fbpx

Ornamen Khas Masjid Jami Al Ishlah Bandar Lampung

Ornamen Khas Masjid Jami Al Ishlah Bandar Lampung

Masjid Jami Al Ishlah Bandar Lampung punya ornamen khas yang dipadukan dengan budaya setempat. Eksterior masjid dipenuhi dengan sentuhan etnis budaya lokal.

Ornamen Khas Masjid Jami Al Ishlah Bandar Lampung, Memiliki Sentuhan Budaya Lokal

Konten.co.id – Masjid Jami Al Ishlah Bandar Lampung sekilas tak berbeda dengan masjid pada umumnya. Bangunan masjidnya di rancang sedemikian rupa sesuai dengan sentuhan budaya Lampung, sehingga jika kita lihat dari fasad depan akan sangat kental dengan sentuhan etnis Lampung pada bagian-bagian eksteriornya. Bahkan jika kita masuk pada masjid, kita akan disuguhi dengan eksterior yang sangat unik dan pastinya tidak dapat kita temui di masjid-masjid lainnya.

Keunikan yang dimiliki masjid ini bisa kita lihat di hampir keseluruhan bangunannya. Mulai dari dominasi warna ungu kemerah-merahan, ornamen-ornamen, dan berbagai simbol-simbol khas budaya Lampung juga turut di implementasikan pada bangunan masjidnya.

Nama masjid ini memakai nama “Al-Ishlah”, yang berarti “Perbaikan” ataupun “Kedamaian” seperti nama tempatnya berdiri. Bahkan filosofi yang dikandungnya adalah agar masyarakat sekitar dapat selalu memperbaiki dirinya dan mendekatkan diri kepada Sang Maha Kuasa.

Pada awalnya, Masjid Al-Ishlah ini dibangun pertama kali pada tahun 1938 diatas tanah wakaf H. Tohir Ismail Balau dan H. Abdul Roni seluas 700 meter persegi. Karena dibangun sekitar tahun 1938, bangunan asli Masjid Al-Ishlah menjadi masjid tertua ke empat di provinsi lampung. Namun, dari awal pembangunannya, masjid ini sudah mengalami renovasi ebanyak 6 kali, dan renovasi total dilakukan pada tahun 2014 seperti yang dapat kita lihat sampai saat ini.

Jika kita lihat dari bagian atas masjid dipasang seperti ornamen payung adat dengan beberapa warna merah, kuning dan putih. Warna-warna tersebut ternyata memiliki filosofi menarik yaitu “merah sebagai simbol penyimbang suku”, “kuning sebagai penyimbang Tiyuh”, dan “putih sebagai penyimbang Marga”.

Sementara itu, kubah yang dipasang dibagian atas juga memiliki bentuk unik, hampir seperti bentuk perahu. Hal ini juga dimaksudkan bahwa alat yang trasportasi yang digunakan oleh masyarakat setempat dahulunya hanya perahu, karena memang mayoritas orang lampung tinggal di samping sungai. Kubah masjidnya dibuat berbentuk limas ataupun segitiga dengan empat sisi menyerucut (seperti piramida), namun puncaknya terbuka seperti bunga yang sedang mekar.

Semua lambang dan juga ornamen yang diimplementasikan di Masjid Al-Ishlah Lampung tergambar di masjid ini sesuai dengan aturan adat istiadat di wilayah tersebut. Bahkan saking uniknya, masjid ini juga dinobatkan sebagai Masjid Cagar Budaya di Kota Tapis Berseri.

Bangunan masjidnya memang tidak begitu luas, yaitu sekitar 20 x 25 meter, dan dibangun dengan dua lantai. Total ketinggian banguannnya sekitar 13.5 meter, kemudian dibangun sebuah menara yang menyatu dengan bangunan utamanya yang juga mengadopsi budaya lampung dengan ketinggian sekitar 18 meter dari permukaan tanah.

Jika kita lihat sekilas dari keseluruhan bangunannya, masjid ini justru lebih mirip dengan bangunan hunian khas Lampung, dengan corak warna merah, kuning, dan juga putih, yang mendominasi didalam setiap bagiannya. (AI)

Iman Hidayat
ADMINISTRATOR
PROFILE

Berita Lainnya :


Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Aplikasi Android

Aplikasi Portal Berita Konten di Google PlayStore

Satire

Berita Pilihan

Berita Video