Menteri Jadi Tersangka Akan Direshuffle

Menteri Jadi Tersangka Akan Direshuffle

Menpora, Menag dan Mendag diperiksa KPK dan berpeluang akan diganti. Akibatnya perombakan kabinet Jokowi-JK kini menguat.

Setelah Lebaran, Menteri Jadi Tersangka Akan Direshuffle

Konten.co.id – Rumor kabinet Jokowi-JK dirombak berhembus kencang. Menteri yang terseret kasus KPK santer diterjang reshuffle. Menteri tersebut bisa dicopot jika berstatus tersangka.

Isu reshuffle pun akan terjadi setelah hari raya idul fitri. “Belum ada menteri yang jadi tersangka, kalau sudah jadi tersangka bisa diganti, tapi saat ini kan belum ada yang jadi tersangka,” ucap wakil presiden Jusuf Kalla, Jumat (17/5/2019).

Sementara juru bicara kepresidenan Johan Budi mengaku belum mendengar soal reshuffle. Hanya saja presiden Joko Widodo sudah melakukan evaluasi dengan berbagai pihak termasuk dengan kinerja para menterinya tersebut.

“Menteri bisa saja diganti jika sudah berurusan dengan hukum dan dijadikan tersangka,” katanya.

Menpora Imam Nahrawi yang diperiksa terkait dana hibah KONI pun enggan berkomentar terkait dirinya yang santer masuk ranah reshuffle. Ia mengaku hanya ingin fokus bekerja.

“Kita akan fokus kerja kerja dan kerja. Saat ini kita disiapkan agenda besar oleh seluruh kementrian, harus betul-betul dikawal dengan baik, dilaksanakan dengan baik, agar masyarakat kita hidup rukun, tenteram, asyik, keren,” ucapnya.

Menanggapi reshuffle kabinet, ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar mengaku akan menghormati. Pihaknya pun enggan membicarakan tentang reshuffle dan siapa yang akan menggantikan Imamm Nahrawi untuk menjadi menteri.

Menteri Agama Lukman Hakim Syaifudin pun terjerat kasus. Dirinya dipanggil oleh KPK terkait suap di kementrian agama yang menjerat ketua umum PPP Romahurmuziy sebagai tersangka.

Sekjen PPP Asrul Sani menegaskan soal reshuffle merupakan hak prerogatif presiden. Ia pun menyerahkan segala keputusan kepada presiden. “Yang punya menteri bukan PPP saja, maka dari itu kami serahkan semuanya kepada presiden. Jadi kalau ada kader partainya yang diminta oleh presiden untuk jadi menteri kan sudah kita wakafkan, apakah nanti mau dipakai atau tidak lagi dipakai kita serahkan semua kepada presiden,” katanya.

Nama lain yang jadi perbincangan yaitu menteri perdagangan Enggaristo Lukita. Kantor dan kediaman Enggar diperiksa atas kasus suap Bowo Sidik Pangarso. Namun mengenai reshuffle pengurus partai Nasdem justru belum mendengarnya.

“Sampai saat ini di internal juga belum ada omongan reshuffle, sama sekali belum ada, dan kami berikan semuanya kewenangan kepada bapak presiden,” ucap Sekjen Partai Nasdem Johny G Plate.

Langkah Jokowi yang merombak kabinet sebelum bulan Oktober pun diangap sebagai terobosan. Namun pergantian menteri pun harus mengedepankan keahlian yang ada ditengah parpol koalisi. “Mengapa reshuffle sangat mungkin terjadi pertama reshuffle parsial dimana ada menteri yang terkena dengan hukum dimana ada aturan yang akan membuat menteri tersebut non aktif jika dia jadi tersangka, namun sekarang baru menajdi saksi. Tapi itu akan menjadi perhatian bagi masing- masing menteri,”Pengamat politik Yunarto Wijaya.

“Langkah baiknya adalah dengan sebelum adanya pergantian atau pelantikan lagi ada reshuffle terlebih dahulu, itu terobosan baik dan adanya reshuffle kecil itu baik dilakukan tanpa menunggu waktu pelantikan terlebih dahulu. Hal ini akan membantu saat perombakan kabinet baru yang benar-benar baru dari orang-orang partai dan profesional. Untuk kabinet yang benar-benar baru tentunya bisa dilakukan pasca penghitungan KPU,” tukasnya. (AI)

Iman Hidayat
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Satire

Aplikasi Android

Aplikasi Portal Berita Konten di Google PlayStore

Berita Video

Berita pilihan