KPK Tetapkan Bupati Talaud Tersangka Suap Pembangunan Pasar

KPK Tetapkan Bupati Talaud Tersangka Suap Pembangunan Pasar

Bupati Talaud Sri Wahyumi Maria ditetapkan KPK sebagai tersangka suap pembangunan pasar di Talaud.

Jadi Tersangka Rumah Bupati Talaud Sepi

Konten.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) menetapkan Bupati Kepulauan Talaud, Sri Wahyumi Maria Manalip sebagai tersangka. Selain itu KPK juga menjerat seorang pengusaha sekaligus orang kepercayaan Sri Wahyumi, Benhur Lalenoh dan pengusaha bernama Bernard Hanafi Kalalo sebagai tersangka.

Sri Wahyumi dan Benhur diduga sebagai penerima suap. Sementara Bernard diduga sebagai pemberi suap. “KPK menetapkan tiga orang tersangka sejalan dengan peningkatan status penanganan perkara ke penyidikan,” kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (30/4/2019).

Menurut Basaria, KPK menyimpulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi penerimaan hadiah atau janji terkait pengadaan barang/jasa di Kabupaten Kepulauan Talaud tahun anggaran 2019. Barang dan uang yang diberikan diduga terkait dua proyek revitalisasi pasar di wilayah tersebut, yaitu Pasar Lirung dan Pasar Beo. KPK menduga ada pembahasan proyek-proyek lainnya

Sri Wahyumi dan Benhur disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 hurut b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Sementara Bernard disangka melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001.

Sementara itu, rumah Sri Wahyuni di Tamansari Metropolitan Residence Cluster Mahawu E 1 Nomor 11, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Rabu (1/5/2019) tampak sepi. Hanya terlihat tiga mobil dinas terparkir di halaman dan dua sepeda motor.

Informasi yang diperoleh dari keluarga yang berada di rumah tersebut, suami dan anak Bupati Kepulauan Talaud sedang berada di rumah. Namun, mereka menolak menemui awak media yang sudah berkumpul di luar rumah.

“Saya enggak tahu awalnya, tiba-tiba kemarin dapat informasi. Jadi kaget juga,” kata sepupu Bupati Talaud, Yudit Mata yang ditemui wartawan di halaman rumah bupati Talaud.

Yudit mengatakan, saat ini keluarga belum mendapat informasi terkait kondisi bupati setelah ditangkap dan ditetapkan tersangka oleh KPK. Keluarga masih terus menunggu perkembangan kasus proyek pembangunan di Kabupaten Talaud tersebut.

“Keluarga ada dan sudah mengetahui. Untuk sementara kami menyimak dulu, mengikuti perkembangan kasus ini. Kami harus tegar,” katanya.

Mereka berharap Manalip dapat melewati proses hukum dengan sabar dan penuh semangat. Saat ini pihak keluarga juga masih menunggu informasi dari Manalip. Keluarga juga berencana ke Jakarta dalam waktu dekat untuk membawa seluruh keperluan bupati.

“Semoga ada jalan terbaik dari semua pihak, tetap semangat tentunya, saya yakin pasti dia kuat,” ujar Yudit. (AI)

Iman Hidayat
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *