Mantan Anggota TNI Jadi Penculik Anak dan Mencabulinya

Mantan Anggota TNI Jadi Penculik Anak dan Mencabulinya

Adrianus Pattian ditangkap Kepolisian Resor (Polres) Kendari lantaran menjadi pelaku penculikan dan pencabulan terhadap enam anak di Kendari, Senin (29/4/2019).

Hati-hati, di Kendari Mantan Anggota TNI Jadi Penculik Anak dan Mencabulinya

Konten.co.id – Adrianus Pattian ditangkap Kepolisian Resor (Polres) Kendari lantaran menjadi pelaku penculikan dan pencabulan terhadap enam anak di Kendari, Senin (29/4/2019).

Polisi bergerak cepat setelah mendapat laporan dari sejumlah orangtua bahwa anak mereka diculik sejak Kamis, (25/4/2019) hingga Senin (29/4/2019). Setidaknya ada enam anak di bawah umur yang dilaporkan hilang secara misterius.

Pada kejadian pertama, dua anak dilaporkan hilang pada Kamis (25/4/2019), di wilayah Kelurahan Kemaraya, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Beberapa jam setelah itu, keduanya ditemukan di depan Kompleks Kantor Museum Sulawesi Tenggara, pada malam hari.

Kejadian kedua terjadi pada Jumat (26/4/2019) Awalnya, satu anak dilaporkan hilang dari rumahnya, kemudian menyusul satu laporan lagi soal hilangnya anak secara misterius. Keduanya ditemukan beberapa jam setelahnya.

Kejadian ketiga dilaporkan pada Minggu (28/4/2019), satu orang anak dilaporkan sempat hilang, tetapi kembali berhasil ditemukan oleh warga setempat yang mencari keberadaan bocah itu.

Dan yang terakhir terjadi pada Senin (29/4/2019). Seorang bocah dilaporkan hilang secara misterius dari sekolahnya. Kejadian itu diketahui setelah orangtua siswa tersebut hendak menjemput sang buah hati.

“Saya ketemu tinggal teman-temannya. Mereka bilang, anak saya dijemput orang dengan motor oleh pamannya. Saya langsung pulang dan melapor,” kata Wahyudin, orangtua yang anaknya hilang secara misterius di sekolah yang berada di Kota Kendari.

Usai menerima laporan, polisi bergerak cepat dan berhasil mengidentifikasi keberadaan pelaku penculikan anak tersebut. Pelaku ternyata membawa anak itu ke wilayah hutan di pinggir Kota Kendari.

Puluhan polisi dari Polres Kendari langsung bergerak ke arah hutan tersebut. Pasukan itu dipimpin langsung oleh Kapolres Kendari, AKBP Jemi Junaidi dan Kasat Reskrim Polres Kendari AKP Diki Kurniawan.

Dalam perjalanan menuju lokasi, polisi sempat berpapasan dengan pelaku, ia terlihat membonceng anak Wahyudin yang ia culik dari sekolah tempat anak itu menuntut ilmu. Polisi pun langsung berusaha mengejar pelaku.

Menyadari dirinya dikejar puluhan polisi, pelaku lalu menjatuhkan anak yang diculiknya dari sepeda motor. Ia juga memarkir sepeda motornya di pinggir jalan lalu melarikan diri ke dalam hutan.

“Kita tolong anaknya dulu yang kesakitan karena jatuh. Saat itu, pelaku langsung hilang ke dalam hutan karena memang lokasi itu wilayah hutan di pinggir Kota Kendari yang memang masih lebat,” tambah Kapolres Kendari, AKBP Jemi Junaidi.

Adrianus pun diamankan petugas saat bersembunyi di kolong rumah warga di lorong Jati Raya, Kelurahan Wawowanggu, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, Rabu (1/5/2019) pagi. Warga sekitar yang ikut menyaksikan penangkapan geram dan berusaha memukul pelaku. Beruntung aksi main hakim sendiri itu berhasil dicegah petugas TNI dan Polri.

Pelaku kemudian digiring masuk ke dalam mobil polisi, kemudian dibawa ke Kantor Polisi Militer (POM) Kendari. Dalam melancarkan aksinya, pelaku berpura-pura sebagai orang suruhan orangtua yang diutus untuk menjemput korban di sekolah tujuannya untuk melakukan persetubuhan.

“Jadi, laporan yang kami terima, rata-rata korban diculik oleh pelaku di sekolah saat jam pulang. Hampir semua korban mendapat perlakuan kekerasan seksual, bahkan salah satu korban harus menjalani operasi di rumah sakit,” kata Jemmy.

Dandim 1417 Kendari, Letkol Cpn Fajar Lutfi Haris Wijaya, dalam keterangannya, Rabu (1/5/2019) mengaku pihaknya akan memberikan hukuman kepada pelaku. “Iya, pelaku akan kami hukum seberat-beratnya karena aksi biadabnya,” kata

ia menuturkan jika pelaku memang mantan anggota TNI. Surat pemecatannya baru keluar pada tanggal 29 April 2019. Dia mengatakan selama ini Adrianus telah diproses hukum terlepas dia melakukan penculikan yang disertai dengan pencabulan kepada anak perempuan usia 10 sampai 12 tahun.

“Secara hukum memang masih TNI, tapi secara fisik pelaku ini sudah meninggalkan Batalyon sejak tahun lalu,” terangnya.

“Sebenarnya sudah diproses sejak tahun lalu, hanya kan proses hukumnya panjang, baru resmi dipecat 29 April,” ujarnya.

Meskipun telah dipecat, namun Adrianus masih akan menjalani proses hukum di POM. Pasalnya, Adrianus melakukan pelanggaran desersi pada tahun 2018, sehingga, menurut Fajar, pelaku masih akan dihukum terlebih dahulu sesuai dengan kemiliteran.

Teriakan warga pun menggema saat Adrianus diperiksa, bahkan ingin menghakimi pelaku karena geram atas tindakan pelaku penculikan. “Kasih keluar dulu di sini, kita lihat orangnya. Yang manakah, kita kasih hadiah dulu,” teriak seorang ibu paruh baya.

Usai diamankan dan menjalani pemeriksaan di Kantor Denpom Kendari, Adiranus langsung diterbangkan ke Makassar untuk menjalani sidang Mahkamah Militer. Selain itu untuk tindak lanjut proses hukumnya, dimana sebelumnya pelaku diketahui melakukan pelanggaran militer meninggalkan tugas ketentaraan. (AI)

Iman Hidayat
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *