Pemerintah Penuhi Janji Perbaikan “Tol Langit”

Pemerintah Penuhi Janji Perbaikan “Tol Langit”

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menjelaskan ‘tol langit’ ditargetkan selesai pada tahun ini.

Pemerintah Penuhi Janji Perbaikan “Tol Langit”, Internet Akan Cepat

Konten.co.id – Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menjelaskan ‘tol langit’ ditargetkan selesai pada tahun ini.

Rudiantara menjelaskan bahwa tol langit yang dimaksud adalah perpaduan infrastruktur yang dibangun oleh pemerintah di ICT broadband atau dikenal dengan internet cepat.

“Bahasa kita tuh internet cepatlah kurang lebih gitu,” kata Rudiantara, Senin (27/5/2019).

Tol langit, lanjutnya, dibangun karena indeks infrastruktur Indonesia di Asean bukan yang paling terdepan dan masih tertinggal di belakang Singapura, Thailand, Vietnam, dan Filipina yang juga merupakan negara kepulauan yang sama seperti Indonesia namun tidak lebih luas.

“Tidak mungkin menggunakan kabel fiber optik untuk menjangkau daerah tertentu di Indonesia. Di mana terdapat kebutuhan Indonesia untuk 214.000 sekolah Indonesia, ini dapat dilakukan dengan menggunakan satelit yang menjadi kombinasi antara Palapa ring,” ujar Rudiantara.

Rudiantara menjelaskan bahwa Kemenkominfo telah menandatangani kontrak, strukturnya kerjasama pemerintah badan usaha untuk 15 tahun pada tanggal 3 Mei 2019 dan satelit itu akan mengorbit di slotnya pada akhir 2022.

“Tantangannya bagi kita negara kepulauan itu membangun di semua wilayah Indonesia yang terdiri dari pada kepulauan,” ucapnya.

“Sedangkan Singapura, Malaysia, dan Thailand terutama mereka negara daratan (di mana untuk) narik fiber optik juga lebih gampang dan kita (Indonesia) terlambat.” tambahnya.

Rudiantara mencontohkan Pada tahun 1996 perdana menteri Malaysia, Mahathir Bin Mohamad mendeklarasikan “Malaysia Super Corridor”. Program itu adalah pembangunan fiber optic jaringan di daerah penting yaitu Putrajaya dan Kuala Lumpur.

Walaupun belum mencakup seluruh Malaysia, tetapi sudah dimulai pada 1996 atau 23 tahun yang lalu.

Apalagi Rudiantara mengatakan program tersebut “setelah di deklarasikan langsung dieksekusi.” Sedangkan di Indonesia konsep Palapa ring sebelum Palapa ring sudah ada sekitar tahun 2004-2005 dan eksekusinya baru dimulai sekitar 11 tahun setelahnya pada 2015. (*)

Penulis: Kharisma
Editor: Azzahra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Berita Pilihan :

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Aplikasi Android

Aplikasi Portal Berita Konten di Google PlayStore

Satire

Berita Video

Berita pilihan