramai Lakukan “Rush Money”

Konten.co.id – People power terus dilakukan warga. Salah satunya dengan gerakan menarik uang tiba-tiba atau rush money.

Seperti dicuitkan beberapa netizen @Anaan56517426 “Salah satunya Selesai satu bank…
Lanjut bank lainnya…
Sy tidak suka kekerasaan. Sy juga tidak suka panas panasan. Tapi sy tetap ingin berkontribusi

#DukungPRABOWO

#JokowiMundurlah

#RUSHMONEY

#RushMoneyIndonesia”

Hal senada diungkapkan akun Twitter @Habsyiez “berhubung tutup 10jt limit perhari sikat cooyyyyy

#RushMoney

#RushMoneyIndonesia”

Rush money sudah pernah digaungkan pada tahun 1998. Saat itu warga menarik semua uang yang ada di rekening mereka.

Akibatnya perbankan mengalami kesulitan likuiditas yang besar dan diikuti kelangkaan likuiditas perekonomian secara keseluruhan. Kondisi diperparah dengan melonjaknya suku bunga Pasar Uang Antar Bank (PUAP) hingga 300 persen per tahun.

Bank tidak dapat membayar kembali pinjaman yang kemudian menyebabkan bank pemberi pinjaman ikut terkena dampaknya. Muncul efek domino yang membuat kondisi perbankan sangat rentan.

Bank dengan saldo negatif pada giro di Bank Indonesia pun semakin banyak. Jika dibiarkan akan menimbulkan kelumpuhan ekonomi. Pemerintah akhirnya mengambil kebijakan stabilisasi dan reformasi perbankan secara menyeluruh.

Pada 26 Januari 1998, pemerintah memutuskan menjamin pembayaran seluruh kewajiban bank, baik kepada deposan maupun kreditur melalui program penjaminan atau blanket guarantee. Kebijakan tersebut diharapkan bisa memulihkan kepercayaan perbankan nasional dan mendukung stabilisasi nilai tukar.

Sayangnya, keuangan pemerintah ketika itu tidak cukup untuk melaksanakan program penjaminan. Bank Indonesia (BI) akhirnya memberikan bantuan dengan menyediakan dana talangan.

Karena berupa talangan, pemerintah tetap diwajibkan membayarnya di kemudian hari. Fasilitas dari BI inilah yang dikenal sebagai Bantuan Likuiditas Bank Indonesia(BLBI).

Pemerintah akhirnya melakukan rekapitalisasi untuk memperkuat permodalan bank. Hal ini pun dikhawatirkan bisa terjadi di tahun ini jika tindakan rush money tidak dihentikan. (*)

Penulis: Ade Indra
Editor: Mahesa

Iman Hidayat
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *